Dugaan Malpraktik Perawat

Dugaan Malpraktik Perawat

  Rabu, 30 March 2016 09:36
SAKSI AHLI: Salah satu saksi ahli dari IDI Singkawang Tengah dipintai keterangan oleh petugas kemarin. HARI KURNIATHAMA/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SINGKAWANG--Polres Singkawang Tengah melakukan penyidikan dugaan Malapraktek yang diduga dilakukan seorang perawat. Setidaknya sudah 35 orang diambil keterangan oleh satuan Reskrim Polres Singkawang.

Hal tersebut diungkapkan Kasatreskrim Polres Singkawang, AKP Edy Haryanto. "Saat ini tengah penyelidikan. Bahkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Singkawang kita ambil keterangan sebagai saksi ahli,"ungkap Kasat.

Tentunya, kata Edy, semua proses dilakukan penyelidikan sesuai dengan prosedur yang ada. Selain IDI Kota Singkawang, pihaknya juga rencananya memanggil Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) jika diperlukan keterangan ahlinya. Setelah itu kepolisian akan melakukan gelar perkara. "Di sinilah kita nantinya apakah memang ada unsur pidana atau tidak sehingga bisa atau tidaknya ditingkatkan menjadi penyidikan," jelasnya.

Pihaknya tetap berprinsip praduga tak bersalah. Makanya akan terus didalami, apakah memang perawat yang melakukan tindakan medis ini tindaklanjut pelimpahan dari dokter atau perwat tersebut bertindak melampaui kewenangan dokter. "Ini masih didalami," katanya.

Karena bagaimana pun ada tugas dan fungsi masing masing pihak baik dokter dan perawat ini. "Kita lihat nanti sesuai keterangan yang ada apakah ada unsur pidana disitu," jelas Kasat berbadan atletis ini.

Sebelumnya, Efdi Ibrahim, seorang suami menanyakan proses hukum terhadap oknum ST, seorang petugas perawat poli mata di Puskesmas Pasar Kota Singkawang yang diduga telah melakukan malpraktek terhadap istrinya Yenny Hestianty sehingga mata kiri istrinya mengalami kebutaan permanen.

Dugaan malpraktek tersebut terjadi pada  awal Agustus 2015 lalu, namun pada saat dilakukan  pemeriksaan mata, ternyata berdasarkan pengakuan Yenny Hestianty bahwa oknum ST melakukan tindakan medis dengan mengorek-gorek matanya menggunakan jarum yang lembut.

Lalu dibawa ke dokter spesialis mata di RS Serukam, ternyata ada hal yang parah dilakukan  sebelumnya. Dokter spesialis mata sempat heran kenapa ada tindakan medis yang sepertinya tidak sesuai prosedur. Akhirnya pihak Efdi Ibrahim membawa istrinya berobat ke Rumah Sakit di Bandung, dan berdasarkan keterangan dokter di sana bahwa mata istrinya sebelah kiri sudah mengalami cacat permanen.

Atas kejadian itulah pihaknya melaporkan oknum ST ke Polres Singkawang pada 18 Desember 2015 tentang dugaan tindak pidana malpraktik. (har)

Berita Terkait