Duet Orang Tua & Guru dalam Mendidik Anak

Duet Orang Tua & Guru dalam Mendidik Anak

  Rabu, 3 February 2016 08:56

Berita Terkait

Sekolah sebagai salah satu sarana pendidikan formal memerlukan banyak hal yang mendukung, terutama orang tua. Orang tua tak sepenuhnya harus menyerahkan pendidikan pada sekolah. Sebab itu perlu adanya kerjasama antara keduanya. Oleh : Marsita Riandini

Orang tua dan guru harus memiliki keterlibatan sinergis untuk mendidik anak. Hal ini sangat penting agar ada kesinambungan antara pendidikan yang diterapkan di sekolah dengan  pendidikan yang diterapkan di rumah. Demikian yang disampaikan Yeni Sukarini, S. Psi, Psikolog kepada For Her.Pendidikan diberikan kepada anak adalah sepanjang hayat. Jadi, tak ada istilahnya orang tua melepaskan sepenuhnya pendidikan kepada pihak sekolah. “Orang tua kadang ada yang merasa kalau anak sudah di sekolah, maka itu urusan guru-guru mereka yang mendidik. Padahal khan tidak bisa dilepas begitu saja,” ujar Guru BK di SMP N 13 Pontianak ini.

Yeni memahami bahwa setiap orang memiliki kepedulian terhadap anak-anak mereka. Itulah sebabnya diberikan pendidikan. Tetapi hal penting lainnya bahwa perlu adanya kerjasama yang baik antara sekolah dan orang tua. “Sebenarnya keinginan guru di sekolah kepada orang tua itu tidak banyak. Hanya agar adanya kesinambungan keduanya saja. Secara konsisten bersama-sama untuk mendidik anak-anak,”  ucapnya.

Apalagi menurut dia, setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda. Tentunya orang tua harus memahami anak-anak mereka seperti apa. Terlebih jika mendapatkan informasi bahwa anak mereka terlibat masalah.  “Orang tua juga harus memahami perkembangan usia anaknya. Dari tingkatan SD, SMP dan SMA itu jelas penanganannya berbeda-beda,” papar dia.Pada kenyataannya, terjadi dilema yang membuat guru harus memahami kondisi anak. Seperti ketika orang tua murid bekerja jauh, bahkan mungkin anak tidak tinggal bersama orang tua. “Akhirnya komunikasi antara guru dan orang tua menjadi kurang. Padahal penting sekali untuk memberikan informasi tentang perkembangan anak di sekolah,” katanya.

Contoh sederhananya yang membutuhkan kerjasama orang tua, lanjut dia seperti tentang pemahaman sopan dan santun. Di sekolah dilarang untuk berkata kasar, sementara di rumah hal itu malah menjadi bahasa sehari-hari yang sering didengar anak. “Kalau sudah begini, anak mendapatkan dua aturan yang berbeda. Mana yang harus diikuti anak?” tanyanya.  Itulah pentingnya orang tua memahami apa makna pendidikan untuk buah hatinya. Pendidikan itu bukan sekadar apa yang didapat anak dari sekolah, tetapi juga harus lebih banyak didapat dari rumah. “Waktu anak itu khan lebih banyak di rumah, bukan di sekolah. Jadi sudah seharusnya orang tua juga memberikan pembelajaran lebih lanjut dari apa yang diajarkan di sekolah,” pungkasnya. **

Berita Terkait