Ducati Tak Khawatir Kehilangan Konsesi

Ducati Tak Khawatir Kehilangan Konsesi

  Selasa, 8 December 2015 16:38

Berita Terkait

Tim Ducati tampil mengejutkan di balapan MotoGP musim 2015. Mereka sering mencuri tempat di atas podium, yang biasanya diisi oleh pembalap-pembalap dari dua tim raksasa, Repsol Honda dan Movistar Yamaha. Andrea Iannone juga tercatat pernah menorehkan rekor top speed di MotoGP dengan 350,8 km/jam saat latihan bebas terakhir GPItalia.

Tapi hal itu bisa terjadi karena mereka mendapatkan konsesi yang diberikan oleh penyelenggara MotoGP. Konsesi itu berupa tambahan empat liter bahan bakar, tambahan jumlah penggantian mesin, hak untuk memakai ban belakang ekstra soft, tak ada pembekuan pengembangan mesin, dan yang terakhir adalah sesi ujicoba lebih banyak.

MotoGP memberikan konsesi itu kepada tim-tim non pabrikan, untuk meramaikan balapan. Pengecualian diberikan buat Ducati, yang meskipun tergolong tim manufaktur, tapi tak pernah merasakan podium sejak tahun 2010. Selain Ducati, tim manufaktur lain yang mendapatkan konsesi adalah Suzuki.

Musim 2016 nanti, Ducati sudah tidak mendapatkan lagi kelonggaran tersebut lantaran dalam peraturannya, konsesi akan dicabut jika tim tersebut sudah berhasil merebut podium. Selain itu,aturan konsesi dengan sendirinya berakhir ketika MotoGP menerapkan aturan baru, pemakaian perangkat elektronik (ECU) baru untuk seluruh tim.

Konsesi bahan bakar yang tadinya 24 liter untuk open class,dan 20 liter untuk tim pabrikan diganti dengan 22 liter buat semua tim. Alokasi ban ekstra soft juga dihilangkan menyusul masuknya pemasok baru, Michelin.

Praktis aturan konsesi tinggal menyisakan tambahan cadangan mesin (kabarnya mencapai sembilan mesin) dan tak ada pembatasan development mesin, serta tambahan sesi ujicoba. Tapi semua hak itu tak lagi dimiliki Ducati,tinggal jadi hak Suzuki dan Aprilia, dan juga KTM yang baru akan tampil di musim 2017.

Bos Ducati,Gigi Dall’Igna mengaku tak khawatir dengan hal tersebut. Menurutnya, motor Desmosedici besutan mereka tak akan menderita hanya karena tak lagi memiliki konsesi. Malah, menurutnya Ducati akan bisa mempertahankan performa mesinnya, dan punya banyak pilihan lebih banyak ban nantinya.

 “Ban ekstra soft membantu kami sepanjang babak kualifikasi, tapi jelas saat balapan hal itu sama sekali tidak membantu,” kata Dall’Igna seperti dilansir crash.  Dalam hal bahan bakar Ducati juga tak ada masalah karena sudah mulai memakai maksimal 22 liter karena mereka sudah tidak lagi mendapatkan keuntungan setelah meraih dua podium di seri pembuka, GP Qatar.

 “Soal bahan bakar kami sudah memakai 22 liter tahun lalu. Jadi kami tak harus mengembangkan motor untuk tujuan ini. Memang kompetitor kami akan mendapatkan peningkatan performa berkat tambahan dua liter. Tapi kami pun sebenarnya punya keuntungan dengan pengembangan yang kami lakukan tahun lalu,” kata Dall’Igna.

Musim depan, Ducati juga sudah melakukan persiapan matang. Mereka merekrut pembalap tes baru yang punya nama kondang, Casey Stoner. Pembalap asal Australia itu pernah jadi juara dunia bersama mereka tahun 2007.

Sejauh ini Dall’Igna merasa positif dengan pengembangan yang mereka dapatkan terutamauntuk mencari setingan terbaik dengan ECU baru dan ban Michelin. “Ketika aturan berubah, Anda tak pernah tahu apakah itu lebih baik buat Anda atau tidak. Kita lihat nanti,” pungkas Dall’Igna.(dim)

Berita Terkait