Ducati Memang Butuh Rider Top

Ducati Memang Butuh Rider Top

  Selasa, 5 April 2016 09:08
BALAP: Pembalap Ducati Andrea Dovizioso dan Andrea Iannone saat balapan di sirkuit Termas De Rio Hondo (3/4). Mirco Lazzari gp/Getty Images South America

Berita Terkait

SANTIAGO- Ini bisa jadi “gara-gara” Jorge Lorenzo. Insiden senggolan antara dua rider Ducati di lap terakhir GP Argentina dinihari kemarin (4/4) tampak sebagai buntut dari pamer kehebatan di antara Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso demi mengamankan satu kursi balap di pabrikan Italia tersebut musim depan.

Seperti yang sudah menjadi berita besar sejak akhir musim lalu, Ducati tengah getol mendekati bintang Yamaha itu untuk direkrut sebagai pembalap utamanya tahun depan. Jika pembalap Majorca itu berhasil dibujuk dan menandatangani kontrak dengan Ducati salah satu di antara Iannone dan Dovizioso sudah pasti tergusur.

Bahkan kabarnya Ducati juga sedang merayu Marc Marquez dan Maverick Vinales jika Lorenzo memilih bertahan di Yamaha. Itulah yang membuat duo Andrea berduel mati-matian pada balapan kemarin. Mereka lupa ini baru seri kedua dan waktunya mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. Dua podium (2-3) yang sudah didepan mata musnah di tikungan penghabisan.

’’Mencoba menyalip dengan cara ekstrim di tikungan terakhir memang bagus jika kau akan memenangi balapan terakhirmu (di akhir musim). Tapi aku rasa itu salah besar jika terjadi di balapan kedua ketika kau berada di posisi kedua dan ketiga. Itulah satu-satunya penyesalan yang kami rasakan,’’ keluh Sporting Director Ducati Paolo Ciabatti.

Andrea Iannone telah mendapatkan ganjaran atas aksi berbahayanya di GP Argentina. Mundur tiga posisi untuk start di GP Austin, Amerika Serikat akhir pekan ini, plus satu penalti poin. Diapun mengakui kesalahannya dan telah meminta maaf kepada Dovizioso atas kesalahan konyolnya itu.

’’Aku tidak mengerem terlalu telat. Aku mengerem pada titik yang sama, tapi berusaha untuk bertahan lebih ke dalam (di tikungan) karena Andrea (Dovizioso) berada di luar. Aku sudah menghadap Race Direction. Tapi tentu aku akan meminta maaf pada Andrea. Untungnya aku punya hubungan baik dengan dia,’’ akunya dilansir Crash.

Meski begitu Dovi belum bisa menerima kesalahan rekan setimnya itu karena dia harus kehilangan 20 poin yang sangat berharga dalam persaingan menuju juara dunia. Andai sukses finis runner-up saat ini Dovi akan bertengger di posisi kedua klasemen dengan berselisih satu poin saja dari Marquez. 

’’Kami bekerja keras dalam dua musim terakhir dan kami telah membangun motor yang bagus bersama-sama. Dan ketika harus kehilangan poin dalam situasi seperti ini rasanya itu tidak bisa diterima,’’ tukasnya. Meski motornya terseret sampai ke gravel, Dovi akhirnya bisa mengamankan tiga poin setelah finis ke-13 setelah berhasil mendorong motornya sambil berlari menuju garis finis. 

Insiden tersebut benar-benar mengonfirmasi bahwa Ducati memang butuh rider top untuk naik ke level juara dunia. Untuk itu mereka memerlukan pengalaman seorang juara dunia selain untuk mendapatkan masukan berharga saat membangun motor kompetitif. 

Melihat track record Iannone ini adalah yang kelima kalinya dalam enam race terakhir dimana dia gagal finis. Sebelumnya di Qatar pembalap Italia yang tampil hot awal musim lalu tersebut juga out. Nol poin dari dua seri terakhir. Padahal jika mampu finis 2-3 di Argentina poin konstruktor Ducati akan mengungguli Yamaha.

Pada balapan kemarin Marc Marquez memenangi balapan untuk kali pertama musim ini. Performa motornya membaik ketika dia mengganti motor, sebagai syarat wajib balapan, di lap sembilan. Paruh pertama balapan diwarnai pertarungan sengit antara Marquez dan Valentino Rossi.

Rossi mengatakan motornya yang pertama punya setingan yang pas hingga mampu berduel dengan rivalnya itu. Namun kondisi yang bertolak belakang dengan Marquez, dengan motor keduanya Rossi justru tidak mendapatkan feeling yang pas dengan cengkeraman ban hingga dengan gampang disalip duo rider Ducati dan juga bintang Suzuki Maverick Vinales. 

Karena ketiga pembalap itu terjatuh, Rossi mendapat berkahnya dengan finis runner up. Berkah lebih besar datang kepada Daniel Pedrosa (Repsol Honda) yang mengaku balapannya kacau sejak awal namun bisa naik podium terakhir, karena insiden Ducati tersebut. (cak)

Berita Terkait