Dualisme di Tubuh Yarsi, Dua Bulan Pegawai Belum Digaji

Dualisme di Tubuh Yarsi, Dua Bulan Pegawai Belum Digaji

  Selasa, 23 January 2018 09:50
TUNJUK: Pengurus Yarsi menunjukkan surat yang menjadi dasar laporan ke Ombudsman. MIRZA/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Ketua Umum Pengurus Yarsi Pontianak di bawah pimpinan Yapandi melakukan upaya hukum untuk menyelesaikan kisruh dualimse STIKES Yarsi Pontianak. Salah satunya dengan melaporkan ke Ombudsman terkait penarikan uang yayasan dari bank sebesar Rp5,9 miliar yang tak jelas peruntukannya.

"Kami sudah laporkan persoalan penggunaan uang yayasan ini ke Ombudsman. Sampai hari ini masih berproses. Kami juga berupaya melaporkannya ke Polda Kalbar. Kalau saya lihat, ada permainan antara pihak bank dan kepengurusan Yarsi Notaris Sundus," katanya kepada Pontianak Post, kemarin.

Sebagai Ketua Yayasan Yarsi, dirinya kecewa dengan pihak Bank yang telah mencairkan uang milik yayasan dengan total Rp5,9 miliar itu. Saat ini ada dualisme di tubuh Yarsi. Yaitu fersinya dia dan versi yang diketuai Syakirman.

Tapi yang jadi pertanyaan kenapa pencairan justru bisa dilakukan pihak bank. Padahal pihaknya memiliki surat tentang pakta integritas Yarsi Pontianak yang dikeluarkan oleh notaris 21 Juni 2017. Tapi, kemunculan surat dari notaris kubu sebelah setelah itu membuat terjadinya dualisme kepengurusan yayasan ini.

Terkait penggunaan uang milik yayasan, sebenarnya sudah disepakati bahwa penarikan dana di bank mesti dihadiri dua belah pihak. Namun kenyataan uang di bank justru sudah ditarik habis. 

Kata dia, pihak bank sudah beberapa kali mengirimi surat kepada pihaknya untuk mendiskusikan persoalan ini. "Tapi buat apalagi, karena uang dalam rekening pun sudah tak ada lagi. Pihak bank justru berdalih dengan aturan bank. Harusnya jika salah satu pihak tak hadir uang tak bisa dicairkan," katanya.

Akibat penarikan uang tersebut kini berdampak pada gaji dosen yang belum dibayar hampir dua bulan ini. Seharusnya gaji karyawan mesti dibayarkan karena itu hak mereka.

Yapandi menambahkan soal kisruh ini, sebenarnya pihaknya sudah mencoba melakukan islah baik melalui surat dan bertemu langsung dengan Syakirman agar islah terjadi. Tapi upaya tersebut tak berhasil. Justru pihak kubu sebelah melaporkan pihaknya ke Polsek Pontianak Timur. "Saya sudah dua kali di BAP," katanya.

Akhirnya, pihaknya juga melaporkan ke Polda Kalbar dengan dasar memegang akta notaris yang benar. "Kami akan melakukan upaya hukum memperjuangkan hak karyawan dan kami (yayasan) sudah melakukan upaya hukum menyatakan bahwa notaris kami benar karena melalui rapat para pembina pada bulan Juni 2017 itu," tandasnya.(iza)

 

Berita Terkait