Dua Sekolah Terapkan CBT

Dua Sekolah Terapkan CBT

  Kamis, 31 March 2016 09:21
NASKAH UNAS: Beberapa petugas Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang sedang mengecek naskah ujian nasional yang disimpan di gudang Dinas Pendidikan, kemarin. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

KETAPANG – Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kabupaten Ketapang, Ucup Supriatna, memastikan jika tahun ini dua sekolah di kabupaten ini melaksanakan ujian nasional (Unas) berbasis cumputer based test (CBT). Kedua sekolah yang dimaksud dia adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 dan SMKN 2 Ketapang.

Diakui dia jika penerapan tersebut baru kali pertama dilaksanakan di kabupaten ini. "Ini yang pertama kali di Ketapang. Untuk kesiapannya sudah 100 persen. Kita sudah melakukan simulasi sebanyak tiga kali dan berjalan lancar," kata Ucup kepada wartawan, kemarin (30/3) di ruang kerjanya.

Ia memastikan jika kedua sekolah tersebut benar-benar dianggap mampu. Bahkan, dia juga memastikan jika sarana dan prasarana di kedua sekolah tersebut benar-benar siap. Di antara sarana yang dimaksud dia seperti perangkat komputer serta ketersediaan daya listrik. "Komputer sudah siap. Jumlahnya satu (unit) komputer berbanding tiga siswa. Jadi, mereka melaksanakan UN (Unas, Red) menggunakan tiga sif," jelasnya.

Perihal kebocoran soal, ia optimis tidak akan terjadi. Karena, menurut dia, penggunaan soal Unas kali ini dilakukan secara acak. "Sama seperti yang menggunakan kertas, soal yang menggunakan komputer juga diacak. Jadi, siswa yang telah melaksanakan UN di sif pertama tidak bisa memberikan jawaban kepada sift berikutnya. Karena soalnya akan berbeda," ungkapnya.

Sementara bagi sekolah yang tidak menggunakan basis CBT, menurut dia, tetap berbasis paper based test (PBT) atau menggunakan kertas. Sementara Unas sendiri, dikatakan dia, dilaksanakan sepanjang 4 – 6 April. "Naskah PBT sudah datang melalui jalur darat pada Selasa (29/3) kemarin. Sekarang disimpan di gudang dengan dijaga aparat," paparnya.

Pendistribusian naskah soal akan dilakukan mereka pada H-2, khusus daerah pedalaman. Sementara untuk wilayah kota, dibagikan mereka setiap hari pelaksanaan Unas. "Tahun ini ada 2.996 siswa SMA dan MA serta 1.138 siswa SMK yang mengikuti UN. Untuk kelulusan sepenuhnya diserahkan ke pihak sekolah, sama seperti tahun lalu," papar Ucup.

Ia berpesan kepada seluruh siswa agar mempersiapkan diri dalam menghadapi Unas. Para peserta Unas diminta dia agar menjaga kesehatan agar tidak sampai sakit. "Belajar dan berdoa. Meskipun kelulusan diserahkan ke sekolah, jika siswa tersebut dianggap tidak memenuhi kriteria kelulusan, bisa saja tidak diluluskan," gugah Ucup.

Sementara itu, kepala SMKN 2 Ketapang, Erini, mengaku sudah siap untuk melaksanakan Unas berbasis CBT. Meskipun baru kali pertama, ia optimis seluruh siswanya bisa melaksanakannya dengan baik. "Kami siap, dan anak-anak juga sudah siap. Mereka semua paham dengan komputer, jadi kami optimis," katanya.

Berbicara kesiapan sarana, Erini mengaku sudah siap. Komputer yang ada di sekolah mereka benar-benar telah siap untuk digunakan pada Unas berbasis CBT. Sementara untuk suplai listrik, ia juga sudah berkoordinasi dengan PLN. "Untuk listrik kita sudah siapkan genset. Katanya PLN juga akan meminjamkan genset kepada kami. Jadi, secara keseluruhan kami sudah siap," pungkasnya. (afi)

Berita Terkait