Dua Pembobol Rumah Diringkus

Dua Pembobol Rumah Diringkus

  Sabtu, 30 July 2016 10:49
///DIAMANKAN: Dua pelaku pembobol rumah, Oki dan Julianto, saat diperiksa di Mapolres Ketapang, kemarin (29/7). Keduanya diburu setelah melakukan aksu mereka di Perumahan Graha Semarang. AHMAD SOFI/PONTIANAK POST///

Berita Terkait

KETAPANG – Dua pembobol rumah kosong berhasil diringkus Tim Khusus Anti Bandit (TEKAB) Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Ketapang. Keduanya, Julianto (27) dan Oki (21), ditangkap polisi setelah membobol dan menggasak sejumlah barang-barang berharga di salah satu rumah di Perumahan Graha Semarang, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan pada bulan puasa lalu.

Kedua pelaku memasuki rumah dari jendela bagian belakang saat hunian tersebut ditinggal mudik oleh pemiliknya. Sejumlah barang-barang berharga seperti televisi, playsation, ampli, dan sepeda motor berhasil mereka bawa kabur. Namun jejak keduanya tercium polisi. Julianto ditangkap di kawasan Inhutani Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Senin (25/7) lalu, menyusul kemudian menangkap Oki, Rabu (27/7) di Keluarahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan.

Keduanya memanfaatkan rumah tak berpenghuni untuk mengambil barang-barang berharga di dalamnya. Terlebih, salah satu pelaku mengetahui betul situasi rumah, karena rekan pelaku tinggal berdampingan dengan rumah korbannya. "Saya yang punya ide untuk masuk ke rumah itu," kata salah satu pelaku, Oki, kemarin (29/7).

Pria yang tinggal di Kelurahan Mulia Baru ini mengakui bahwa ia mengetahui jika rumah tersebut kosong dari salah satu rekannya yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Ia kemudian mencari celah untuk masuk ke rumah tersebut. Benar saja, Oki dan rekannya berhasil masuk ke dalam rumah melalui jendela belakang rumah.

Pelaku berhasil masuk ke dalam rumah pada siang hari sekitar pukul 14.00 WIB. Dari dalam rumah, pelaku menganbil barang-barang elektronik berupa televisi, playstation, dan ampli. "Barang itu kemudian disimpan di rumah kawan saya. Setelah itu baru dijual," jelas pria pengangguran ini.

Barang-barang tersebut dijual mereka dengan harga yang sangat murah. Televisi model terbaru sengan ukuran layar lebar hanya dijual Rp900 ribu. Kemudian playstation dihargai Rp400 ribu. "Saya cuma dikasi Rp400 ribu sama kawan saya. Uangnya saya gunakan untuk membantu pacar saya berobat. Dia sakit," ungkapnya.

Tidak sampai di situ, Oki dan rekannya memberi tahu kepada pelaku lainnya terkait rumah kosong tersebut. Benar saja, pelaku lainnya, Julianto, masuk kerumah tersebut dan mengambil satu unit sepeda motor. "Dia (Oki, Red) masuk siangnya, saya masuk malamnya. Keadaan rumah sudah berantakan," kata pelaku lainnya, Julianto.

Ia memilih masuk pada malam hari karena untuk mempermudah aksinya mengeluarkan sepeda motor milik tuan rumah dari dalam rumah. "Motornya saya jual Rp3.800.000. Saya pakai untuk menebus motor saya yang digadai. Sisanya saya pakai untuk makan sehari-hari," kata pria yang pernah bekerja di perkebunan kelapa sawit itu.

Pria yang pernah dibui selama 6 bulan karena mencuri handphone tersebut mengaku mencuri karena ada kesempatan. Terlebih dia juga terhimpit kebutuhan ekonomi. "Saya kerja sawit, tapi borongan, jadi hasilnya tak tentu. Saya juga mencuri karena diberitahu sama kawan, Oki, kalau rumah itu kosong dan bisa dimasuki," ungkapnya.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Ketapang, AKP Putra Pratama, mengungkapkan jika kedua pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda. Keduanya, dipastikan dia, telah melalukan pencurian dengan pemberatan di satu lokasi, namun dengan waktu yang berbeda. "Yang pertama kali masuk itu Oki dan rekannya, setelah itu baru Julianto," katanya.

Selain Oki dan Julianto, diungkapkan dia, ada satu pelaku lainnya yang sedang dikejar oleh pihaknya. "Julianto ini residivis. Dia dipenjara pada tahun 2010 atas kasus pencurian. Keduanya juga diancam dengan pasal 363 dengan ancaman penjara 7 tahun penjara," tutup Putra. (afi)

Berita Terkait