Dua Peluru Hentikan Pelariannya

Dua Peluru Hentikan Pelariannya

  Minggu, 14 Agustus 2016 10:18
DITANGKAP: Polisi berhasil menangkap pelaku pencurian spesialis sepeda motor dan pencurian dengan pemberatan. Tersangka terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST

Berita Terkait

Ramli; Residivis Curanmor dan Curat

PONTIANAK – Berakhir sudah aksi pelarian yang dilakukan spesialis pencurian sepeda motor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat), Ramli alias Bram. Setelah 5 bulan mampu menghindari kejaran polisi, akhirnya ia berhasil ditangkap di rumah kontrakannya di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, Jumat (12/8) lalu. 

Ramli diketahui terlibat berbagai aksi kejahatan, di antaranya pencurian sepeda motor di tiga tempat kejadian perkara (TKP) dan pencurian uang di dalam  brankas di salah satu tempat hiburan malam di Jalan Budi Karya, Kecamatan Pontianak Selatan. 

Wakil Kepala Satuan Reserne Kriminal (Wakasat Reskrim) Polresta Pontianak, AKP Kemas Abdul Aziz, mengatakan jika tersangka ditangkap berdasarkan hasil pengembangan pelaku kejahatan lainnya yang telah ditangkap terlebih dahulu. Dia menambahkan, berbekalkan keterangan dari rekannya tersebut, aksi pencurian sepeda motor dan pencurian uang di dalam brankas ternyata dilakukan bersama yang bersangkutan. 

Kepolisian pun kemudian melakukan upaya pencarian. Namun, dia menambahkan, saat akan ditangkap, tersangka telah melarikan diri. “Kami lakukan penyelidikan dan penyidikan, hingga akhirnya didapatkan informasi bahwa tersangka yang telah lama masuk DPO ini berada di Tayan,” kata Aziz, Sabtu (13/8) di Mapolresta Pontianak. 

Aziz menjelaskan, berdasarkan informasi tersebut, tim Jatanras pada Jumat (12/8) lalu, melakukan pengejaran. Diceritakan Wakasat Reskrim, saat akan dilakukan penangkapan, tersangka yang telah mengetahui kedatangan aparat kepolisian, berusaha melarikan diri. Mereka pun kemudian melakukan pengejaran dan sempat melepas tembakan peringatan, sayangnya tak diindahkan. “Tersangka terpaksa kami lumpuhkan karena tak mengindahkan tembakan peringatan. Alhamdulillah, akhirnya ia berhasil ditangkap dan langsung digiring ke Polresta usai mendapat perawatan,” jelasnya. 

Aziz menuturkan, berdasarkan pemeriksaan mereka, tersangka telah mengakui perbuatannya. Dari keterangan tersangka, menurut Aziz, bahwa yang bersangkutan melakukan pencurian tiga unit sepeda motor di tiga lokasi  berbeda, serta melakukan pencurian uang di dalam brankas milik salah satu tempat hiburan malam. “Tersangka  ini spesialis curanmor dan curat. Saat beraksi ia bersama temannya. Temannya sudah ditangkap terlebih dahulu,” tutur Aziz. 

Aziz menegaskan bahwa tersangka akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara tujuh tahun. “Keterangan tersangka masih akan kami dalami terus, untuk pengembangan kasus kejahatan lainnya yang mungkin melibatkannya,” terangnya. 

Sementara, saat diwawancarai, tersangka Ramli mengakui aksi kejahatan yang dilakukannya tersebut. Berdasarkan pengakuannya jika apa yang dilakukan tersebut lantaran dia membutuhkan uang untuk membayar utang. “Kalau yang curi brankas, saya dapat pembagian Rp17 juta. Uangnya dipakai untuk bayar utang Rp11 juta, sisanya untuk keperluan keluarga,” kata penjahat kambuhan yang baru bebas 5 bulan yang lalu tersebut. 

Salah satu juru parkir di kawasan Jalan Budi Karya itu pun mengakui jika uang hasil kejahatan tersebut tak hanya dipergunakannya untuk keperluan keluarga. Ia pun kerap menggunakannya untuk membeli sabu-sabu.  “Penghasilan parkir tidak tetap, biasa hanya Rp20 ribu, kalau lagi ramai barulah dapat lebih. Karena terdesak itulah, akhirnya nekat curi,” dalihnya. (adg)

Berita Terkait