Dua Kelompok Warga Nyaris Bentrok

Dua Kelompok Warga Nyaris Bentrok

  Rabu, 5 Oktober 2016 10:05
TENANGKAN MASSA: Kapolres dan Dandim Mempawah berupaya menenangkan kelompok warga di Pelabuhan Kuala Mempawah, kemarin. WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

Buntut Penangkapan Dua Kapal Trawl

MEMPAWAH - Kisruh terkait penangkapan dua kapal pukat trawl oleh nelayan Kuala Mempawah semakin meluas. Selasa (4/10) sekitar pukul 14.00 WIB, sekelompok massa dari Sungai Pinyuh, Bakau Besar dan Bakau Kecil mendatangi Pelabuhan Kuala Mempawah. 

Mereka menuntut korban Suryadi yang sampai kini masih hilang di laut segera ditemukan. Seperti diberitakan sebelumnya, Suryadi adalah salah seorang nelayan kapal pukat trawl yang terjun ke laut ketika disergap oleh nelayan Kuala Mempawah. 

Massa dari Sungai Pinyuh, Bakau Besar dan Bakau Kecil yang datang “menyerbu” Kuala Mempawah sekitar ratusan orang. Mereka mengendarai satu truk, tiga pick-up dan puluhan sepeda motor. Setibanya di Kompleks Pelabuhan Kuala Mempawah, mereka menduduki salah satu perahu milik nelayan Kuala Mempawah yang diduga ikut dalam penangkapan dua kapal pukat trawl milik warga Sungai Pinyuh dan Sungai Bakau Besar tersebut, sehari sebelumnya.

Perahu yang disandarkan di dermaga Pelabuhan Kuala Mempawah itu kemudian dibawa ke laut. Aksi massa membawa perahu itulah yang kemudian memantik reaksi massa warga Kuala Secapah. Mereka tak terima perahu itu diambil paksa. Ratusan warga Kuala Secapah lantas berkumpul dan bersiap menyerang kerumunan massa yang berada di Pelabuhan Kuala Mempawah. Bentrok antar kedua kelompok massa ini pun nyaris pecah.

Petugas yang melihat kedua kelompok massa sudah bersitegang itu lantas melakukan penanganan cepat. Ratusan polisi dari Polres Mempawah yang diangkut menggunakan mobil Dalmas turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan blokade. 

Meski telah diblokade polisi, situasi mencekam tetap menyelimuti. Terlebih lagi jumlah massa dari Kuala Secapah semakin ramai dan merangsek masuk ke Kompleks Pelabuhan Kuala Mempawah. Sementara massa kelompok warga Sungai Pinyuh, Bakau Besar dan Bakau Kecil berkumpul di Kantor PPI Kuala Mempawah.

Kondisi semakin memanas karena sempat terdengar isu bahwa kelompok massa dari Sungai Pinyuh, Bakau Besar dan Bakau Kecil berencana mendatangi rumah salah seorang nelayan Kuala Secapah. Menanggapi isu itu, massa Kuala Secapah pun semakin ramai berkumpul di sejumlah lokasi untuk bersiap melakukan perlawanan.

Polisi pun bekerja keras melakukan pendekatan persuasif untuk menenangkan emosi kelompok massa. Bahkan, Kapolres Mempawah, AKBP Dedi Agustono, S.Ik dan Dandim 1201 Mempawah, Letkol Win Nindar harus turun tangan memberikan pengarahan kepada massa agar tidak terprovokasi.

“Tolong jangan anarkis. Percayakan permasalahan ini kepada kami untuk melakukan penyelidikan dan penegakan hukum. Kami (polisi) dalam hal ini bersikap netral, tidak memihak kepada kelompok manapun,” tegas Kapolres di hadapan massa.

Kapolres pun memastikan bahwa proses hukum dalam kasus tersebut sedang berlangsung. Bahkan, menurutnya saat ini sudah ada dua orang yang diamankan polisi. Karena itu, dia meminta massa untuk tidak terpancing isu-isu menyesatkan.

“Siapapun yang bersalah kita tindak. Jangan terprovokasi, percayakan kepada hukum. Kalau memang terbukti melakukan tindakan pidana akan kita tindak sesuai aturan hukum yang berlaku. Jadi tolong bapak-bapak kembali ke rumah masing-masing, dan serahkan kepada kami menangani permasalahan ini,” ujarnya.

Meski demikian, massa tampak tak puas dengan penjelasan Kapolres. Mereka mendesak agar kepolisian bersikap tegas dan memberikan kepastian mengenai penanganan kasus tersebut. Massa menuntut agar polisi secepatnya menangkap pihak-pihak yang bertanggungjawab dalam kasus hilangnya Suryadi, nelayan kapal trawl yang ditangkap nelayan tradisional Kuala Mempawah.

“Kalau polisi tidak mampu menangani permasalahan ini, biar kami saja yang mengurus pelakunya,” teriak salah seorang warga di tengah kerumunan massa. Salah seorang massa kelompok warga Sungai Pinyuh, Jamhari alias Cek Jam, 56 mengaku kedatangan pihaknya ke Pelabuhan Kuala Mempawah bukan bermaksud melakukan penyerangan terhadap nelayan Kuala Secapah melainkan menuntut pertanggungjawaban untuk menemukan korban Suryadi. 

“Kami hanya minta korban (Suryadi) dicarikan dan ditemukan walaupun dalam kondisi sudah menjadi mayat. Sekali lagi, saya tegaskan kami minta agar korban dicarikan keberadaannya dan dikembalikan kepada keluarga. Kami tidak akan membuat keributan jika tidak ada perlawanan dari pihak lain,” tegasnya.

Menurut Jamhari, upaya pencarian telah dilakukan pihak keluarga dibantu nelayan di Desa Bakau dan Sungai Pinyuh sejak kemarin sore. Puluhan perahu dikerahkan untuk menyisiri lokasi-lokasi yang dimungkinkan keberadaan korban Suryadi. Namun, sampai berita ini diturunkan korban belum berhasil ditemukan.

“Kami menuntut keadilan dan minta korban segera ditemukan. Kami berharap pihak polisi dapat menyelesaikan masalah ini dengan cepat dan seadil-adilnya. Kalau pun nanti korban ditemukan sudah keadaan meninggal dunia, maka kami akan menempuh proses hukum untuk menyelesaikan kasus ini,” sebutnya.

Terkait tindakan massa mengambil paksa salah satu perahu milik nelayan Kuala Secapah, Cek Jam meluruskan, perahu tersebut akan digunakan untuk mencari korban Suryadi. Dia menjamin, perahu tersebut tidak akan dirusak dan akan diamankannya di Sungai Pinyuh.

“Perahu itu bukan kami curi, melainkan untuk mencari keberadaan korban Suryadi yang sampai sekarang masih hilang di laut. Kami pun sudah menyampaikan kepada polisi, nantinya perahu ini akan dibawa ke Sungai Pinyuh. Dan saya jamin, perahu ini tidak akan dirusak,” ucapnya.

Setelah kurang lebih tiga jam berlangsung, aksi dua kelompok massa tersebut berhasil diredam. Sekitar pukul 16.00 WIB, massa dari kedua kelompok mulai membubarkan diri dan satu per satu meninggalkan lokasi Pelabuhan Kuala Mempawah. Meski massa sudah bubar, sejumlah aparat kepolisian tampak masih berjaga-jaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.(wah)

Berita Terkait