Dua Hektar Lahan Terbakar

Dua Hektar Lahan Terbakar

  Sabtu, 16 April 2016 09:15
KEBAKARAN: Kapolsek Sungai Raya AKP Afrialdy Agung Perdana terjun langsung memadamkan kebakaran hutan dan lahan.AIRIN/PONTIANAK/POST

BENGKAYANG--Selama dua hari tim Manggala Agni beserta petugas keamanan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, Jumat (15/4) di Dusun Tanjung Gundul, Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang.

Diperkirakan luas hutan dan lahan warga terbakar mencapai dua hektar. Diduga sumber api berasal dari kiriman kebakaran lahan yang berada di kawasan Marhaban, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan.

''Kebakaran hutan dan lahan sudah bisa kita padamkan. Ini karena kerjasama tim semua pihak dalam memadamkan api,'' ucap Kapolsek Sungai Raya AKP Afrialdy Agung Perdana, SH kepada media ini.

Dia mengatakan mudahnya hutan dan lahan perkebunan terbakar karena struktur tanah gambut dan didukung oleh cuaca panas. Akibatnya memudahkan api cepat membesar dan membakar lahan perkebunan milik masyarakat.

Ia menuturkan kebakaran hutan maupun lahan karena kurangnya kesadaran dari masyarakat. Petani membuka lahan dengan cara membakar. Sehingga gumpalan api membumbung tinggi diterbangkan angin. Akibatnya membakar hutan dan lahan yang berada di sekitarnya.

''Kami minta perhatian dari masyarakat. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar, karena akan menimbulkan kebakaran hutan,'' ungkap Kapolsek Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang.
Danramil Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya Kapten Edy Saputra menambahkan kebakaran hutan dan lahan dikarenakan perbuatan manusia sendiri. Karena warga membakar lahan, tetapi tidak memperhatikan kondisi perubahan cuaca sudah memasuki musim panas.

''Sekarang kita sudah memasuki musim panas. Diharapkan warga tidak lagi membakar lahan untuk bercocok tanam. Karena sangat sensitif kebakaran lahan terjadi. Terutama di wilayah tanah gambut mudah terbakar,'' terangnya saat memadamkan api dengan menurunkan semua jajarannya.

Dia mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat, pihak perusahaan, aparat keamanan maupun aparatur pemerintahan desa untuk terus melakukan pengawasan terhadap lahan dan hutan. Supaya kebakaran hutan maupun lahan bisa diantisipasi menjelang musim kemarau yang akan dialami oleh masyarakat.

Danramil mengungkapkan kebakaran hutan dan lahan menimbulkan banyak kerugian. Tak hanya itu kabut asap juga akan merusak bagian organ tubuh. Sehingga memicu radang tenggorokan dan kerusakan pada paru-paru manusia.

''Kebakaran hutan dan lahan sudah pernah dialami sebelumnya. Dampak kebakaran cukup parah. Anak-anak banyak diliburkan sekolah. Ini karena kabut asap menyeliputi wilayah kota dan perkampungan,'' imbuhnya. (irn)