Dua Desa Masih Terendam

Dua Desa Masih Terendam

  Senin, 11 April 2016 09:56
TERENDAM: Sebagian wilayah kecamatan Lanjak dan Batang Lupar masih terendam air. MUSTAAN/PONTIANAK POST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Sebagian besar desa-desa di sepanjang jalur sungai Kapuas dan danau Sentarum di wilayah  Kapuas Hulu hingga kini masih terendam banjir. Seperti dua desa di kecamatan Batang Lupar, Lanjak yakni desa Sepandan dan desa Lanjak Deras. Akibat banjir masyarakat setempat kesulitan beraktivitas, bahkan masing-masing warga sudahmembuat panggung didalam rumahnya untuk mengindari banjir.

Masih terendamkan dua desa di Lanjak dibenarkan Kapolsek Batang Lupar Y. Johani, ia menjelaskan, ketinggian air bervariasi, diperkirakan mencapai 1-1,5 meter.

“Disana kan daerah danau, ketinggian sekitar satu meter lebih di dermaga,” tutur Johani ditemui di Putussibau, Minggu (10/4). Di dua desa tersebut, rumah yang terendam banjir dalam satu bulan terakhir mencapai 222 Kepala Keluarga (KK).

Kendati rumahnya sudah terendam, kata Kapolsek, warga masih bertahan di rumah masing-masing dengan membuat panggung untuk tidur. “Mereka belum mengungsi, namun membuat panggung dalam rumah,” jelasnya. Johani memastikan sampai sekarang belum ada warga terserang penyakit dampak dari banjir.Karena disana sudahada petugas kesehatan dari Puskesmas Batang Lupar stanby.

Para petugas kesehatan selalu memonitor kesehatan masayarakat. “Ada delapan petugas, sehingga kalau terjadi sakit, mereka langsung bertindak,” ucap Johani. Untuk lahan pertanian tidak ada lahan masyarakat yang terendam, jika pun ada hanya sedikit saja.Karena sebagian besar masyarakat di dua desa ini mata pencahariannya sebagai nelayan danau.“Petani hanya di daerah pinggiran,”ungkapnya.

Menurut Johani, kawasan terparah direndam banjir yakni dari dermaga, kemudian dusun Kampung Baru dan dusun Lanjak. Dia memastikan proses penyaluran bantuan dari Pemda Kapuas Hulu beberapa hari lalu berjalan lancar. “Semua sudah didistribusikan ke semua ke warga yang terdampak banjir.Batang Lupar dapat bantuan beras 5,7 ton dan puluhan dus makanan siap saji,” kata Kapolsek.

Johani mengatakan, banjir di daerah danau memang cendrung terjadi dalam jangka waktu yang lama dan bisa ber bulan-bulan. Disana sudah hampir satu bulan, karena kawasan danau, jadi tergenang, meski kalau kita lihat di perhuluan sudah surut, tapi disana masih banjir, karena merupakan daerah limpahan. Kepolisian dari Polsek Batang Lupar selalu siaga, dengan melakukan patroli setiap harinya.

Sehingga ketika ada masyarakat yang perlu dievakuasi langsung ditangani dengan cepat. Apalagi sekarang dengan adanya program operasi bersinar 2016. “Dalam sehari ada lima kegiatan kami lakukan. Seperti penyuluhan ke masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, Karhutla dan lainnya. Ibaratkan sambil nyelam sambil minum air. Semua anggota di Polsek turun,” paparnya.(aan)

Berita Terkait