Dua Bupati Ajak Bangun Daerah

Dua Bupati Ajak Bangun Daerah

  Selasa, 26 January 2016 09:40

Berita Terkait

PONTIANAK - Calon Bupati Ketapang terpilih, Martin Rantan dengan Calon Bupati terpilih Kabupaten Kapuas Hulu, AM. Nasir mengajak masyarakat bersatu kembali membangun daerah yang sebelumnya sempat tercerai berai akibat bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ajakan ini disampaikan mereka, pasca Hakim di Mahkamah Konstitusi menolak gugatan pasangan dari Pasangan Calon (Paslon) Kepala Daerah Kapuas Hulu, Fransiskus Diaan—Andi Aswad dengan Paslon Kepala Daerah Kabupaten Ketapang, Andi Djamirudin-Chanisius Kuan, pada Senin (25/1) siang.Martin Rantan misalnya via telepon kepada Pontianak Post mengajak masyarakat bersatu kembali membangun Kabupaten Ketapang. ”Kami jelas menyambut baik keputusan MK. Itulah bukti demokrasi berjalan di MK. Yang lebih jelas tujuan ke depan dari hasil sengketa di MK adalah mari kita sama-sama membangun Ketapang,” ujarnya.

Menurut mantan anggota DPRD Kalbar ini, yang jelas dalam sengketa pilkada, pihak menang tidak boleh membusungkan dada. Sementara pihak yang kalah juga tidak boleh berkecil hati. Sebab, Kabupaten Ketapang masih membutuhkan orang-orang cakap untuk membangun daerah. ”Kami juga masih membutuhkan jasa pak Andi-Kuan. Mari sama-sama kita bangun Ketapang,” ucapnya.

Dia menambahkan dalam pesta demokrasi kalah dan menang merupakan hal biasa. Menang atau kalah adalah bagian dari proses sebuah demokrasi. Yang jelas kepada yang kalah juga tak ngotot untuk mengacau lagi. Justru berikanlah dukungan kepada yang menang buat membangun daerah. “Pasca keputusan MK, masyarakat Ketapang harus dukung kami. Sudah saatnya kita bangun dan benahi daerah kea rah lebih baik,” tuturnya,

Setelah proses pelantikan nantinya ? Martin mengatakan target enam bulan atau semester pertama ke depan setelah pelantikan ialah tata kelola birokrasi. “Kami menata dulu yang ada. Seperti penyesuaian nomenklatur pusat dan daerah harus disesuaikan. Kami benahi secara internal dahulu,” ungkap dia.Pun demikian, Martin bersama pasangannya Suharjo tidak akan melakukan action seperti mutasi-mutasi jabatan pegawai segala. Intinya tempat, wadah dan orang-orang harus tertata baik dahulu dan ditempatkan pada porsi dan personilnya. Makanya ia menolak jauh-jauh hari usai dilantik akan ada proses mutasi secara besar-besaran. ”Bukan mutasi jabatan ya.  Saya ingatkan lagi bukan mutasi ya. Akan tetapi penataan terlebih dahulu,” ujarnya.

Apa tidak sama bunyinya ? Martin menolak kembali istilah mutasi. ”Penataan namanya. Mungkin setelah enam bulan tertata baru ada proses mutasi jabatan. Namun saya akan fair meletakan orang sesuai bidang dan keahliaan mereka,” ujar dia.Proses penataan yang akan dilakukan dalam enam bulan pasca dilantik seperti penataaan semacam dinas, kantor,  badan. Seandainya ada pemekaran semacam badan, dinas tentu akan dilakukan pemekaran. Pun demikian sebaliknya, seandainya ada dinas yang kewenangannya sudah banyak diambil alih provinsi mungkin saja digabungkan dengan dinas lain. “Penataaan dan rehab sedikit- sedikit. Ibaratnya begini, rumah yang sudah direhab barulah enak dipandang dan ditempati,” katanya.

Sementara Calon Bupati Kapuas Hulu terpilih AM. Nasir juga menyambut baik atas putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang telah menolak gugatan pasangan calon bupati dan wakil bupati Kapuas Hulu, Sis-Andi, terkait Sengketa Pilkada di Kapuas Hulu.“Alhamdulillah, MK berkomitmen dan berpegang teguh dengan undang-undang yang ada. Ini menunjukan bahwa, gugatan pemohon secara keseluruhan tidak terbukti," ujar AM Nasir via telepon dari Jakarta.

Dengan keputusan MK, AM, Nasir mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensupot selama proses Pilkada di Kabupaten Kapuas Hulu.  Ke depan ada tugas baru yang menanti yakni membangun Kabupaten Kapuas Hulu lebih baik lagi.Ucapan terima kasih juga disampaikan Nasir kepada masyarakat Kapuas Hulu yang telah memilih dirinya kembali untuk menjabat bupati Kapuas Hulu period kedua. “Saya tidak bisa bekerja sendiri tanpa kerjasama dari masyarakat Kapuas Hulu dalam dalam daerahnya,” tuturnya.(den)

Berita Terkait