Driver On Line Kembali Ngeluh, Aturan Peningkatan Performa Memberatkan

Driver On Line Kembali Ngeluh, Aturan Peningkatan Performa Memberatkan

  Selasa, 17 April 2018 08:47

Berita Terkait

PONTIANAK-Polemik transortasi ojek on line kembali tuai masalah. Senin (16/4) ratusan driver on line mendatangi kantor jasa transportasi Go Jek di Jalan Urai Bawadi. Kedatangan ratusan driver tersebut guna meminta kejelasan soal pemberlakuan aturan peningkatan performa yang sudah berjalan sejak 12 April 2018 lalu dirasa berat bagi para driver.

Pantauan Pontianak Post, jelang siang kantor Go Jek dipenuhi para driver on line. Mereka berdiri di depan halaman kantor lengkap dengan seragam dominasi hijau. Sebagian lagi, ada yang memenuhi warung kopi tak jauh dari kantornya.

"Sekarang mau dapat bonus semakin sulit. Performa harus mencapai 70 persen baru bisa keluar. Kalau dulukan 55 persen performa driver, bonus sudah bisa cair," kata salah satu driver on line yang berada tak jauh dari lokasi kantornya.

Dijelaskan dia, saat ini beberapa perwakilan Go Jek masuk ke dalam guna membahas keluhan para driver on line ini. Utamanya soal performa 70 persen yang begitu berat dicapai para driver.

Usai pertemuan dengan manajemen Go Jek, salah satu perwakilan driver Go Jek,  Dodi Arfandi menuturkan, berkumpulnya kawan-kawan Go Jek di sini (Kantor Go Jek) untuk bertemu perwakilan manajemen Go Jek. "Kami mempertanyakan pemberlakukan sistem baru soal performa yang ditingkatkan jadi 70 persen. Karena itu berdampak pada pendapatan kami. Ini sangat merugikan," keluhnya.

Dijelaskan dia, dulu sebelum aturan performa driver dinaikkan 70 persen kami (driver) masih nyaman mendapatkan target. Tapi semenjak diberlakukan aturan baru ini, driver kewalahan. Sulit.

Jika tak capai 70 persen, akan berpengaruh pada bonus yang tak bisa dicairkan. Selain persoalan performa, beberapa sistem Go Jek juga beratkan driver.  Seperti pembatalan orderan oleh konsumen melalui call center berpengaruh pada penurunan performa, orderan fiktif konsumen juga merugikan driver. "Dampaknya bisa terjadi perpecahan sesama driver Go Jek. Contohnya banyak terjadi pada pesanan Go Send yang dipesan disatu titik," katanya.

Menurutnya mesti ada perbaikan pada sistemnya. Dengan begitu para driver bekerja nyaman. Usai pertemuan ini diharap dia akan ada tindaklanjut dari manajemen. Jika belum menemukan jawaban, kemungkinan aksi akan dilanjutkan bulan depan. "Sambil menunggu keputusan kami tetap bekerja. Mudah-mudahan kabar baik dari manajemen. Memang akibat aturan baru ini, kawan-kawan banyak off. Kami juga mohon maaf pada customer," "Aksi nasional 23 April nanti juga akan kami lakukan. Titiknya ke DRPD Provinsi, DPRD Pontianak dan kembali ke kantor. Tuntutannya soal tarif dan payung hukum kami," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi memandang, persoalan Go Jek sampai saat ini belum menemukan titik temu. "Kemarin ada manajemen Go Jek kontak saya dan ingin bertemu. Tapi setelah seminggu ditunggu tak ada kabar. Kami tunggu sampai minggu ini, jika tak ada artinya manajemen tak ada niatan bertemu," katanya.

Persoalan Go Jek lanjutnya sudah dibahas bersama legislatif tempo lalu. Ada banyak keluhan driver mobil dan motor pada manajemen. Utin saat ini tengah merangkum semua keluhan driver untuk disampaikan pada Pemerintah Provinsi.

Kalau soal performa 70 persen ditingkatkan manajemen, menurut Utin harus ada data rinci jumlah driver yang dimiliki Go Jek sekarang. Menurutnya, performa akan berat tercapai, apabila jumlah driver semakin banyak.

Dalam penentuan jumlah kuota driver ada di Provinsi. Harusnya, kapasitas kuota sudah ditentukan. Berapa luasan Pontianak dan lebar jalan dapat jadi penentu jumlah kuota driver. Dengan demikian pendaftaran Go Jek ke depan tak bisa dilakukan lagi karena kuota sudah dibatasi. "Nanti akan kami koordinasikan dengan provinsi," tegas dia.

Menyikapi persoalan Go Jek, Wakil tua DPRD Pontianak, Syarif Alwi Almutahar memandang perlu dilakukan pembatasan kuota driver. Dalam hal ini ranahnya ada di Pemerintah Provinsi Kalbar. “Jika kuota driver dibatasi maka soal capaian yang dipatok manajemen dirasa tak masalah. Tapi, jika jumlah driver melebihi kuota, maka target tersebut akan sulit dicapai,” katanya.

Dalam pertemuan belum lama ini dengan driver mobil on line, dirinya juga menyinggung soal domisili driver asal domisili luar Pontianak. Menurutnya ini juga mesti jadi pertimbangan Go Jek. Jika domisili kantor di Pontianak, maka driver juga harus berasal dari Pontianak. “Tentu keluhan ini akan kita tampung dan akan kami laporkan ke provinsi untuk ditindaklanjuti,” tutupnya.(iza)

Berita Terkait