Drama Rossi-Marquez Abadi

Drama Rossi-Marquez Abadi

  Jumat, 11 March 2016 09:15
Rossi vs Marquez

Berita Terkait

QATAR- Valentino Rossi mengatakan tak ingin berlaku munafik dengan mengaku-ngaku bahwa hubungannya dengan Marc Marquez akan baik-baik saja. Dia malah berharap duel keduanya musim ini akan semakin “nyata” karena para penggemar MotoGP bisa menilai sendiri siapa yang akan bertindak curang di atas trek.

Rossi dan Marquez menjadi episentrum MotoGP akhir musim lalu setelah kedunya terlibat perseteruan sengit di luar sirkuit dan berujung pada insiden senggolan maut di Sepang. Pertengkaran itu berlanjut di Valencia saat legenda hidup MotoGP itu menuduh juniornya menjadi bodyguard bagi rivalnya Jorge Lorenzo merebut gelar juara dunia tepat di seri terakhir.

Tindakan itulah yang disebut Rossi tidak akan pernah bisa dilupakan. ’’Setelah apa yang terjadi musim lalu, tidak ada lagi yang sama (di antara kami),’’ tegas Rossi kepada Motosprint. ’’Tapi pertarungan kami akan semakin jelas, karena semua orang bisa melihat apa yang sebenarnya terjadi,’’ tandasnya dilansir Motorsport. 

Rossi enggan melupakan perlakuan Marquez dan berpura-pura di depan publik bahwa masalah di antara keduanya selesai. ’’Lalu menyalami tangannya. Itu tidak benar. Aku tidak pernah melupakan apa yang  terjadi,’’ tuturnya.

Juara dunia MotoGP tujuh musim itu kemudian mengingat kejadian di Valencia dimana seharusnya Marquez fokus pada balapannya sendiri. Karena balapan akan berlangsung lebih seru. ’’Tapi sekarang itu tidak relevan lagi. Setelah apa yang terjadi hubungan kami tidak akan pernah pulih. Aku tipe orang fair, tidak berpura-pura,’’ terusnya. 

Dengan pengalaman besar itu Rossi justru menjadikannya sebagai motivasi untuk menghadapi musim 2016. Tahun dimana dia harus memutuskan akan melanjutkan atau pensiun dari MotoGP. ’’Pengalaman keras akan menguatkanmu,’’ pesannya. ’’Itu berarti tahun ini aku akan jauh lebih kuat dari tahun lalu dan sulit untuk dikalahkan,’’ ucap pembalap 37 tahun tersebut.

Drama konflik segitiga antara Rossi, Marquez, dan Lorenzo menjadi bumbu penyedap persaingan perebutan gelar juara MotoGP tahun lalu. Itu setelah dua musim sebelumnya balapan berlangsung sangat hambar karena dominasi Marquez dan Honda. Bahkan Formula 1 iri dengan drama tersebut dan ingin menciptakan drama serupa yang mungkin akan melibatkan, Lewis Hamilton, Nico Rosberg, dan Sebastian Vettel. 

Juara dunia 15 kali disegala kelas grand prix Giacomo Agostini mengakui bahwa setelah bertahun-tahun MotoGP kehilangan momen-momen yang bakal disimpan dalam memori penggemarnya, akhirnya tahun lalu mereka mendapatkannya. ’’Tahun ini kita akan, sekali lagi, menyaksikan tontonan hebat dimana 4 atau 5 pembalap akan bertarung keras untuk merebut juara dunia,’’ prediksinya. 

Mantan pembalap dengan rekor 122 kemenangan balapan itu kemudian berharap bisa melihat ada rasa saling menghormati antara Rossi dan Marquez, baik di dalam atau di luar sirkuit. ’’Aku rasa tidak ada persahabatan sejati antara dua rival dalam sebuah balapan. Tapi yang terpenting adalah menghormati satu sama lain karena itu akan berdampak pada terjadinya balapan yang hebat,’’ pungkasnya. (cak)

 

Berita Terkait