DPRD dan Dispora Dukung Langkah KONI , Hadapi PON XIX

DPRD dan Dispora Dukung Langkah KONI , Hadapi PON XIX

  Sabtu, 6 February 2016 09:25
Para pengurus KONI, Dispora Kalbar dan Anggota Komisi V DPRD Propinsi diabadikan bersama usai dengar pendapat yang membahas rencana KONI Kalimantan Barat menghadapi PON XIX Jawa Barat.

Berita Terkait

PONTIANAK—Hubungan harmonis akhirnya dijalin antara KONI Kalimantan Barat, Dispora Kalbar dan Komisi V DPRD Propinsi yang membidangi kepemudaan dan olahraga. Sejak era kepemimpinan Sy Machmud Alkadrie sejak tahun 2009, KONI belum pernah sekalipun bertemu dan bersilaturahmi dengan jajaran DPRD Propinsi. Bahkan di era-era sebelumnya, KONI juga jarang melakukan pertemuan dan dengar pendapatan dengan komisi V DPRD Propinsi.

“Ini catatan sejarah baru bagi kami. Sejak kepimimpinan saya baru kali ini KONI Kalbar dipinta datang, bersilaturhami dan dengar pendapat dengan pihak DPRD Propinsi dan Dispora Kalimantan Barat,” ungkap Ketua Umum KONI Kalbar Sy Machmud Alkadrie di ruang komisi V DPRD Propinsi Kalbar, Jumat (5/1) kemarin.

Machmud menepis isu diluar yang berkembang dan mengatakan bahwa hubungan KONI dengan pihak Dispora kurang harmonis. Kendati terkesan ada tumpang tindih dalam hal pengelolaan aset olahraga di wilayah GOR Pangsuma, namun, kata Machmud selama ini tidak ada masalah yang berarti. “Kami selalu setor ke kas daerah. Tidak pernah kurang, malah terus naik. Dengan pihak Dispora, terutama sama pak Syawal kami juga sering komunikasi. Tidak ada masalah. Yang nyebarkan isu itu hanya orang-orang yang mau merusak hubungan kami dengan Dispora,” ungkap Machmud menanggapi pertanyaan salah satu anggota Komisi V DPRD Propinsi, terkait hubungan KONI dan Dispora Propinsi.

Menurut Machmud, dirinya dan para pengurus KONI sangat mendukung langkah Dispora Kalbar dan DPRD Propinsi yang berencana merenovasi GOR Pangsuma. Tak ada maksud menghalang-halangi apalagi menolak. Mengenai rencana Dispora akan menutup aktifitas GOR mulai Mei mendatang, dirinya mengatakan tidak ada masalah, tetapi jadwal tersebut mungkin harus dibicarakan dengan pihak KONI dan pengelola. “Karena mungkin ada beberapa cabor yang akan menggunakan GOR untuk persiapan TC menuju PON. Tapi bisa dipindahkan. Pokoknya tidak ada masalah dan kami sangat mendukung,” kata Machmud.

Dirinya juga meminta agar Komisi V DPRD Propinsi ikut mendorong Pemerintah Propinsi dalam menggelontorkan dana persiapan PON lebih awal bagi KONI Kalbar. “Dana itu mungkin bisa kami pergunakan untuk melaksanakan TC lebih cepat bagi seluruh cabor yang lolos ke PON. Walaupun, dari bulan Januari lalu, saya telah mengintruksikan kepada seluruh cabor untuk melaksanakan TC secara mandiri,” ungkap dia.

Menurut Machmud, dengan persiapan yang lebih awal, peluang KONI untuk bisa mempertahankan posisi 16 besar atau naik peringkat 15 besar mungkin lebih besar. Sebab, hampir seluruh propinsi berloimba-lomba untuk bisa naik peringkat di PON. “Banyak daerah sejak tahun 2015 lalu sudah langsung melaksanakan TC, tapi kita belum. Karena itu, Kalbar harus siap juga. Saya ingin di akhir jabatan saya sebagai ketua KONI bisa ditutup dengan prestasi PON yang lebih baik,” ungkap Machmud.

Sementara itu, Kepala Dispora Kalimantan Barat H Syawal Bonderoso mengatakan renovasi GOR Pangsuma yang dilaksanakan Mei mendatang sebesar empat milyar meliputi renovasi atap GOR, perbaikan WC dan pengecatan. Renovasi tersebut, menurut dia, memang memerlukan waktu sekitar satu bulan atau lebih. Karena itu, GOR memang harus dalam keadaan kosong dan tidak ada kegiatan.

Syawal tak hanya menyampaikan rencana renovasi GOR, dia juga meminta DPRD Propinsi mendukung rencana Dispora Kalbar untuk mengoptimalkan keberadaan cabor-cabor andalan di daerah yang perlu didukung pembinaannya.

Dia meminta agar ada kolaborasi antara KONI Propinsi, DPRD Propinsi dan Dispora Kalbar dalam mengoptimalkan keberadaan stake holders di kabupaten kota, baik itu Dispora Kabupaten Kota maupun KONI Kabupaten Kota.

Mengenai retribusi beberapa pemakai lahan di wilayah GOR Pangsuma, menurut Syawal, akan ditinjau kembali. Seperti retribusi kolam renang Oevang Oeray yang menurutnya, terlalu kecil. Kemudian keberadaan PDAM di wilayah GOR yang memang menurutnya, memakai luas lahan begitu besar. “Dalam waktu dekat akan kita tinjau ulang dan akan kami bicarakan dengan pihak PDAM dan pengelola Kolam Renang Ooevang Oeray,” ungkap dia.

Sementara itu, Ketua Komisi V, DPRD Propinsi, Markus Amid, menyambut baik dengar pendapat yang baru pertama kali dilaksanakan antara Komisi V dan KONI Kalbar. Menurutnya, silaturahmi ini harus terus berlanjut agar tercipta hubungan yang semakin harmonis antara pihak KONI, Dispora Kalbar dan DPRD Propinsi.

Menurut Markus Amid, dirinya akan berusaha mendorong ke Pemerintah Propinsi agar keluarnya anggaran KONI untuk kebutuhan PON dipercepat. Dia memaklumi bahwa kebutuhan anggaran yang dipinta KONI terkait PON dalam jumlah yang wajar. Karena dalam anggaran yang diajukan KONI sebesar kurang lebih 34 milyar, KONI juga menyampaikan kebutuhan bagi atlet peraih medali yang harus diberikan bonus. Belum lagi jumlah atlet yang lebih banyak dari PON sebelumnya.

“Kami akan perjuangkan ini dan kami harap Pemerintah Propinsi, khususnya Pak Gubernur Cornelis juga mendukung rencana KONI untuk meraih kembali target di posisi papan tengah klasemen peringat PON dengan minimal raihan tujuh medali emas,” ungkap dia. (bdi)

Berita Terkait