Dorr.. Dua Jambret Roboh

Dorr.. Dua Jambret Roboh

  Sabtu, 14 November 2015 09:14
PENANGANAN MEDIS: Satu dari empat tersangka pelaku penjambretan terhadap Anggota DPRD Kalbar dilumpuhkan. Terlihat tersangka sedang dalam penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kalbar. MEIDY KHADAFI/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PONTIANAK - Kerja keras polisi untuk mengungkap pelaku pencurian menggunakan senjata tajam dengan korban istri Wakil Bupati Landak Maria Lestari membuahkan hasil. Empat dari lima pelaku berhasil diringkus di tiga tempat berbeda.Dua pelaku terpaksa ditembak, lantaran berusaha melarikan diri, saat akan dilakukan penangkapan. Para pelaku pun diketahui, merupakan pelaku kejahatan kambuhan.

Kapolresta Pontianak Kombes Tubagus Ade mengatakan penangkapan terhadap empat pelaku berawal dari tertangkapnya pelaku penadah barang curian F alias O pada Selasa 10 November lalu.Dia menjelaskan tersangka F menguasai satu unit telepon genggam milik korban yang berstatus sebagai anggota DPRD Kalbar. "Dari keterangan penadah, anggota Jatanras melakukan pengembangan sehingga akhirnya dapat dilakukan penangkapan terhadap pelaku utamanya yakni Wr," kata Tubagus.

Kapolresta menambahkan Wr ditangkap di  Mempawah. Dari tangannya diamankan barang bukti dua unit telepon genggam. "Pengakuan Wr aksi pencurian itu dilakukan bersama-sama dengan tiga pelaku lainnya yakni Mh, Sy dan Il," ucapnya.Tubagus menuturkan dari keterangan pelaku utama langsung dilakukan pengembangan sehingga dapat dilakukan penangkapan terhadap Mh dan Ag (yang menjualkan barang hasil curian) di Tayan, Kabupaten Sanggau serta Sy yang ditangkap di rumahnya di Tanjung Raya, Pontianak Timur.

Sementara, menurut Tubagus, saat pelaku lainnya, yakni  IL sampai saat ini masih dalam pengejaran dan akan segera diterbitkan surat daftar pencarian orang. "Dua pelaku terpaksa dilumpuhkan, karena berusaha melawan anggota dan hendak melarikan diri," sambungnya.Dia menyatakan aksi para pelaku itu dilakukan pada Senin 2 November lalu sekitar pukul 18.15 dengan jumlah pelaku dua orang. Keduanya menggunakan sepeda motor dan menghampiri korban sesaat setelah  turun dari mobil di depan rumah. "Modus kawanan ini berpura-pura menanyakan alamat seseorang, kemudian tiba-tiba pelaku mengeluarkan dan menodongkan sebilah pisau ke arah  korban," ungkapnya.

Tubagus menuturkan setelah korban ketakutan, para pelaku lalu  merampas tas milik korban yang berisikan, lima telepon genggam,  beberapa perhiasan emas, uang tunai sejumlah Rp2,8 juta. Dengan total kerugian kurang lebih Rp40 juta. “Pisau yang digunakan tidak hanya untuk mengancam, jika korban melawan, pelaku tak segan-segan melukai korbannya,” tuturnya.

Dari tangan para tersangka barang bukti yang berhasil diamankan, empat telepon genggam milik korban dan satu unit sepeda motor yang digunakan sebagai sarana untuk melakukan kejahatan. "Para tersangka dikenakan pasal 365 dengan ancaman pidana penjara sembilan tahun," tegas, Tubagus.Kapolresta berharap pada proses persidangan nanti, para pelaku dapat diberi hukuman yang setimpal dan menjerakan. Karena kesemua tersangka, merupakan penjahat kambuhan yang selalu mengulangi perbuatannya.

Sementara itu, Polsek Pontianak Selatan telah menetapkan seorang pegawai negeri sipil di Pemerintah Kota Pontianak berinisial Rs sebagai tersangka pelaku penganiayaan terhadap mahasiswi Widya Dharma, Veronica.Dari informasi yang dihimpun, penetapan Rs sebagai tersangka, karena polisi telah memiliki bukti penganiayaan yang dilakukan pelaku terhadap korban di dekat gedung Auditorium Universitas Tanjungpura pada Senin (9/11) malam.

Kapolresta Pontianak Kombes Tubagus Ade menyatakan dengas tegas bahwa kasus tersebut akan diproses sesuai dengan hukum. “Tersangka akan dikenakan pasal 351 tentang penganiayaan, dengan ancaman pidana penjara tiga tahun,” tegas Tubagus.Dia menjelaskan, untuk kasus tersebut, di dalam pasal yang dikenakan ada kriteria apakah yang dilakukan tersangka penganiayaan berat atau ringan tentu harus didalami lebih lanjut. “Yang jelas, identitas pelaku dan keberadaannya sudah diketahui,” ucapnya.

Menurut Kapolresta, saat ini tersangka belum dilakukan penahanan karena ada petimbangan penyidik kepada yang bersangkutan.  Tetapi tidak menutup kemungkinan, untuk memenuhui rasa keadilan masyarakat, maka yang bersangkutan dapat ditahan.Sebelumnya, Veronica, mahasiswa Widya Darma menjadi korban penganiayaan yang dilakukan pengemudi mobil berwarna merah dengan nomor polisi KB 777 HX. Korban diludahi dan dipukul di bagian muka hingga berdarah, ketika berada tak jauh dari Gedung Auditorium Untan, Senin (9/11).

Mahasiswi asal Singkawang tersebut pun resmi melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Pontianak Selatan. Korban, Veronica menuturkan kasus penganiayaan yang dialaminya berawal ketika ia hendak pulang kuliah dari kampusnya di Jalan Merdeka. Ia yang menggunakan sepeda motor, hendak pulang. Namun saat dalam perjalanan tepat di jalan utama depan kampus, sebuah mobil merah membunyikan klakson tanda meminta dirinya untuk menepi. (adg)

Berita Terkait