Dorong Srikandi Maju

Dorong Srikandi Maju

  Selasa, 29 March 2016 09:01
Sutarmidji

Berita Terkait

MESKI pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pontianak (Pilwako) baru akan berlangsung dua tahun lagi, namun sudah banyak beredar nama-nama bakal calon atau kandidat di tengah masyarakat. Diharapkan para srikandi atau tokoh-tokoh perempuan juga bisa ikut tampil dalam pemilihan pada tahun 2018 tersebut.

Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyayangkan sampai saat ini nama-nama yang sudah beredar belum ada dari kalangan perempuan. “Saya berharap dan mendorong kaum perempuan dan tokoh-tokoh perempuan di Kota Pontianak bisa tampil dalam pemilihan wali kota mendatang. Jangan hanya sekadar menjadi penonton,” katanya, Senin (28/3).

Dia mengimbau agar jajaran birokrasi Pemkot Pontianak tidak sungkan-sungkan untuk mencalonkan diri sebagai wali kota. Keinginan agar kaum hawa bisa ikut tampil di kancah politik juga lantaran dia menilai banyak kaum perempuan yang mumpuni serta tidak kalah dengan kaum pria.

Orang nomor satu di Kota Pontianak ini sempat menyebutkan beberapa kaum hawa dari kalangan birokrat yang dinilai berhasil memimpin Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di jajaran Pemkot Pontianak.

Di antaranya Zumiyati yang saat ini menjabat sebagai Inspektur Kota Pontianak. Dimana sebelumnya juga pernah menduduki jabatan camat, Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Kepala BKD dan Asisten Pemkot.  

Kemudian ada Syarifah Adriana yang kini menjabat sebagai Kasatpol PP, sebelumnya juga pernah bertugas sebagai Kepala Dinas Perhubungan. Lalu ada pula Utin Sri Lena Candramidi yang saat ini menjabat sebagai Kadishubkominfo. Menurutnya Utin sukses meniti karir sejak menjadi lurah Darat Sekip, Camat Pontianak Selatan, Kasatpol PP, Kadis Kebersihan dan Pertamanan serta Kadisperindagkop dan UKM. 

“Ketiga kepala SKPD itu sudah teruji kepemimpinannya dan mereka juga tegas dalam melaksanakan tugas,” pujinya. 

Sutarmidji juga menilai selain kalangan perempuan yang disebutkannya, beberapa pejabat Pemkot dari kalangan pria pun dirasa banyak yang mumpuni untuk mencalonkan diri sebagai wali kota mendatang. 

Dia menyebut ada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ismail yang diakuinya telah berhasil menata ruas-ruas jalan dan berbagai hal lain sesuai tupoksinya. Kemudian Sekda Kota Pontianak Mochamad Akip, yang akan berakhir masa jabatannya tahun ini. “Bisa saja mereka bergabung ke partai politik yang mungkin meliriknya sebagai salah satu calon,” ucapnya.

Dia pun menyarankan sosialisasikan sejak dini tentu akan lebih baik. Sebab kurun waktu dua tahun bukan waktu yang lama. “Bayangkan, Ahok saja sudah sosialisasi sejak satu tahun lalu. Dua tahun bagi calon yang belum pernah berkecimpung di dunia politik, sosialisasi itu penting supaya elektabilitasnya bisa betul-betul mumpuni,” ujarnya menyarankan.

Sutarmidji menuturkan, masih banyak kader-kader yang dinilai mumpuni untuk tampil dalam kancah pemilihan wali kota. Termasuk beberapa camat, di antaranya Titin Subekti, Camat Pontianak Tenggara. Dikatakan dia dari sisi administrasi pemerintahan kinerja Titin dinilai baik. 

Lalu ada Camat Pontianak Selatan Atalia Omri serta Plt Camat Pontianak Barat Sefri Kurniadi yang masih berusia muda. Semuanya dinilai menunjukkan kinerja yang baik. “Saya berharap mereka berani tampil dan berani menyatakan diri siap maju sehingga partai juga sudah mulai melirik. Kalau misalnya partai tidak memilki kader yang dianggap mampu bersaing, lebih baik dukung yang potensi untuk menang,” imbuhnya. (bar)

Berita Terkait