Dorong Program Masyarakat Bebas Api

Dorong Program Masyarakat Bebas Api

  Selasa, 20 September 2016 09:44

KEBAKARAN hutan dan lahan menjadi isu yang besar di Indonesia saat ini. Hal ini menjadi perhatian khusus semua sektoral. Tidak hanya pemerintah pusat dan daerah, tetapi juga masyarakat dan  investor. Salah satunya adalah koorporasi perkebunan kelapa sawit. Hal ini juga menjadi perhatian oleh salah satu perusahaan koorporasi yang ada di Kabupaten Ketapang yakni, PT Lestari Abadi Perkasa (PT LAP) dan PT Mentari Pratama (PT MP).

 
Melalui program “Masyarakat Bebas Api”, PT LAP dan PT MP, baru-baru ini menyalurkan alat-alat pemadam api kepada beberapa desa di sekitar perusahaan. Penyaluran bantuan disampaikan di 3 tempat yang berbeda yakni, Kecamatan Nanga Tayap, Kecamatan Pemahan dan Kecamatan Tumbang Titi.

Pada saat penyaluran bantuan, Coorporate Affair PT LAP dan PT MP, Sahat Michael Siregar, mengatakan, PT LAP menyalurkan peralatan pemadaman kepada 10 desa yakni, Desa Betenung, Pateh Benteng, Cegolak dan Desa Batu Mas di Kecamatan Tumbang Titi. Kemudian Desa Pebihingan dan Desa Kerta Baru di Kecamatan Pemahan. Serta Desa Pengatapan Raya, Batu Tajam, Sepuring Indah dan Desa Aur Gading di Kecamatan Tumbang Titi.

Sementara untuk PT MP menyalurkan bantuan kepada 11 desa. Desa Tumbang Titi, Titi Baru, Jelayan, Natai Panjang, Suka Damai, Tanjung Maloi, Batu Beransah, Serengkah Kanan, Serengkah Kiri, Tanjung Beulang dan Desa Beringin Rayo. “Kami memusatkan pemberian di kecamatan yang disaksikan oleh Camat, Kapolsek dan Danramil di masing-masing kecamatan,” kata Sahat.

Sebelumnya, pihkanya juga sudah melakukan beberapa kali sosialisasi terkait pencegahan dan penanggulangan karhutla, serta pelatihan kepada masing-masing pleton desa yang telah dibentuk sebelumnya yabg bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Ketapang dan BPBD Ketapang pada bulan Juli 2016. “Terakihir, kami juga telah sepakat dengan 20 desa yang ada di sekitar PT LAP dan PT MP dengan membuat MoU untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Apabila dalam 1 tahun kedepam di wilayah desa tersebut tidak terjadi kebakaran dan diverifikasi oleh TIM Penilai dari Pemerintah Daerah Ketapang, maka kami akan memberikan reward berupa pembangunan senilai Rp25 juta,” jelasnya.

Penyaluran mesin ini juga sebagai salah satu bentuk kerjasama dengan desa-desa tersebut selain dari program CSR PT LAP dan PT MP. Tujuannya, apabila ada kebakaran yang tidak bisa dihindarkan, sebagai tindakan pertama maka alat-alat tersebut dapat dipergunakan untuk pemadaman awal. Mengingat keberadaan wilayah sebagian besar desa tersebut cukup jauh dari wilayah operasional perusahaan kami. Jika tidak dapat segera ditanggulangi, maka tim Pemadam Kebakaran PT LAP dan PT MP siap membantu pihak desa dalam pemadaman kebakaran.

“Harapan kami untuk kebakaran tahun ini di Ketapang dapat berkurang mengingat dampak kabut asap sangat tidak baik untuk kesehatan yang mana dapat menimbulkan penyakit ispa, terganggunya penggunaan transportasi yang berdampak pada ekonomi,” ungkap Sahat.

Ditempat yang sama, Danramil Nanga Tayap, Kapten Inf Samsu Alam, menghimbau untuk tidak membakar lahan. Karena sudah tegas diatur dalam undang-undang. “Hal ini bukan berarti bahwa kami melarang masyarakat untuk berladang, namun untuk membuka ladang kami harap masyarakat dapat lebih cermat memilih caranya,” pesannya. “Saya juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT LAP dan PT MP atas kegiatan penyaluran alat pemadam kebakaran ini,” tambah Samsu.(afi)