Dorong Legalitas Desa Terkait Hutan dan Lingkungan

Dorong Legalitas Desa Terkait Hutan dan Lingkungan

  Sabtu, 14 May 2016 14:44
MIRZA/PONTIANAKPOST BERDAYA: Aktivitas Sampan dalam memberdayakan wilayah pesisir Kubu Raya.

Berita Terkait

Desa Sungai Nibung awal Sampan Kalimantan memulai cerita. Tahun 2009 terbentuk, aktivitas organisasi ini konsen wilayah pesisir. Kini, tempat itu digunakan sebagai rencana program Sampan membuat berbagai inovasi

MIRZA AHMAD MUIN, Pontianak

PUKUL tiga Sore, puluhan staf Sampan Kalimantan sampai di dermaga Rasau Jaya. Kebetulan hari itu, tim Sampan berencana berangkat ke Desa Sungai Nibung, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, untuk melanjutkan perencanaan program Sampan  yang  sebelumnya sudah dilakukan di Pontianak, 12-14 Mei 2016. Salah satu bahasan, yaitu terkait isu-isu TKHL dalam pemerintahan Jokowi-JK.

Untuk ke sana, ada dua pilihan alternatif. Pertama menggunakan kapal klotok dan speedboat. Inisiatif Tim Sampan membagi dua kelompok. Sebagian kecil naik speedboat dan sisanya menggunakan kapal klotok. Kapal klotok digunakan untuk membawa perlengkapan yang menjadi keperluan di desa penghasil ikan itu.

Saya ikut kapal kelotok itu. Jika cuaca bagus, diperkirakan lima jam perjalanan akan sampai. Satu jam perjalanan, kapal kami diguyur hujan. Cuaca yang tadinya cerah, tiba-tiba berubah menghitam, angin cukup kuat. Dampaknya, gelombang lumayan tinggi. Melihat situasi itu, juru kemudi kapal memilih memperlambat kecepatan kapal untuk menghindari dari hal tak diinginkan.

Melihat awan gelap, hujan dan percikan kilat di bibir laut bikin nyali kecut. Untungnya cuaca itu tak berlangsung lama, sekira satu jam, hujan pun berhenti sekira pukul lima sore. Perjalanan pun berlanjut terus hingga beranjak malam.

Kapal yang kami gunakan mengalami kerusakan di bagian lampu depan. Alhasil, dua jam perjalanan malam itu tanpa lampu sorot. Rasa khawatir melihat kapal jalan tanpa lampu, membuat salah satu ABK kapal berinisiatif turun ke mulut kapal membuat lampu penerang. Sedikit banyak, tindakan tersebut membantu nahkoda. Merasa aman, sesekali lampu dimatikan dan kapal berjalan tanpa penerang. Hal itu dilakukan berulang sampai kami tiba di Desa Sungai Nibung.

Pukul tujuh malam, rombongan sampai ke Desa Sungai Nibung. Kepala Desa Sungai Nibung, Syarif Ibrahim menyambut kami.

Puskesmas pembantu dan rumah warga jadi tempat menginap kami. Beristirahat sebentar, tak lama seluruh staf menuju Pondok Informasi Kelompok Infrastruktur Bina Lestari, untuk pembahasan awal penyusunan program Sampan. Tempatnya tak jauh dari tempat penginapan.

Direktur Sampan Kalimantan, Fajri Nailus mengatakan, Desa Sungai Nibung adalah cikal bakal Sampan berjalan. Terbentuknya Sampan 2009 bukan tak Berkendala. Banyak pergulatan. "Berdirinya Sampan melalui pergulatan aktivitas aktivis lingkungan yang mulai konsen fokus isu pesisir. Mayoritas kami dari Walhi," ucapnya.

Dipilihnya Desa Sungai Nibung sebagai tempat menjalankan program Sampan bukan tak bersebab. Banyak masalah di wilayah pesisir membuat Fajri dan aktifis lingkungan konsen di dalamnya. "Desa itu kita namakan bentang Tanjung Bunga. Wilayahnya mulai dari Kuala Karang, Sungai Nibung, Sepok Laut dan Dabong, Konsennya, penyelamatan kawasan pesisir termasuk hutan mangrove," tegasnya.

Selain konsen penyelamatan kawasan hutan mangrove, pihaknya juga konsen dalam penyelesaian persoalan masyarakat desa, seperti akses masyarakat terhadap hutan lindung terkait legalitas formalnya belum ada. Hal-hal seperti ini terus di dorong agar kelegalan secara izin tercipta sebagai hak akses masyarakat.

Pihaknya juga memberi penyuluhan ke masyarakat, seperti informasi peraturan UU bagaimana peluang masyarakat mengakses kawasan hutan ke masyarakat secara legal. Promosi alam lestari, pemetaan desa dan bagaimana membangun desa agar ke depan lebih baik.

Saat ini beberapa pengajuan legalitas desa dalam upaya pengesahan. Sebagai tindak lanjut, pihaknya tengah merancang strategic planning Sampan ke depan agar lebih baik. "Dorongan hutan desa HKM dan lainnya tidak terlepas dari latar belakang kita di awal-awal, sehingga kami memilih tempat ini sebagai perencanaan program Sampan," terangnya.

Syarif Ibrahim, Kepala Desa Sungai Nibung mengatakan, Sampan masuk ke wilayahnya 2012. "Sampan banyak berbuat untuk kami. Salah satunya mereka terlibat dalam konteks legalitas keadaan Desa terkait hal-hal kehutanan dan lingkungan. Selain itu mereka aktif membantu penyuluhan. Ini sedikit banyak membantu kami, semoga terus dilakukan, karena banyak dampak positifnya," ucap dia.(*)

 

Berita Terkait