Dorong Deteksi Dini Kanker

Dorong Deteksi Dini Kanker

  Rabu, 12 Oktober 2016 09:30
Iriana Jokowi

Berita Terkait

JAKARTA – Berdasar data Kementerian Kesehatan, setiap jam ada satu orang yang meninggal karena kanker serviks. Kondisi yang sangat buruk. Ibu Negara Iriana Joko Widodo pun tergerak untuk turun memeranginya. 

Kemarin (11/10) Iriana bersama Mufidah Jusuf Kalla (istri Wakil Presiden Jusuf Kalla) mendatangi lima puskesmas di Jakarta untuk menyosialisasikan pencegahan terhadap kanker leher rahim. ”Beri tahu ke teman-temannya untuk tes IVA (inspeksi visual dengan asam asetat). Jangan takut dan jangan malu ya, Bu,” tutur Iriana kepada pengunjung Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo. 

Kepada pihak puskesmas, Iriana berpesan agar mereka lebih gencar dalam melakukan sosialisasi. Mereka harus jemput bola. Sebab, tidak semua warga memiliki kesadaran yang baik untuk melakukan pencegahan. 

Di Indonesia, prevalensi penyakit kanker cukup tinggi. Berdasar data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1.000 penduduk atau sekitar 347.000 orang. ”Penyakit kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim,” ucap Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi.

Kegiatan deteksi dini pada perempuan itu, jelas Oscar, berlangsung hingga 19 Oktober 2016. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pencanangan peningkatan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker pada perempuan oleh ibu negara di Kulon Progo pada 2015.

Selain Puskesmas Pasar Rebo, Puskesmas Pasar Senen juga dikunjungi Iriana. Dokter Kristy Wathini, kepala Puskesmas Pasar Senen, menyatakan, banyak kasus kanker serviks yang sulit diobati karena sudah stadium lanjut. Pasien baru periksa setelah muncul keluhan. ”Seharusnya, sebelum ada keluhan, rutin periksa untuk mengurangi risiko,” tuturnya. (byu/mia/c9/ang)

 

Berita Terkait