Dorong Beri Rasa Aman, Kades Berharap Warga Pulang

Dorong Beri Rasa Aman, Kades Berharap Warga Pulang

  Jumat, 12 Agustus 2016 09:55
DISKUSI: Kades dan warga berdiskusi dengan perwakilan Komnas HAM. ISTIMEWA

Berita Terkait

Sejumlah kepala desa dan masa dari beberapa desa di Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya mendatangi Kantor Perwakilan Komnas HAM Kalbar pada Rabu (10/8).

 
****

KEDATANGAN mereka ingin bertatap muka, bertemu langsung dengan para pengungsi dan melakukan koordinasi menindaklanjuti pertemuan dengan Komisi I DPRD Kalbar sehari sebelumnya.

Sayangnya sempat menunggu beberapa puluh menit di depan kantor perwakilan Komnasham Kalbar, perwakilan beberapa kepala desa dan masyarakat sempat tertahan di depan. Rupanya mereka tidak dizinkan masuk semua. Kebetulan pada jam yang sama, perwakilan dari Komnas HAM Pusat ikut hadir di sana. Situasi sempat tegang, ketika perwakilan Komnasham pusat berbicara kepada kerumuman masa.

Para kades meyakinkan bahwa kedatangan mereka ingin mencari solusi terhadap warga yang mengungsi. ”Kedatangan kami bukan untuk apa-apa, tetapi memang ingin berkoordinasi dan mencari jalan keluar bersama sejumlah perwakilan Komnas HAM di Kalbar. Tujuannya supaya masyarakat pulang kampung,” ujar Haidi M Saad, Kepala Desa Mengkalang yang hadir di sana.

Namun, permintaan kepala desa tak semuanya ditanggapi. Perwakilan Komnas HAM langsung menimpali bahwa jangan mau diadu domba. ”Utamakan kepentingan masyarakat. Jangan mau diadudomba. Kalian dapat apa?” kata perwakilan dari Komnas HAM pusat.

Karena tegang beberapa kades dan perwakilan masa akhirnya ikut bersuara. Untuk menenangkan suasana, aparat kepolisian yang sudah berjaga juga ikut menengahi keamanan agar hal-hal tak diinginkan terhindar.

Perwakilan Komnas HAM hanya mengizinkan para kepala desa masuk. Sementara yang lainnya dilarang masuk. Pertemuan dilakukan tertutup dan beragam media tidak dizinkan meliput secara langsung. “Mohon maaf mas, pertemuan tertutup ya,” kata salah satu penjaga di ruang rapat.

Pertemuan yang berlangsung sejak pagi pukul 10.00, berlangsung hingga siang menjelang sore. Hanya salah satu kades yakni Dadang dari Desa Sungai Selamat keluar. Sementara yang lainnya seperti Kades Dabong (Purwanto) Kades Mengkalang (Haidi M. Saad), Kades Seruat III (Abdulrahem), dan Kades Pelita Jaya (Mardi) masih berada di dalam.

Dadang mengatakan bahwa kedatangan para kedes karena terpanggil ingin melihar warga yang mengungsi dan kabarnya dari sembilan desa. “Mereka bertahan di kantor perwakilan Komnas HAM Kalbar. Makanya kami ke sini untuk berkoordinasi terkait pemulangan warga,” ujarnya.

Menurutnya, setelah melihat langsung, pertama adalah rasa prihatin mendalam dan ucapan terima kasih kepada para pihak yang telah membantu dan melayani masyarakat. Hanya, lanjutnya, ia ingin menegaskan bahwa selama ini terjadi kesimpangsiuran pemberitaan. Katanya warga yang mengungsi berasal dari sembilan desa.

”Ternyata ketika dicek tidak benar. Yang ada dari dua desa besar yakni Desa Mengkalang dan Desa Olak-Olak Kubu,” ucapnya.

Setelah meninjau langsung para kades menyimpulkan bahwa warga yang mengungsi berniat baik dalam artian memastikan hasil kesepakatan di Komisi I yakni para warga hari ini (kemarin) harus pulang.

”Makanya kami mendorong seluruh pihak membuat rasa aman mereka. Sangat disayangkan ternyata mereka masih trauma untuk kembali. Ada merasa ketakutan sehingga tadinya ada kesepakatan pulang namun enggan pulang,” tuturnya.

Terkait hal ini, Dadang meyakinkan bahwa seluruh pihak harus mendudukan persoalan pada tempat sebenarnya. Kepada rekan-rekan media diharapan juga melakukan semacam pendidikan ke masyarakat, meskipun sangat wajar era sekarang adalah keterbukaan informasi.

“Hanya perlu saya tegaskan bahwa warga 9 desa di tempat kami justru tak ada masalah. Masalahnya hanya isu menguak ke permukaan terkait sengketa lahan perusahaan,” ujarnya.

Dadang bersama kades lainnya meminta lahan disengketakan dua perusahaan agar diusut tuntas hingga selesai. Jangan sampai warga dikorbankan. Yang belum ada titik temu segera selesaikan sehingga persoalan tidak berlarut. Kepada pihak yang membela dan mengatasnamakan warga juga dihimbau menghargai kerja pemerintah setempat.

”Jangan sedikit-sedikit gerakan dan mengatasnamakan warga,  memancing isu dan konflik besar. Masalahnya apa yang dikatakan melakukan sweeping cenderung tak benar,” ujarnya.

Ia pun bercerita bahwa kejadian warga mengungsi hanya bersifat isidentil saja dimana ada dua kelompok bersebelahan tinggal dan berseberangan. Untung saja ada pihak aparat keamanan menegahkan sehingga hal-hal tak diinginkan tak terjadi.

Kepala Desa Pelita Jaya, Mardi yang melihat langsung warga juga membantah ada warga dari desanya mengungsi ke Komnas HAM Kalbar akibat kejadian sebelumnya. ”Tidak ada warga saya. Saya sudah cek semua. Saya tak tahu asalnya darimana,” ucap dia.(den)

Berita Terkait