DOMINASI QUEEN BEY

DOMINASI QUEEN BEY

  Rabu, 31 Agustus 2016 09:30
SUPERSTAR: Beyonce saat menerima penghargaan untuk kategori Video of the Year. REUTERS/LUCAS JACKSON

Berita Terkait

Raih Delapan Trofi dan Performance Super 

NEW YORK – Queen Bey is literally a queen. Beyonce menguasai pergelaran MTV Video Music Awards (VMAs) 2016 pada Minggu malam waktu setempat atau kemarin pagi WIB. Masuk nominasi di sebelas kategori, mantan personel Destiny's Child itu memenangi delapan di antaranya. Termasuk penghargaan tertinggi, Video of the Year, untuk video Formation. 

”Saya mendedikasikan award ini untuk penduduk New Orleans. Tuhan memberkati kalian,” ucapnya dalam acceptance speech seperti dikutip Reuters. Kota di Louisiana yang berada di tepi Sungai Mississippi itu tengah terkena bencana banjir. Sebanyak 140 rumah terendam dan penduduknya mengungsi. 

Beyonce juga mendapat award Best Female Video untuk klip Hold Up serta Best Pop Video untuk Formation (selengkapnya lihat grafis). Total, sejak going solo kali pertama pada 2003, dia sudah mengumpulkan 24 trofi MTV VMAs. Itu rekor. Mengalahkan torehan Madonna yang membukukan 20 penghargaan. 

Pergelaran MTV VMAs di Madison Square Garden, Manhattan, Senin pagi WIB memang tampak seperti ajang show pribadi Beyonce. Hampir seluruh mata tertuju kepadanya. Sejak dia tiba di white carpet hingga acara berakhir, semuanya tentang istri raper Jay Z tersebut. 

Jauh sebelum acara dimulai, Queen Bey sudah mencuri perhatian. Dia datang dengan menggandeng Blue Ivy, putri imutnya yang berumur empat tahun. Keduanya kompak tampil dreamy dengan gaun berdetail bling-bling. Beyonce mengenakan dress rancangan Francesco Scognamiglio plus perhiasan yang didesain Lorraine Schwartz. Jika ditotal, penampilan top to toe pemilik 20 trofi Grammy Awards itu mencapai lebih dari USD 12,5 juta atau Rp165,9 miliar!

Sementara itu, dress Blue Ivy lebih ekonomis. Dress tiga dimensi rilisan label Mischka Aoki itu ”Cuma” USD 11 ribu. Setara dengan Rp146 juta. Blue Ivy tampaknya mewarisi sikap diva sang bunda. Di white carpet, dia tampak bosan dan ogah berlama-lama berpose untuk fotografer. Dia menggoyang-goyangkan tangan tanda tak setuju ketika Beyonce berhenti untuk berpose. 

Setelah ”mengungsikan” si kecil, Beyonce kembali stunning di white carpet. Dia seakan mengulang momen entrance Taylor Swift tahun lalu, yakni membawa skuad. Bedanya, Beyonce membawa pesan khusus. Pasukan yang bersamanya adalah para perempuan perkasa. Misalnya, model dengan kelainan vitiligo Winnie Harlow yang bertahan di industri fashion meski kulitnya tak sempurna. 

Queen Bey juga membawa tamu spesial. Yakni, Wanda Johnson, Gwen Carr, Sybrina Fulton, dan Lesley McSpadden-Head. Empat perempuan kulit hitam itu merupakan ibu korban penembakan oleh polisi beberapa waktu lalu. Mereka juga merupakan bagian dari visual album Beyonce, Lemonade. Di white carpet, mereka memegang foto anak masing-masing yang tewas.

Lemonade pun menjadi ladang piala buat penyanyi 34 tahun itu. Sejak debut single Formation pada halftime Super Bowl Februari lalu, album keenamnya itu memang menjadi pusat perhatian. 

Album tersebut mengangkat banyak tema. Mulai parenthood, kampanye Black Lives Matter, hingga perselingkuhan. Di video Formation, Beyonce terinspirasi bencana badai Katrina pada 2005, budaya komunitas Creole (penduduk multietnis dan keturunan) di Louisiana, serta kasus penembakan oleh polisi di New Orleans. Singkatnya, an album with purposes.

Beyonce bukan cuma tentang entrance dan piala. Di MTV VMAs, penampilannya adalah yang paling ”wah”. Dia membawakan lima lagu dari album teranyarnya. Yakni, Pray You Catch Me, Hold Up, Sorry, Don't Hurt Yourself, dan Formation. Live dengan panggung penuh api dan dancer. Penampilan supermegah itu membuat comeback Britney Spears terasa hambar. (MTV/Billboard/fam/c11/na)

 

Berita Terkait