Dolores O’Riordan Berpulang

Dolores O’Riordan Berpulang

  Rabu, 17 January 2018 10:00
Vokalis The Cranberries

Berita Terkait

WHEN SHE’S GONE...

LONDON – Dan Waite, managing director label rekaman Eleven Seven, begitu gembira ketika membuka pesan suara yang masuk ke ponselnya Minggu malam. Dari Dolores O’Riordan. Dia sedang di London untuk beberapa agenda rekaman. Salah satunya berkolaborasi dengan band indie Bad Wolves. Mereka akan membuat cover lagu The Cranberries yang paling hit, Zombie.

Betapa kagetnya Waite ketika Senin pagi mendapat kabar bahwa O’Riordan meninggal. 

’’Dia terdengar sangat bersemangat di voice mail itu. Sangat penuh energi,’’ ungkap Waite kepada People. ’’Dia bilang sangat suka dengan Zombie versi Bad Wolves. Dia tak sabar bertemu dengan semua orang di studio dan memulai rekaman. Lalu, kami bercanda. Dia ingin berkunjung ke rumahku dan berjumpa istriku pekan ini,’’ tuturnya penuh sesal. 

Seluruh dunia merasakan hal yang sama dengan Waite. Shocked. Kabar kematian frontwoman The Cranberries itu tak hanya mengagetkan, tapi juga mengguncang. Juga sedih karena –sekali lagi– kita kehilangan salah satu talenta istimewa. Penyanyi dengan suara yang sangat khas, sangat unik (beberapa pengamat musik menyebutnya haunting, menghantui) dengan lagu-lagu yang selalu menyentuh jiwa banyak orang.

Perempuan kelahiran Limerick, Irlandia, 6 September 1971, itu ditemukan meninggal di Hilton Park Lane, London, Senin pukul 09.05 waktu setempat. Hingga hampir 12 jam setelah itu, pihak kepolisian belum juga bisa memastikan penyebab kematiannya. Tiga rekan O’Riordan di The Cranberries, Noel Hogan, Fergal Lawler, dan Mike Hogan, menyampaikan rasa duka via Twitter.

’’Kami terguncang akibat kepergian sahabat kami, Dolores. Dia adalah talenta luar biasa dan kami merasa terhormat bisa jadi bagian hidupnya sejak 1989 ketika kami memulai The Cranberries,’’ cuit mereka.

Fans berspekulasi, penulis hit Linger dan Ode to My Family itu meninggal lantaran fase depresi gangguan mental yang diidapnya. O’Riordan pernah menyatakan, dirinya mengalami trauma semasa kecil yang berpengaruh hingga dirinya dewasa. Dia bilang, gangguan itu diperparah oleh karirnya yang melejit bersama The Cranberries. Saat debut, usianya baru 18 tahun.

’’Siapa pun yang tenar dengan cepat, di usia muda pula, kalian akan jadi ’korban’. Kalian melalui hidup dengan sangat cepat dan melewatkan banyak hal ketika muda,’’ paparnya sebagaimana dikutip Metro pada 2012. Pada 2013, dia berpisah dari suami yang menikahinya pada 1994, Don Burton.

Pada masa yang berat tersebut, penyanyi yang lengkingan suaranya di Zombie dan Animal Instinct tak akan pernah kita lupakan itu kembali ke kampung halamannya. Dia mengaku pernah berusaha bunuh diri. Setahun berselang, dia dan Burton resmi bercerai. Setelah itu, dia sempat dituntut lantaran melawan dan melecehkan petugas Bandara Shannon, Irlandia. 

Pada 2015, O’Riordan didiagnosis mengidap gangguan bipolar. ’’Aku cukup lama berada di spektrum hypomanic. Namun, tidak ada yang tahu kapan fase itu berakhir dan berganti ke depresi dan titik terendah hidupku,’’ paparnya ketika diwawancarai Daily Mail.

Dalam wawancara dengan Metro pada 2015, dia menyatakan, dengan pengobatan dan terapi yang didapat, kondisinya semakin baik. Bahkan, setahun pascavonis, dia merilis album bersama D.A.R.K, proyek band yang dimotori basis The Smiths Andy Rourke dan Ole Koretsky.

’’Aku merasa sangat baik dan sehat. Sangat positif pada tahun-tahun mendatang. Aku punya beberapa album yang sedang kugarap. Aku mulai kerja lagi,’’ ucap O’Riordan sebagaimana dikutip Daily Mail. Sayang, pada 2017, kondisinya kembali drop. Jadwal tur bersama The Cranberries yang sudah direncanakan terpaksa dibatalkan.

Kepergian mendadak O’Riordan tentu jadi pukulan buat orang-orang terdekatnya. ’’Dia dan pengobatannya berjalan lancar. Jadi, kabar ini sangat mengagetkan,’’ kata Brigid Teefy, seorang teman keluarga. 

Teefy mengenang mendiang sebagai sosok yang rendah hati. ’’Dolores tidak pernah minta didampingi bodyguard saat pulang ke Limerick. Dia tetap santai berlari atau joging,’’ imbuhnya sebagaimana dikutip Daily Mail.

Dalam kepulangan ke kampung halamannya akhir 2017, O’Riordan juga sempat berlatih di venue acara musik Dolans Warehouse. ’’Dia berencana manggung di sini secepatnya. Namun, belum ada kepastian karena saat itu dia sedang sakit punggung,’’ ucap Neil Dolan, anak pemilik venue itu, sebagaimana dikutip Irish News.

Jenazah O’Riordan akan dimakamkan di Limerick. Penghormatan terakhir dilaksanakan di kantor pusat Limerick City and County mulai kemarin pagi waktu setempat. 

Presiden Irlandia Michael D. Higgins menyatakan, musisi dengan gaya rambut pixie itu membawa dampak besar buat Irlandia. ’’Siapa pun yang mengikuti dan mendukung musik, musisi, dan kesenian Irlandia merasakan kehilangan besar atas kepergian Dolores O’Riordan,’’ ungkapnya dalam pernyataan tertulis.

Well, sampai kapan pun, kita akan selalu merindukan O’Riordan. Seperti yang dia senandungkan dalam lagu When You're Gone: ’’And I'll miss you when you're gone. That is what I do.’’ (BBC/Telegraph/People/Daily Mail/fam/c5/na)

Berita Terkait