Dokumen Eks Gafatar Asal Babel Ditemukan

Dokumen Eks Gafatar Asal Babel Ditemukan

  Rabu, 17 February 2016 09:04
GAFATAR: Dokumen yang dikubur oleh warga Eks Gafatar di Camp milik mereka di Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara. DANANG PARSETYO/Pontianak Post

Berita Terkait

PULAU MAYA-Kembali ditemukan dokumen yang dimiliki eks Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di kamp yang berada di Dusun Baru Lestari, dan Dusun Limau Manis, Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Kalimanatan Barat, Selasa(16/2) kemarin.

Penemuan tersebut saat dilakukan penyusuran yang dilakukan oleh anggota TNI Koramil, anggota Polsek Pulau Maya, Kesbangpol dan aparatur desa maupun masyarakat setempat.  Saat ditemukan, dokumen tersebut berada di belakang dapur umum kamp milik warga eks Gafatar asal Bangka Belitung. Dikubur di dalam tanah dengan menggunakan bungkusan karung.Selain itu, adapun yang ditemukan tiga baju bertulisan Gafatar dan buku-buku panduan salah satunya seperti buku berjudul Memahami Kerajaan Allah, penulis Abdussalam Messi.

Melihat hal itu, diyakini warga eks Gafatar yang pernah bermukim di Desa Satai Lestari (ada di dua dusun berbeda) memang masih menganut ideologi yang sama. Namun nama eks Gafatar yang kebanyakan diakui oleh mereka, ternyata hanya untuk menghilangkan kecurigaan semata dari masyarakat. Mereka, keseharian beraktifitas sebagai petani.Selain itu, salah satu warga Desa Satai Lestari, yang mana rumahnya dikontrak warga eks Gafatar juga menunjukan penemuan buku di rumah tersebut. Buku-buku tersebut diserahkan kepada pihak yang berwajib. Penemuan tersebut berjudul, Menjawab Doktrin Tritunggal Prihal Ke- Alahan Yesus, penulis Frans Donald, ikrar anggota Gafatar dan baju yang juga bertulisan Gafatar.

“Waktu itu saat proses evakuasi warga Gafatar baik di Sukadana, maupun di Pulau Maya, kita tidak tahu ternyata penghuni kontrakan milik saudara saya itu ternyata warga Gafatar.  Nah, setelah mengetahui hal itu, saya dan saudara mendatangai rumah tersebut di jalan Tanah Merah, Sukadana. Dengan kondisi di dalam boks tertutup rapat,” terang Sarkowi, warga Desa Satai Lestari, yang menemukan buku milik eks Gafatar kepada wartawan, Selasa(16/2) di kediamannya.

Lebih jauh Sarkowi menjelaskan, setelah dirinya menemukan buku dan beberapa dokumen lainnya. Dia berniat menyerahkan kepada yang berwajib. Namun sebelumnya, terlebih dahulu dibawa ke rumah yang berada di Desa Satai Lestari, Kecamatan Pulau Maya.“Karena saya takut, jika buku itu ditemukan orang lain. Saya bawa saja kerumah dulu. Yang memang selanjutnya akan saya serahkan kepada pihak yang berwajib. Namun ternyata sudah ada penyusuran yang dilakukan oleh TNI, Polri dan Pemeritahan desa mapun Kabupaten di camp warga Eks Gafatar saya serahkan sekalian kepada mereka. Dan saya pun merasa tenang, karena sudah diserahkan,” ungkapnya.

Mengenai hal ini, Pejabat (PJ) Kepala Desa Satai Lestari Abdul Halim yang turut ikut melakukan penyusuran bersama TNI, Polri mengatakan, untuk saat ini memang telah dilakukan penyisiran terhadap empat camp milik Eks Gafatar yang pernah tempati sebelum dikembalikan ke daerah mereka masing-masing.“Untuk kali ini, kita bersama anggota TNI Koramil, dan Polsek Pulau Maya maupun perwakilan pemerintahan membawakan hasil. Dengan menemukan buku, baju yang bertuliskan Gafatar yang dikubur di kamp dari Bangka Belitung.

Penemuan ini semakin memperjelas jika mereka masih menganut ideologi yang sama. Hal tersebut diperkuat yang sebelumnya juga ditemukan salah satu warga di rumah kontarakan di Sukadana berupa tulisan ikrar aggota Gafatar, buku dan baju yang bertulisan Gafatar,” terang Abdul Halim. Mengenai hal ini, lanjut Abdul Halim, selanjutnya akan kembali melakukan penyisiaran di kamp milik Gafatar lainnya. Karena sambung dia, dicurigai masih terdapat beberapa dokumen penting lainnya yang disembunyikan oleh mereka (Eks Gafatar.Red).

“Kita akan tetetap melakukan kembali penyisiran di kamp Eks Gafatar itu nanti bersama masyarakat juga. Karena dicurigakan masih ada beberapa dokumen penting lainnya yang disembunyikan oleh mereka. Seperti yang ditemukan di kamp milik warga Gafatar dari Bangka Belitung,” kata Abdul Halim. Mengenai hal ini pun dibenarkan oleh Danramil Lettu Suyono jika memang saat dilakuan penyisiaran bersama warga, TNI,Polri, Perwakilan Pemerintah dan aparatur Desa menemukan beberapa dokumen penting. Baik berupa buku, baju, serta foto-foto keluarga yang mengenakan baju Gafatar.

“Penemuan dokumen-dokumen tersebut, untuk sementara kita amankan di Kantor Koramil Pulau Maya. Yang selanjutnya akan diserahkan kepada atasan kita. Penemuan ini tentunya dapat memperkuat jika mereka masih sebagai Gafatar. Diperkuat dengan tuliasn ikhtiar oleh warga Desa Satai Lestari  di Sukadana beberapa waktu lalu,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait