Dokter & Bidan PTT akan di-PNS-kan

Dokter & Bidan PTT akan di-PNS-kan

  Sabtu, 26 March 2016 10:11
STAF RSUD: Staf RSUD dr Achmad Diponegoro diabadikan dengan Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F Moeloek, saat berkunjung ke Kapuas Hulu, tahun lalu. Para petugas medis PTT di kabupaten ini akan segera diangkat menjadi PNS. RSUD-ACHMADDIPONEGORO.CO.ID

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Para tenaga kesehatan berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan sudah mengabdi bertahun-tahun di Kapuas Hulu, mendapat angin segar. Pasalnya Menteri Kesehatan (Menkes) RI dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) akan mengangkat tenaga kesehatan status PTT menjadi calon pegawai negeri sipil (PNS) tahun 2016.

Kabar gembira tersebut disampaikan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas Hulu, Harisson Azroi. Menurutnya, pegawai PTT ini akan diangkat melalui formasi CPNS dari PTT Pusat. “Sebenarnya itu arahan dari Wapres yang meminta tenaga kesehatan PTT diangkat menjadi jadi CPNS. Permintaan itu direspons Menkes, Menpan-RB, dan BKN," terang Harisson kepada wartawan di ruang kerjanya siang kemarin.

Dijelaskan Harisson, bidan dan dokter PTT ini diangkat dan ditempatkan sesuai formasi mereka sekarang, yang tercatat di Kemenkes RI. "Mereka ini akan tetap mengikuti ujian. Karena sesuai aturan, jika ingin mengangkat seseorang menjadi PNS, harus tetap mengikuti ujian terlebih dahulu," ujarnya.

Rencananya, dijelaskan dia, para bidan dan dokter PTT ini akan mengikuti ujian sekitar Juni 2016 mendatang. “Hasil ujian mereka tidak berdasarkan passing grade, tapi berdasarkan ranking,” paparnya.

Untuk itu, mereka yang duluan masuk menjadi PNS ini, dipertegas dia kembali, berdasarkan ranking. Selain itu, dia juga menambahkan bahwa pengangkatan mereka ditentukan dengan usia, di mana umur mereka berkisar 33 – 34 tahun. “Oleh karena itu, mereka akan didahulukan untuk diangkat menjadi CPNS, batas umur pengangkatan seseorang menjadi PNS umurnya 35 tahun,” kata dia.

Dijelaskan Harisson, di Kapuas Hulu ini, jumlah tenaga kesehatan PTT sekitar 95 orang, meliputi 13 dokter umum, dua dokter spesialis, dan sisanya bidan. "Mereka ini juga akan masuk dalam formasi CPNS PTT Kapuas Hulu," ujarnya.

Meski para PPT ini tetap diangkat menjadi PNS, jumlah tersebut dipastikan dia tidak akan sanggup menambah kekurangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Bumi Uncak Kapuas. Menurutnya, pengangkatan PTT menjadi CPNS hanya merubah posisi yang awalnya PTT menjadi PNS. “Kami tetap berterima kasih, karena mereka tak selamanya menjadi PTT," ucapnya.

Namun, dia juga menjelaskan, bagi tenaga kesehatan PTT, jika mereka diangkat menjadi PNS, gaji mereka otomatis akan turun. Diungkapkan dia, jika gaji tenaga kesehatan PTT berkisar Rp6 juta, maka setelah menjadi PNS akan menjadi Rp2,5 juta saja.

"Mana yang lebih pasti, mau PTT atau PNS?" ucapnya. Untuk ketersediaan tenaga kesehatan di Kapuas Hulu, seperti dokter, dia menyebutkan, untuk sementara sudah cukup. Namun, jika untuk mendukung keberadaan rumah sakit, diakui dia jika jumlah dokter masih kurang. Karena, dia menjelaskan bahwa rumah sakit setidaknya harus memiliki sembilan dokter umum. Sementara rumah sakit yang ada di Kapuas Hulu saat ini, dikatakan dia, baru diperkuat enam dokter. “Untuk dokter spesialis, rumah sakit itu tinggal butuh dokter ahli laboratorium saja," paparnya.(aan)

Berita Terkait