Dokter, Bagaimana Ciri-ciri Mandul?

Dokter, Bagaimana Ciri-ciri Mandul?

  Minggu, 28 February 2016 08:52

Berita Terkait

KONSULTASI KANDUNGAN

Dokter, saya seorang perempuan berusia 24 tahun, sudah menikah selama 6 bulan. Sampai sekarang saya belum hamil juga, apakah saya seorang perempuan yang mandul dok? Apa yang harus saya lakukan? Mohon penjelasan dokter, terima kasih.

Jawab:

Terima kasih Ibu, atas pertanyaannya. Setiap pasangan suami istri yang baru menikah tentu mengharapkan bisa hamil secepatnya, karena belum lengkap suatu rumah tangga tanpa kehadiran buah hati. Namun kehamilan tidak bisa terjadi jika hubungan tidak dilakukan pada saat yang tepat, dalam kondisi suami dan istri yang sehat.

Dalam arti seorang istri harus mempunyai sel telur yang dilepaskan secara teratur setiap bulannya, sedangkan suami harus memiliki sel sperma yang sehat untuk dapat membuahi sel telur. Disamping itu seorang istri harus memiliki rahim yang sehat dan memiliki reseptabilitas (kemampuan menerima hasil konsepsi/ pembuahan) yang baik, dan memiliki saluran telur yang bagus dan tidak buntu.

Selain itu, suami istri juga memiliki frekuensi hubungan suami istri yang teratur (minimal 2 x seminggu). Jika semua hal-hal di atas dimiliki oleh pasangan suami istri yang baru menikah, tentu bukan hal yang sulit bagi setiap pasangan untuk memperoleh kehamilan.

Namun, jika ada salah satu komponen yang tidak normal, misalnya seorang perempuan mengalami gangguan haid, kualitas sperma kurang baik, terdapat gangguan organik sistem reproduksi, misalnya saluran telur buntu, atau frekuensi hubungan tidak teratur karena suami istri tinggal di lain kota, dan sebagainya. Maka sangat sulit bagi pasangan tersebut untuk mendapatkan kehamilan.

Kasus yang ibu alami belum bisa digolongkan ke dalam infertilitas (gangguan kesuburan), karena baru menikah selama 6 bulan. Jika sudah menikah lebih atau sama dengan setahun, dengan frekuensi hubungan teratur tanpa menggunakan alat kontrasepsi apapun dan seorang  perempuan belum bisa hamil juga, maka disebut mengalami infertilitas primer.

Untuk mencari penyebabnya tentu harus melibatkan suami dan istri sekaligus, tidak hanya pada salah satu pasangan. Pada istri, bisa dinilai patensi tuba (saluran telur) melalui pemeriksaan HSG (histerosalpingografi), dan menilai kualitas sel telur saat ovulasi, sedangkan pada suami bisa dinilai kualitas sperma yang dihasilkan.  Jika ditemukan permasalahan pada salah satu pihak tentu dapat dicarikan solusinya, sehingga kehamilan bisa segera terjadi. Demikian penjelasan saya, semoga bermanfaat, terima kasih. (*)

Berita Terkait