Doa Mengalir untuk Mayang. Sempat Ganti Profil Sebelum Akhiri Hidup

Doa Mengalir untuk Mayang. Sempat Ganti Profil Sebelum Akhiri Hidup

  Selasa, 24 November 2015 08:39

Berita Terkait

PONTIANAK - Ucapan belasungkawa atas meninggalnya Mayang Ariesti (16) mengalir deras di akun facebook siswi kelas XI SMA 7 Pontianak itu. Teman-teman sejawat korban tak mengira gadis berparas ayu ini nekat bunuh diri dengan cara gantung diri.Seperti yang dituliskan pemilik akun bernama Adinda Dewi Utamy di dinding facebook Mayang, "Kirim Al-Fatihah buat almarhumah, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya dan menjadi taman-taman surga. Amin Ya Allah dan ini juga pelajaran untuk kita semua yang ada di sini, bahwa sebaik-baik cinta, adalah cinta kepada Allah," tulisnya.

Ucapan doa juga terus mengalir, baik dari teman-teman yang mengenalnya hingga masyarakat umum. "Selamat jalan Ma semoga amal ibadah diterima Allah SWT," tulis pemilik akun Putri Puspita Dewi. Leo Nardo juga menuliskan doa serupa. "Selamat jalan Ma, semoga kamu tenang di atas surga dengan damai. Tetap terus di samping orangtua Ma ya," ucapnya.

Lalu pemilik akun bernama Nonami Fahza Syahrani juga turut menulis di dinding facebook Ma. "Ya Allah kasian sekali nasib kakak ini. Semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah dan ditempatkan di kalangan orang-orang yang beriman, Amin, Al-Fatihah," tulisnya malam tadi.

Dari akun facebook pribadinya itu, diketahui Ma masih sempat mengganti foto profil dan menulis status sebelum memutuskan mengakhiri hidupnya. Status terakhir diunggah, Minggu (22/11) pukul 18.42 yang berbunyi, "Nampak benar ade cewek laen haha mungkin dia lelah, pantaslah udah nda ade waktu agik."

Saat berita ini ditulis, Senin malam (23/11) status tersebut di-like sebanyak 1.258 orang dan 69 kali dibagikan. Selain itu terdapat 199 komentar. Sebelum mengakhiri hidup, Mayang sempat mengganti foto profilnya di facebook pada Sabtu (21/11). 

Di mata temannya, Mayang dikenal baik dan pandai bergaul. Tetapi dia termasuk anak yang tidak terlalu banyak bicara. Dia juga selektif ketika curhat permasalahannya. “Dia itu orangnya baik. Tidak pernah dengar dia kelahi dengan teman di sekolah. Cuma memang dia termasuk anak yang tidak banyak ngomong. Dia baru mau cerita hanya dengan teman dekatnya. Paling satu orang saja teman dekatnya itu,” ucap Nanda Putri Pertiwi (16 tahun), teman satu angkatannya.

Beberapa bulan ini, lanjut dia Mayang kerap berkunjung ke kelas-kelas untuk menjual kripik dagangannya. Mayang saat ini duduk di bangku kelas XI MIA 1, sedangkan Tiwi kelas XI MIA 4. “Beberapa bulan ini dia mulai jualan kripik. Meskipun kami tidak sekelas, tetapi kami sering ngobrol kalau dia ke kelas nawarkan kripiknya atau kumpul sama-sama teman lain ketika ke kantin. Tetapi dia tetap dengan karakternya tidak banyak omong,” jelasnya.

Tiwi sangat terkejut mendengar kabar duka ini. Bahkan kata dia, teman satu angkatannya menangis terlebih melihat fotonya saat kejadian. Tiwi terakhir kali melihat Mayang Sabtu lalu. Memang beberapa hari ini, lanjut dia, Mayang tidak seperti biasanya. Dia semakin menjadi pendiam. “Saat saya tiba di sekolah, kaget mereka bilang Mayang meninggal. Saya melihat teman-teman sudah pada nangis, begitu juga guru,” ucapnya.

Mereka pun pergi ke rumah duka, dan ikut mengantarkan Mayang ke tempat peristirahatan terakhir. “Teman-teman satu angkatan pergi semua. Saya juga ikut serta ke rumahnya, Cuma tidak lihat orang tuanya. Dirumahnya itu ramai sekali yang datang. Bahkan dari SMA lain juga ada, termasuk teman-teman SMPnya,” papar dia.

Di pemakaman, lanjut dia tangisan mulai mereda. Meskipun rasa sedih masih muncul. “Tiba di pemakaman, tidak banyak yang menangis. Sudah reda. Kami semua berharap agar jasadnya di terima di sisi Allah,  orang tuanya di beri ketabahan,” ucapnya.

Tiwi juga menyinggung soal kematian Mayang yang diduga karena diputuskan pacarnya. Meski belum tahu kebenarannya, namun Tiwi berharap masyarakat tidak langsung memvonis hal itu adalah benar. Biar bagaimana pun lanjut dia, pria yang disebut sebagai mantan pacarnya itu tertekan dengan anggapan seperti itu.

“Pacarnya itu tertekan. Sebab banyak yang memojokkan dia, katanya gara-gara dialah. Apalagi di media sosial, banyak yang buat status masak gara-gara diputuskan bunuh diri. Kasihan dia, sebab mereka kan tidak tahu permasalahan sebenarnya apa. Saya berharap semoga pacarnya itu juga diberikan kesabaran dengan anggapan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya sempat heboh diberitakan Mayang Ariesti (16) siswa kelas XI SMAN 7 Pontianak ditemukan tak bernyawa tergantung di dalam kamarnya, Senin (23/11) pagi hari sekitar pukul 05.30 WIB di rumahnya di Kompleks Purnama Agung.

Dari kronologis ditemukannya Mayang, diketahui pertama kali saat kakak korban hendak membangunkan korban tidur untuk segera pergi ke sekolah. Setelah beberapa kali diketuk-ketuk pintu kamarnya yang terkunci dari dalam, tak juga ada jawaban dari korban. "Kakak korban langsung memberitahukan ke ayah korban, kalau Ma ini tidak ada reaksi dari dalam kamarnya," ujar Kapolsek Pontianak Selatan AKP Kartyana.

Kemudian ayah korban  Syaiful Azwan langsung mendobrak pintu kamar korban dan melihat korban telah tergantung. Saat itu korban memakai baju hitam dan celana hitam dengan wajah pucat tak bernyawa tergantung di seutas tali tambang warna putih. (bar)

Berita Terkait