Doa Bersama untuk Bali

Doa Bersama untuk Bali

  Rabu, 6 December 2017 10:00
DOA BERSAMA: Sejumlah warga bali di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, melakukan doa bersama untuk keluarga mereka di Bali yang saat ini terancam letusan Gunung Agung, Senin (4/12).DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Warga Bali korban Gunung Agung 1963 di Desa Sedahan Jaya, Kecamatan Sukadana, menggelar doa bersama, Senin (4/12) di pura. Mereka berharap seluruh warga di Bali terselamatkan dari ganasnya letusan Gunung Agung.

Aktivitas Gunung Agung di Bali yang terus meningkat, juga  mendapatkan  perhatian khusus dari para eks-pengungsi Gunung Agung tersebut. Selain itu, guna membantu kesusahan saudara-saudara mereka,  warga asli Bali  yang bermukim di Desa Sedahan Jaya ini mengumpulkan dana. Mereka juga melakukan doa bersama untuk kesalamatan warga Bali yang terkena dampak erupsi Gunung Agung saat ini.

“Di sini kami ada ngumpul-ngumpulkan dana untuk mereka, walaupun tidak sepenuhnya, namun setidaknya bisa ikut berpatisipasilah,” kata salah satu tokoh masyarakat Bali di Desa Sedahan Jaya, Wayan Rigit, Senin (4/12) di Sukadana.

Dikatakan dia, mereka pun yang saat ini sudah berjumlah kurang lebih 177 kepala keluarga tersebut, melakukan sembahyang khusus untuk mendoakan warga yang terkena dampak  erupsi Gunung Agung. “Kemarin waktu pas bulan purnama, kami melakukan sembahyang bersama di pura untuk mendoakan mereka agar terhindar dari bencana,” jelasnya.

Mengenai kejadian di Gunung Agung, dirinya sangat membuka diri kepada masyarakat yang terkena dampak erupsi, jika ingin mengungsi ke tempat mereka. Apalagi, diakui dia, sebagian dari mereka masih ada ikatan keluarga.

“Kami di Sedahan sih, terutama warga Bali, sangat mengharapkan mereka itu datang ke Sedahan, karena mereka di sana juga warga kita, namun sampai saat ini belum ada yang mengungsi ke sini,” sambungnya.

Adapun untuk Gunung Agung yang pernah meletus pada tahun 1963 juga menyebabkan sebagian masyarakat di sekitaranya, mengungsi ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Kabupaten Kayong Utara yang dulu masih berada dalam Kabupaten Ketapang. (dan)

Berita Terkait