DKPPKB Tetapkan Pemenang Lomba PHBS 2017

DKPPKB Tetapkan Pemenang Lomba PHBS 2017

  Kamis, 16 November 2017 10:00
WAHYU/PONTIANAK: Tim penilai didampingi Muspika saat melakukan penilaian PHBS Rumah Tangga di Desa Bumbun Kecamatan Sadaniang.WAHYU/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

MEMPAWAH - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) menetapkan pemenang lomba Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tahun 2107. Pemenang ditentukan dari nilai yang ditetapkan oleh tim penilai yang telah ditunjuk oleh DKPPKB Kabupaten Mempawah.

Kriteria lomba PHBS 2017 meliputi kategori rumah tangga, sekolah, cuci tangan pakai sabun (CTPS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS). Untuk kategori lomba LBS, pemenangnya Desa Sungai Duri II Kecamatan Sungai Kunyit, pemenang kedua Desa Bumbun Kecamatan Sadaniang dan pemenang ketiga Desa Pasir Kecamatan Mempawah Hilir.

Kemudian untuk kategori CTPS di lingkungan sekolah dasar, pemenang pertama SDN 1 Anjongan, pemenang kedua SDN 12 Sungai Kunyit dan pemenang ketiga SDN 17 Sungai Purun. Sedangkan pemenang PHBS Rumah tangga dimenangkan oleh Desa Bumbun, disusul Desa Purun kecil sebagai juara II dan Desa Sungai Duri sebagai Juara III.

Kepala DKPPKB Kabupaten Mempawah, dr. H Sahaerul Faridin S menerangkan, lomba PHBS merupakan salah satu agenda rutin yang dilaksanakan jajarannya di lingkungan masyarakat. Tujuannya untuk mewujudkan masyarakat yang sehat dan lingkungan sekolah yang bersih.

“Maka lomba PHBS ini mencakup kategori umum masyarakat dan juga lingkungan sekolah. Kita ingin mengkampanyekan kepada masyarakat tentang tata cara atau pola penerapan hidup bersih dan sehat. Baik itu dilingkungan tempat tinggal maupun sekolah,” terang Sahaerul.

Khusus dilingkungan sekolah, Sahaerul mengungkapkan terdapat delapan indikator yakni mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan memakai sabun, jajan di kantin atau warung sekolah yang sehat, membuang sampah pada tempatnya serta mengikuti kegiatan olahraga di sekolah.

“Indikator lainnya yakni menimbang berat dan tinggi badan secara teratur setiap bulan, bebaskan diri dari asap rokok, memberantas jentik nyamuk dilingkungan sekolah dan terakhir budayakan buang air kecil dan besar di toilet sekolah,” sebutnya.

Lebih jauh, Sahaerul mengatakan, untuk mendapatkan pemenang yang bermutu dan berkualitas maka pihaknya telah membentuk tim penilai. Tim itu beranggotakan tenaga teknis yang menguasai bidang tersebut. Sehingga diharapkan penilaian itu akan menghasilkan pemenang terbaik.

“Tim penilai dipimpin oleh Kabid Kesehatan Masyarakat, Jamiril, SKM, Sekretaris Utin Erni Savitri, SKM, MPH dan sejumlah anggota tim yang melakukan penilaian secara profesional dilapangan,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan lomba PHBS 2017 tersebut, Sahaerul berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mewujudkan PHBS dilingkungan keluarga, masyarakat dan sekolah. Sehingga akan tercipta masyarakat yang sehat dan berkualitas sesuai target program kerjanya.

“Mudah-mudahan masyarakat semakin sadar untuk menerapkan PHBS dimana pun dan kapan pun. Artinya tidak hanya pada saat mengikuti kegiatan lomba saja, melainkan juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan diajarkan kepada keluarga dirumah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Promkes dan PM, Utin Erni Savitri, mengatakan pemilihan pemenang PHBS dilaksanakan berdasarkan penilaian yang langsung dilaksanakan dilapangan, melalui tim juri yang ditunjuk. Penilaian juga dilaksanakan secara pemberitahuan dan tanpa sepengetahuan pihak desa, dengan tujuan agar pelaksanaan lomba memang dilakukan secara sungguh-sungguh.

"Terdapat beberapa kategori yang kita nilai, sehingga berdasarkan total poin yang ada, dipilihlah pemenang PHBS, dan penilaian berdasarkan kondisi dilapangan yang kita laksanakan sebanyak tiga kali, diantaranya ada yang kita laksanakan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Bahkan Muspika juga turut dilibatkan," ungkapnya.

Untuk pemenang PHBS nantinya, lanjut dia, akan mewakili kabupaten Mempawah di tingkat provinsi yang dilaksanakan pada Januari 2018. selain itu, di desa pemenang akan dilakukan pengambilan gambar berupa film dalam rangka dokumentasi mengenai PHBS di desa tersebut.

"Sama seperti tahun sebelumnya, dimana desa Galang yang keluar sebagai pemenang, mewakili Mempawah di tingkat provinsi, dan kita buatkan dokumentasi berupa film, dengan harapan agar dapat diketahui masyarakat luas, semoga ini menjadi motivasi juga bagi desa lainnya untuk selalu menggalakkan PHBS di lingkungan mereka," tukasnya.(wah)

Berita Terkait