Ditonton Wakil Rakyat, Weni Berpeluang Juara D’Academy

Ditonton Wakil Rakyat, Weni Berpeluang Juara D’Academy

  Rabu, 30 March 2016 09:45
DUKUNG: Weni menerima dukungan penuh dari anggota DPRD Kota Pontianak. MIRZA AHMAD MUIN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

ALUNAN suara mendayu-dayu khas dangdut terdengar ketika kami masih di luar halaman studio 5 stasiun TV Indosiar, yang terletak di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. Kebetulan Senin malam, saya diajak wakil rakyat Pontianak untuk menyaksikan aksi finalis D’Academy Indosiar, asal Pontianak yang sampai kini masih bertahan dalam kompetisi dangdut skala nasional itu. Dia adalah Weni. 

Setiba di sana, anggota DPRD langsung masuk ke dalam dan menonton. Saya sendiri lebih memilih tidak masuk ke dalam studio. Namun, eforia dan suasana di luar studio juga tak kalah terasa, membuat sedikit penasaran. Tak lama, saya ikut masuk dan berdiri di pintu samping ruangan studio sebentar. Gegap gempita dan teriakan suara penonton yang mendukung jagoannya di tambah sorotan lampu berwarna-warni membuat acara yang disiarkan secara live itu semakin wah. Masuk sebentar, tak lama sayapun keluar lagi sambil menikmati alunan mendayu-dayu dari luar saja.    
Diketahui kedatangan mereka (anggota DPRD Kota Pontianak), murni memberi dukungan moril Weni yang membawa nama Kalbar ikut bersaing dengan sembilan kontestan lain dari beberapa daerah di Indonesia. Harapannya, Weni bisa bertahan dan menjadi yang terbaik dalam ajang pencarian bakat itu. Agar Weni terus bertahan, amunisi yang diperlukan adalah dukungan SMS sebanyak-banyaknya.

Meski tidak terlalu mengikuti pemberitaan ajang pencarian bakat ini, namun saya sedikit tahu prihal perjuangan Weni hingga bisa lolos dan merasakan panggung final. Semua di dapat dengan perjuangan. Dia mesti menyisihkan puluhan ribu penyanyi berbakat dari seluruh Indonesia. Suara merdu tidak jaminan bisa lolos di ajang itu. Dewan juri, seperti Inul Daratista, Rita Sugiarto, Iis Dahlia dan juri asal Brunei Darusallam, Fakhrul Razi memiliki kriteria dan standar tinggi dalam penjaringan.

Meski malam semakin larut, tak melunturkan semangat pendukung Weni menyaksikan penampilannya. Kebetulan malam itu, Weni menjadi peserta terakhir. Jam di tangan menunjukkan pukul 11 malam. Tak lama, host D’Academy, Rina Noise, Dwi Andika dan Ramzi memanggil Weni untuk menunjukkan aksinya. Teriakan host terdengar sampai ke luar studio. Dikatakan oleh host, malam itu Weni membawa lagu fenomenal, milik ratu dangdut Indonesia, Elvy Sukaesih berjudul “gula-gula”.

Musik pun dimainkan. Penonton ikut berdiri menikmati alunan musik dan suara Weni yang merdu. Dengan menggunakan gaun berwarna merah, dari sisi fashion Weni kelihatan nyaman berlenggak-lenggok di atas panggung. Terlebih beberapa penari ikut mendampinginya. Sesuai dengan lantunan musik dan mengikuti isi lirik, penampilan Weni sedikit genit. Di tambah koreonya juga pas dengan gerakan penari.

Usai bernyanyi, Weni banyak mendapat pujian dari dewan juri. Salah satu juri berkata, kalau soal suara Weni tidak diragukan. Namun perlu perbaikan terutama soal mimik wajah dan beberapa koreo di atas panggung yang di rasa belum maksimal. Perlu latihan lebih banyak. 

Usai acara, anggota DPRD Kota Pontianak yang ikut mendukung Weni secara langsung, Alfian Aminardi melihat Weni memiliki potensi jadi juara diajang pencarian bakat kali ini. Sampai acara usai, Weni berada di posisi ke tiga dengan raihan poling SMS tertinggi. “Ini perlu kita dukung. Ternyata orang Pontianak tidak kalah dengan daerah lain, khususnya dalam seni tarik suara,” ujarnya.

Sejauh ini, Alfian melihat Weni terus menunjukkan trend positif. Saat beraksi di panggung, kualitas suaranya bagus. Banyak juri memuji suaranya. Ini tinggal di poles dengan berlatih terus-menerus. “Saya minta masyarakat Pontianak dan Kalbar dapat mendukung Weni,” ajak politisi PKB itu.

Menurut dia, apabila Weni dapat menjadi juara di ajang ini, tentu jadi pembuka jalan bagi penyanyi lain. Pontianak banyak penyanyi berbakat, namun sayangya masih belum dilirik. Buktinya di beberapa ajang pencarian bakat penyanyi asal Pontianak selalu jadi perhitungan oleh dewan juri. Ke depan ia meyakini, apabila Weni jadi juara, akan banyak Weni lain timbul ke permukaan industry musik Indonesia. 

Saat ini Weni masuk 10 besar. Dia sebagai wakil rakyat mendukung penuh. Agar Weni tak tersingkir tentu perlu dukungan SMS sebanyak-banyaknya. Tidak hanya masyarakat, dia merasa Pemerintah setempat mesti memiliki andil dalam hal pencapaian prestasi Weni ke depan. Apabila menang, dia juga berharap penyanyi Pontianak tidak habis di ajang itu saja. Harapannya, tentu dapatbersinar dan dapat membawa Pontianak dan Kalbar dikenal.

Di tempat sama, Weni melihat secara keseluruhan penampilanya sudah maksimal. Namun menurut penilaian juri masih memiliki kekurangan, terutama di nada-nada rendah dan penampilan genit masih sedikti canggung. “Saya menyadari, kalau lagu rock atau nge beat lebih enak. Kalau lagu melow sampai saat ini masih akan terus belajar,” ungkapnya.

Sudah di 10 besar, ia mengaku rasa gugup masih ada, namun kini bisa di kontrol. Tidak seperti pertama kali, rasa gugup begitu besar. Kalau untuk pemilihan lagu ungkapnya, sudah ditentukan. Namun apapun lagu yang dinyanyikan ia optimis bisa. Dia berharap, dukungan terus datang dari masyarakat Kota Pontianak dan Kalimantan Barat. 

“Semoga dengan adanya ajang ini, nama Kalbar dapat dikenal orang. Anggota DPRD Pontianak datang ke sini, itu merupakan suntikan semangat bagi saya. Ke depan dia berharap bupati, wali kota dan gubernur Kalbar dapat mendukung langsung untuk datang melihat saya bernyanyi,” ucapnya.(*)

Berita Terkait