Distribusi Air Kian Mudah

Distribusi Air Kian Mudah

  Jumat, 22 April 2016 09:25
SIMBOLIS: Wakil Walikota Singkawang H Abdul Muthalib menyerahkan bantuan mesin pompa air kepada perwakilan kelompok tani didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan H Yusnita Fitriadi dan didampingi pejabat pemkot lainya kemarin.Har/Pontianak Post

Petani Dibantu Pompa

SINGKAWANG—Dalam rangka meningkatkan produksi pertanian khususnya padi, jagung, kedelai. Kementerian Pertanian RI membantu kelompok tani mesin pompa air guna melancarkan distribusi air untuk tanaman. Penyerahan secara simbolis disampaikan Wakil Walikota Singkawang H Abdul Muthalib kepada perwakilan kelompok tani didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan H Yusnita Fitriadi, Kepala Kantor Kemenag Singkawang H Jawani dan didampingi pejabat pemkot lainya Kamis (21/4) kemarin di kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang. Sebanyak 15 unit Pompa air akan diserahkan kepada 15 kelompok petani, pompa air ini merupakan bantuan tahun 2015 lalu, sedangkan tahun bantuan tahun 2016 belum ada realisasi namun sudah diusulkan ke pemerintah pusat.

Wakil Walikota Singkawang H Abdul Muthalib berharap bantuan pompa ini bisa bermanfaat bagi petani terutama sebagai sarana terutama pendistribusian air. Sehingga sarana ini memudahkan petani mengairi atau menyemprot tanaman dari sumber air yang ada. Selain itu, kata dia, bagi kelompok tani yang mendapatkan bantuan untuk turut membantu kelompok tani lainnya, terutama pinjam pakai mesin pompa air ini, sehingga semua merasakan manfaat. “Selama ini petani mengeluhkan soal air, dengan adanya pompa diharapkan distribusi air bisa stabil, harus dimanfaatkan, dirawat dengan baik. Jangan simpan dalam Gudang, jika ada kelompok lain mau meminjam maka dipinjaman guna mengairi sawah,” katanya.

Sementara itu, Kasi Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Singkawang, Nanang, mengatakan bantuan ini merupakan program Upaya khusus kementerian pertanian RI dalam rangka meningkatkan produksi pertanian. “Tahun 2015 ada bantuan 15 unit pompa air dari pemerintah pusat dan baru direalisasikan, sedangkan untuk tahun 2016 diusulkan 20 unit pompa air namun belum ada realisasi, kita menunggu pemerintah pusat,” ungkapnya. Kelompok Tani rejeki, Supatmi, mengatakan terbantu dengan adanya pompa air ini. “Jadi untuk mengairi kebun bisa mudah dan lebih dekat,” katanya. (har)