Disperindag-Polnep Gelar Bimtek

Disperindag-Polnep Gelar Bimtek

  Jumat, 18 March 2016 09:05
FOTO BERSAMA: Peserta bimtek foto bersama Disperindag Kalbar dan instruktur. MADE FRANS / PONTIANAK POST

Berita Terkait

DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kalimantan Barat menggandeng Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) menggelar bimbingan teknis diversifikasi pengolahan hasil laut perikanan di workshop Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan Polnep, 14-18 Maret 2016. Bimtek diikuti 25 UKM / IKM binaan Disperindag Kalbar.

Bulyadi, Kabid Industri Agro dan Kimia Disperindag Kalbar menyatakan, bimtek berkaitan besarnya potensi agro industri pangan di Kalbar. “Kami bekerjasama dengan stakeholder, termasuk Polnep. Kami sinergikan sumberdaya manusia dan peralatan Polnep dengan program disperindag untuk dorong pengembangan industri pangan. Ini kerja sama tahun ke-2,” jelasnya.

UKM / IKM dipilih karena terikat sumber bahan baku di sekitarnya. Seperti di Kayong Utara atau Kapuas Hulu, selama ini terbatas produk olahan hasil laut dan perikanannya. “Alhamdulillah, melalui para instruktur, produk olahan bisa lebih beragam, sehingga memaksimalkan hasil laut dan perikanan,” katanya.

Lukas Wibowo Sasongko MSi, ketua pelaksana bimtek menyampaikan, kegiatan menjalankan tri dharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian pada masyarakat selain, pengajaran dan penelitian. “Kami transfer ilmu dan bina UKM/IKM buat produk olahan hasil laut dan perikanan baru. Kendala yang ada, pengolahan masih bersifat tradisional, sehingga mutu produk kurang bersaing,” ujarnya.

Peserta bimtek dibimbing 11 dosen prodi pengolahan hasil perikanan. Produk-produk olahan baru yang diperkenalkan seperti aneka olahan rumput laut, snack dari tulang ikan, dan bandeng presto. “Tulang ikan yang selama ini jadi limbah, bahkan bisa 40% terbuang, sekarang diberikan nilai jual. Bisa jadi makanan ringan atau pilus. Kandungan kalsium tulang ikan tinggi, jadi bagus untuk pertumbuhan anak,” katanya.

Pengolahan tulang ikan mengunakan prinsip alat bertekanan atau presure cooker. “Harga alatnya cukup terjangkau, bisa masuk skala idustri kecil. Bahkan pemda bisa bantu, kami di sini pun bisa membuatkannya. Kami bisa bantu rakitkan dan maintenance-nya,” ujar Lukas.

Belvi Patria MSi, pembina bimtek menyampaikan, Jurusan IKP Polnep tidak hanya memiliki sumberdaya manusia berkualitas dan teknologi tepat guna, tetapi juga didukung peralatan-peralatan mutahir. “Sumberdaya manusia kami siap untuk dimanfaatkan para stakeholder untuk tingkatkan keterampilang bidang perikanan. Kami siap kapan saja membantu jika dibutuhkan, sebagai wujud kepedulian pada pengembangan Kalbar,” kata tenaga ahli sistem HACCP pangan ini.

Terpisah, Direktur Polnep, Ir HM Toasin Asha MSi menekankan, program kerja sama Polnep dan berbagai instansi tidak sebatas MoU. “Sudah ada pelaksanaan kegiatannya secara rutin, seperti dengan disperindag. Dari jurusan lain juga, sebagai implementasi MoU dengan pemda,” ujarnya.

Selain kerja sama bimtek, Polnep pun melakukan pengabdian masyarakat langsung di daerahnya. “Harapan saya ke depan, pengabdian pada masyarakat bisa berkelanjutan, sehingga hasil yang dicapai maksimal,” pungkasnya. (d1/ser)

Berita Terkait