DIspenda Intensif Razia

DIspenda Intensif Razia

  Kamis, 4 February 2016 09:47
Samuel

Berita Terkait

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Barat menaikkan target pendapatan asli daerah pada 2016 menjadi Rp1.923.033.471.000, sedangkan pada tahun lalu sebesar Rp1.900.842.600.085. Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Kalbar, Samuel menyatakan berbagai langkah disiapkan untuk mencapai target tersebut.

“Kami kembali gencar melaksanakan razia pajak kendaraan bermotor pada tahun ini,” ujar Samuel, Rabu (3/2).Samuel menuturkan razia ini dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten kota di Kalbar. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat agar membayar pajak tepat waktu, razia juga untuk menekan angka tunggakan wajib pajak.Menurut Samuel, razia dimulai Senin (1/2) dan Selasa (2/2) lalu di Jalan Rahadi Usman dan Sultan Abdurrahman. Kegiatan ini melibatkan kepolisian, Den POM, pamong praja, dan jasa raharja. Seluruh kendaraan yang melintas di sana diberhentikan dan diperiksa.

“Baik roda dua maupun roda empat kami periksa. Banyak juga yang terjaring razia,” kata Samuel.Samuel mengatakan kendaraan yang menunggak pajak diminta membayar pada loket pembayaran di lokasi razia. Dari 121 kendaraan yang menunggak pajak, sebanyak 98 kendaraan membayar lunas tunggakannya. Sisanya membuat pernyataan untuk membayar di Kantor Samsat.“Total penerimaan selama dua hari razia sebesar Rp108.000.700,” ungkap Samuel.

Samuel menuturkan razia pada 2016 dilaksanakan lebih intensif dibandingkan tahun sebelumnya. Pelaksanaannya hingga akhir tahun.“Berdasarkan evaluasi pelaksanaan razia pada 2015, operasional pelayanan lebih efektif, kesadaran masyarakat meningkat, peningkatan PAD dapat dioptimalkan,” tutur Samuel.Samuel menambahkan upaya lain untuk mencapai target PAD yakni melalui peningkatan pelayanan. Dispenda Kalbar mendekatkan pelayanan, serta memberi kemudahan dan kecepatan.“Kami juga mengintensifkan operasional penyuluhan, pendataan objek pajak, penetapan, dan penagihan di lapangan. Petugas harus proaktif jemput bola ke lapangan,” kata Samuel. (uni)

Berita Terkait