Disnakertransos Bentuk Kampung Siaga Bencana

Disnakertransos Bentuk Kampung Siaga Bencana

  Senin, 29 Agustus 2016 09:51
SIMULASI: Kegiatan simulasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Kapuas Hulu yang dilaksanakan di kompleks Kantor Camat Putussibau Selatan, kemarin.

Berita Terkait

PUTUSSIBAU – Kabupaten Kapuas Hulu merupakan salah satu daerah di Kalbar yang sangat rawan terjadi bencana alam. Untuk itu, Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Kapuas Hulu pun akan membentuk kelompok Kampung Siaga Bencana (KSB). Rencananya KSB itu dipusatkan  di daerah Kelurahan Kedamin Hilir dan Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan.

Menurut kepala Bidang (Kabid) Sosial Disnakertransos Kabupaten Kapuas Hulu, Rustini, menjelaskan bahwa alokasi satu kelompok KSB tersebut disesuaikan dengan permintaan Provinsi Kalbar yang menjatah setiap kabupaten/kota minimal miliki satu KSB. “KSB merupakan wadah penanggulangan bencana berbasis di masyarakat, yang dijadikan sebagai kawasan atau program penanggulangan bencana daerah masing-masing,” tuturnya, kemarin.

“Provinsi menjatah satu kabupaten, satu kelompok KSB. Kapuas Hulu berpusat di Kelurahan Kedamin Hilir dan Kedamin Hulu. Karena daerah ini rawan bencana banjir. Namun kelompok KSB ini wilayah kerjanya mencakup seluruh kecamatan,” kata Rustini, Minggu (28/8) di Putussibau. Satu kelompok KSB di Kapuas Hulu, dijelaskan dia, beranggotakan 60 orang, dengan tugas dan fungsi melakukan pendataan daerah rawan bencana.

Selain itu, anggota KSB, menurut dia, juga melakukan penanganan paskabencana. “Mereka juga menangani pasca bencana,” kata Rustini.

Dikatakan dia, anggota KSB juga menjadi tim tanggap darurat bencana yang siap melakukan proses evakuasi dan kegiatan lainnya, untuk menangani korban bencana. “Masyarakat membentuk tim. Mereka mendata daerah rawan, pengendalian dini dan pascabencana,” paparnya.

Para pengurus dan anggota KSB tersebut, dipastikan Rustini, telah di-SK-kan oleh kabupaten. Ke depan, dia berjanji, juga akan dibentuk kelompok KSB ditingkat kecamatan. Namun, dia menambahkan, jika daerah yang dibentuk KSB ini harus memenuhi syarat sebagai daerah yang dianggap rawan bencana. “Di Kapuas Hulu ini bencana yang sering melanda yaitu banjir. Maka kelompok KSB ini bertugas mengingatkan masyarakat,” terangnya.

Terutama, disebutkan dia, mengenai kesiapan dan peran serta masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana. Kelompok KSB, menurut dia, juga harus mempunyai gardu sosial dan lumbung sosial, layaknya sebuah posko penanggulangan bencana lainnya. Satu kelompok KSB, dipaparkan dia, memiliki struktur kepengurusan mempunyai empat bagian, yakni evakuasi, dapur umum, logistik, hunian sementara, serta anggota-anggotanya. 

“Kelengkapannya sedang kami usahakan, maka dengan dibentuknya kelompok KSB ini ada bantuan pusat. Karena ini program pertama. Kedepan juga akan dibentuk di kecamatan,” bebernya. KSB ini, kata dia, sangat penting, karena akan bersentuhan langsung dengan masyarakat, baik sebelum atau sudah bencana. “Dengan adanya KSB, pelayanan kepada korban bencana alam akan lebih cepat,” yakin dia.(aan)

Berita Terkait