Diskop, UMKM Kalbar Gelar Rakor SHAT UMK

Diskop, UMKM Kalbar Gelar Rakor SHAT UMK

  Senin, 16 May 2016 09:48
SAMBUTAN: Marsianus menyampaikan sambutannya, didampingi Kabid Pembiayaan KUMKM Drs H Muhyiddin MSi.

Berita Terkait

DINAS Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan Rapat Koordinasi Sertifikasi Hak Atas Tanah (SHAT) bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di aula Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Kalbar pada 3 Mei 2016. Rakor dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Kalbar Ir Marsianus SY.

Marsianus mengatakan, Rakor dilaksanakan dalam rangka mengkoordinasikan pelaksanaan program SHAT Usaha Mikro Kecil yang dilaksanakan di masing-masing daerah. Peserta yang diundang sebanyak 30 orang yang terdiri dari pejabat yang membidangi koperasi dan UMKM  kabupaten/kota dan pejabat Badan Pertanahan Nasional kabupaten/kota.

Rapat membahas evaluasi pelaksanaan program SHAT UMK Tahun 2015, mengetahui sejauhmana program SHAT-UMK Tahun 2016 dan merencanakan pelaksanaan penghimpunan Calon Peserta Calon Lokasi (CPCL) Tahun 2017. “Tahun 2015 dialokasikan 1400 bidang yang direncanakan dan tersebar di masing-masing kabupaten/kota rata-rata 100 bidang, namun dalam realisasinya dapat terlaksana hanya 673 persil (47,93%) selebihnya 727 persil (52,07%) dialihkan ke program prona. Tidak semua kabupaten secara optimal melaksanakan program tersebut, bahkan ada kabupaten yang direncanakan 100 bidang tidak satu pun dilaksanakan. Hal ini terjadi dikarenakan antara lain koordinasi antar instansi terkait dalam kelompok kerja belum optimal,” ujar Marsianus.

Marsianus berharap untuk 2016 hal ini tidak lagi terjadi, karena pada Tahun 2016 telah direncaakan sebanyak 1900 lokasi yang akan direalisasikan. Untuk jajaran dinas yang membidangi Koperasi dan UMKM kabupaten/kota agar memanfaatkan kesempatan ini untuk menghimbau seluruh pelaku usaha mikro dan kecil di daerah ini untuk mengikuti program dimaksud.

Kegiatan SHAT Tahun 2016 sedang dilaksanakan, kelompok kerja SHAT kabupaten/kota sedang bekerja mendata dan memilah calon-calon pengguna program untuk diusulkan ke BPN dan ditetapkan sebagai peserta program Tahun 2016. Untuk kegiatan Tahun 2017, dari sekarang sudah harus dilakukan pendataan awal berupa data CPCL SHAT dengan data by name by address. Data ini dihimpun oleh jajaran dinas yang membidangi Koperasi dan UMKM kabupaten/kota untuk disampaikan ke pusat melalui Dinas Koperasi, UMKM Provinsi Kalbar.

Marsianus menegaskan agar program SHAT Tahun 2015 yang telah mendapatkan sertifikasi supaya pelaku usaha tersebut memanfaatkan sertifikat yang ada untuk menambah permodalan. Peluang yang ditawarkan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga relatif rendah sebesar 9% pertahun melalui bank penyalur antara lain BRI, BNI 46, Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah Kalbar. “Melalui program ini semoga dapat meningkatkan perekonomian Kalimantan Barat,” harap Marsianus.(d5/ser)

Berita Terkait