Disbudparpora dan Satpol PP Amankan Joko

Disbudparpora dan Satpol PP Amankan Joko

  Kamis, 4 Agustus 2016 09:44
DIAMANKAN: Joko, lelaki dengan gangguan jiwa, dengan membawa tas dan mengenakan baju bengkel, saat akan diamankan Disbudparpora dan Satpol PP, untuk selanjutnya diserahkan kepada Dinsosnakertras. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

SUKADANA – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kayong Utara bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, mengamankan Joko, lelaki yang diduga mengalami gangguaan jiwa. Selanjutnya yang bersangkutan diserahkan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kayong Utara, agar dapat ditindaklanjuti, Selasa (2/8).

 
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Joko merupakan salah satu warga Kota Pontianak. Diketahui oleh warga, jika yang bersangkutan lebih sering berada di Pantai Pulau Datok, dengan menghuni gudang milik Disbudparpora. Lelaki yang juga diketahui sedikit mengalami gangguan jiwa tersebut diamankan agar dapat ditindaklanjuti. Mereka khawatir sewaktu-waktu Joko berbuat usil, dengan mengutil barang dagangan milik warga yang membuka warung di sekitar pantai. Belum lagi, yang bersangkutan dikawatirkan mengamuk, sehingga tidak menutup kemugkinan dapat mengancam para pengunjung pantai. Meski demikian, ada juga pemilik warung di sana yang mengatakan jika pria tersebut sejauh ini masih bersikap baik.

“Selama tinggal di gudang milik Dinas (Disburparpora, Red), selama ini dia baik kepada kita. Kadang memang minta makan. Ya kita kasih ke dia, kalau dia minta. Kalau di luar itu sih saya tidak tahu,” ungkap satu di antara warga yang membuka warung di Pantai Pulau Datok kepada wartawan.

Bermodal  dengan informasi tersebut, pihak Disbudparpora mengambil langkah untuk mengamankanya. Dengan melibatkan Satpol PP, mereka menyerahkan yang bersangkutan kepada dinas terkait. “Kita mengamankan Joko ini, berdasarkan informasi yang ada. Apa lagi dengan menggunakan gudang milik Dinas. Karena tempat ini (gudang, Red) akan kita gunakan sebagai lokasi penunjang saat Sail Selat Karimata nanti,” terang Mas Yuliandi, kepada Disburparpora Kabupaten Kayong Utara, kemarin.

Yuliandi menambahkan, selanjutnya untuk Joko sendiri akan diserahkan kepada Dinsosnakertrans, untuk selanjutnya ditangani oleh mereka. “Di gudang ini kan terdapat aset milik Pemda. Sementara dia tiggal di gudang tersebut. Apalagi dia (Joko, Red) sedikit mengalami gangguan jiwa. Dan juga mengakhawatirkan warga sekitar,” katanya.

Ia menambahkan sebelum menghuni gudang tersebut, Joko pernah menggunakan panggung yang juga berda di Pantai Pulau Datok. Kini, dikatakan Yuliandi, panggung tersebut telah dirobohkan, dikarenakan akan dilakukan penataan pantai untuk Sail nanti.

“Pernah tinggal di panggung yang sudah kita robohkan. Karena lokasi tersebut akan dilakukan penataan sebagai lokasi pusat kegiatan (Sail, Red). Setelah dibongkar, barulah menggunakan gudang sebagai tempat tinggalnya. Ketika akan dibongkar dulunya memang sempat melakukan perlawanan, dengan tidak terima jika tempat tinggalnya akan dibogkar,” jelas Yuliandi.

Selanjutnya, pihaknya menyerahkan sepenuhnya yang bersangkutan kepada pihak Dinsosnakertrans. “Kita serahkan sepenuhnya kepada pihak Dinsos,” singkatnya.

Terkait hal ini, staf Disbudparpora, Iskandar, membenarkan jika Joko sudah ada sejak 2 bulan terakhir berada di Pantai Pulau Datok. Hal tersebut diketahuinya karena dirinya selalu ada di pantai tersebut sebagai koordiantor kebersihan salah satu lokasi wisata andalan tersebut.

“Sudah ada dua bulan, kurang lebih Joko berada di pantai. Saya juga sempat hampir dipukulnya dengan menggunakan kayu. Karena saya sempat menegur dia, mungkin karena tidak terima kahadiran saya saat itu,” jelasnya.

Terakhir, Joko yang diketahui mengalami gangguan jiwa ini memang menggunakan gudang yang terdapat aset milik Pemda sebagi tempat tinggalnya. “Saya heran, dia ini memang kadang diajak bicara nyambung, dan kadang ngawur. Di dalam gudang tempat tinggal dia juga ada kopi, gula, garam, kadang dia juga masak. Selain itu, ketika salat subuh di masjid, tampa sengaja saya ketemu. Mau minta Alquran dengan imam masjid saat itu. Karena Pak Imam khawatir, (kemudian) meminta Joko untuk mencoba membaca Alquran, ternyata bisa. Melihat penampilannya compang campng seperti itu, dan diketahui sedikit kurang waras, Pak Imam tidak mengizinkan. Karena Pak Imam khawatir,” terangnya.

Mengenai hal ini, dirinya berharap untuk Joko dapat ditangani sebagaimana mestinya. Karena di samping mengalami gangguan jiwa, ia juga kasihan dengan kehidupannya yang terluntang-lantung. “Kalau saya tanya dia dari mana, katanya sih dari Pontianak. Sampai ke Kayong pakai kapal feri,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans M Sunardi mengatakan, untuk penaganan Joko tersebut, mereka belum menerima laporan resmi, baik dari masyarakat maupun pemerintah desa.  “Belum ada laporan. Namun jika sudah ada laporan, akan tetap kita tindak lanjuti dalam penaganannya,” ungkapnya.

Sunardi menambahkan, terkait hal ini memang harus ada laporan resmi dari masyarakat atau pihak desa. Untuk itu, dirinya menekankan kepada desa di Kayong Utara ini, jika memang terdapat hal yang sama, sebaiknya segera melapor kepada mereka. “Apa yang menjadi hak dan tanggung jawab kami akan kami lakukan. Intinya sesuai prosedur. Kalau yang sudah-sudah juga seperti itu, sesuai prosedur. Dan kalau untuk Joko yang diketahui berasal dari Kota Pontianak, akan kita tetap tangani,” tutupnya. (dan)

Berita Terkait