Disapu Banjir Pedagang Pindah

Disapu Banjir Pedagang Pindah

  Selasa, 21 June 2016 10:12
BANJIR: Dilanda banjir, pedagang terpaksa menggelar dagangannya di pinggir jalan. MUSTA’AN/PONTIANAKPOST

Berita Terkait

PUTUSSIBAU—Tingginya intensitas curah hujan dalam dua hari terakhir ini membuat debit air sungai Kapuas naik bahkan sampai menggenangi pemukiman penduduk termasuk kawasan pasar tradisional Putussibau.

 
Kedalamannya ada yang mencapai lutut orang dewasa. Akibatnya, pedagang terpaksa menggelar dagangannya di pinggir-pingir jalan. Sehingga membuat lalulintas di kawasan pasar macet. Menurut Yuliana, pedagang ayam, sejak pagi para pedagang sayur dan ikan basah terpaksa berjualan di pinggir jalan Diponegoro.

Hal tersebut terpaksa mereka lakukan lantaran produk makanan basah dan sejumlah komoditi sayuran akan membusuk jika tidak segera terjual hari itu juga. Sedangkan pedagang kain, pakaian dan barang lainya memilih bertahan dilapak mereka sampai debit air surut.

Yuliana mengatakan, pengunjung pasar tak mau masuk kedalam pasar karena banjir. Sehingga para pedagang sayur dan ikan terpaksa berjualan di tepi jalan untuk mengejar pembeli.

“Kami tidak bisa berjualan di dalam, airnya dalam sampai lutut orang dewasa, pembali tidak mau masuk kedalam. Terpaksa kami berjualan ke depan, agar dagangan yang kami jual laku dan tidak busuk,” ungkapnya.

Padatnya aktivitas di pasar tumpah itu membuat arus lalu lintas di jalan raya Diponegoro  terganggu. Arus kendaraan nampak padat merayap karena sebagian dari badan jalan dipenuhi penjual dan lalu lalang pembeli sayuran. Pedagang lain, Ratnawati mengaku terpaksa menggelar barang dagangan dipinggir jalan karena banjir menggenangi lapaknya sehingga pembeli enggan masuk ke dalam pasar.

Ratna mengaku, jika dagangan tidak dijual cepat, akan busuk. Dia mengatakan, setiap adanya musim banjir seperti ini, ia bersama pedagang lainnya tetap akan berjualan dipinggir jalan sepanjang airnya belum surut. Untuk itu ia belum bisa memastikan kapan pindah kelapaknya.

"Kalau besok kondisinya seperti ini kami tetap bertahan jualan disini.Karena kami tak ada pilihan tempat lain," ucapnya polos. Untuk itu ia mengharapkan, pemerintah agar tidak melakukan penertiban terlebih dahulu mengingat saat ini menjelang lebaran.

"Kami harap pemerintah dapat memaklumi kondisinya saat ini. Kami juga sadar dengan pindahnya kami kepinggir jalan buat jalan macet dan semrawut," pungkasnya. Akan tetapi keluarganya juga butuh biaya hidup, untuk menyambung hidup itulah mereka berjualan. (aan)

Berita Terkait