Disambut Antusiasme, Pendaftar Membeludak

Disambut Antusiasme, Pendaftar Membeludak

  Senin, 26 September 2016 09:54
PEREKRUTAN: Explore Kayong Utara malakukan perekrutan relawan Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) di Pantai Paulau Datok, Minggu (25/9). DANANG PRASETYO / PONTIANAK POST.

Berita Terkait

SUKADANA – Kabupaten Kayong Utara menjadi pilot project Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS), di mana ke depannya program tersebut akan menjadi tolak ukur pada perhelatan GBBS pada Sail berikutnya di Indonesia. Hal tersebut tentunya berdasarkan hasil dari pertemuan antara Explore Kayong Utara (EKU) bersama Kemenkomaritim di Jakarta, 21 – 23 September kemarin.

 
 

Sementara itu, mengenai program GBBS pada perhelatan puncak Sail Selat Karimata di Pantai Pulau Datok, Sukadana, 15 Oktober mendatang, Explore Kayong Utara yang diberikan kepercayaan merekrut 200 relawan. Relawan-relawan ini diperbantukan untuk menyukseskan Sail Selat Karimata melalui program tersebut.

 

“Memang kami diberikan kepercayaan untuk merekrut anak-anak daerah yang terdapat di Kabupaten Kayong Utara, pada program Gerakan Budaya Bersih dan Senyum (GBBS) untuk kesuksesaan Sail Selat Karimata pada 15 Oktober. Karena berdasarkan pertemuan dengan pihak Kemenkomaritim di Jakarta kemarin, mereka mengatakan bahwa paska-Sail sebelumnya pasti banyak meninggalkan sampah. Nah, hal seperti ini yang sedang kita pikirkan bersama terkait sampah ini, melalui relawan yang dibentuk ini,” jelas ketua Explore Kayong Utara, Supriandi, Minggu (25/9) di Pantai Pulau Datok, Sukadana.

Supriadi mengungkapkan bahwa Kabupaten Kayong Utara menjadi kali pertama terlibat dalam program ini. “Karena menurut mereka  (Kemenkomaritim, Red) paska acara sail-sail sebelumnya, selalu menyisakan sampah, sehingga kali pertama Kayong Utara menjadi pilot project relawan sampah ini,” jelas Supriandi.

Untuk saat ini, ia mengungkapkan, sudah terdapat kisaran 300 lebih relawan. Jumlah tersebut, menurut dia, sudah melebihi kuota yang dipinta oleh Kemenkomaritim. “Untuk kelebihan kuota ini akan kita sampaikan data relawan ini ke pihak Kemenkomaritim. Apakah kuota yang ada dipangkas atau kuota yang saat ini mendaftar bisa diterima?” sambungnya.

“Tidak menyangka melihat antusias pendaftar sebanyak ini. Pelajar saya lihat lebih mendominasi, tapi ada juga dari umum. Data yang daftar ini secepatnya akan kami sampaikan ke Menkomaritim. Karena kuoata ini sudah melebihi dari kuota yang dipinta dari Kemenkomaritim. Dan nanti akan kita minta pengarahan untuk kegiatan ke depannya,” harapnya.

Sementara itu, Safri Burhanuddin, deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim, langsung memberikan pelatihan GBBS kepada komunitas Explore Kayong Utara (EKU), sebagai salah satu persiapan yang dilakukan untuk menyambut  perhelatan akbar Sail Selat Karimata 2016 di Kabupaten Kayong Utara. “Setiap even pasti ada sampah. Itu tidak bisa dipungkiri. Namun bagaimana sampah-sampah  itu bisa terkontrol, itu yang menarik,” kata Safri saat melakukan rapat koordinasi bersama Komunitas Peduli Sampah di Kantor Kemenkomaritim, Jumat (23/9) lalu.

Safri mengatakan bahwa Kayong Utara akan dijadikan pilot project untuk even-even besar pemerintah. Selanjutnya, dia berharap agar bisa  menerapkan  zero waste management event sebagai bagian  dari nawacita  Presiden Joko Widodo untuk melakukan gerakan revolusi mental. “Silakan  Explore Kayong Utara berimprovisasi, berkreasi sesuai keinginan Kalian, sehingga tampak bagus tempat sampah itu dan bisa di jadikan itu tempat wisata bagi pengunjung  yang ingin mampir dan berfoto,” katanya lagi terhadap anggota EKU.

Safri mengharapkan agar di setiap tempat  strategis pada lokasi acara Sail, dapat  dipasang imbauan mengenai sampah. Imbauan tersebut, menurut dia, merupakan salah satu media edukasi, agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan. 

“Silakan bicarakan kepada Pemkab Kabupaten Kayong Uta dan EO di sana. Bagaimana tanggapan mereka mengenai hal tersebut? Tentunya harapan kami, Pemkab dapat meng-handle dengan bekerja sama dengan pihak swasta. Kalau tidak sanggup, kami sendiri yang akan langsung menanganinya,” tegasnya. (dan)

Berita Terkait