Diresmikan Resort PTN Tanjung Gunung

Diresmikan Resort PTN Tanjung Gunung

  Jumat, 20 Oktober 2017 10:30
RESORT: Peresmian Resort PTN Tanjung Gunung di SPTN Wilayah 1 Sukadana dan menyerahkan bantuan berupa alat tangkap dan mesin bagi masyarakat nelayan Desa Sejahtera.TNGP for Pontianak Post

Berita Terkait

SUKADANA - Kepala Resort Balai Taman Nasional Gunung Palung Dadang Wardhana meresmikan Resort PTN Tanjung Gunung di SPTN Wilayah 1 Sukadana Kabupaten  Kayong Utara, Kamis (19/10) kemarin.

Selain meresmikan resort yang berada di  Desa Sejahtera ini, acara yang berlangsung pada Kamis, (19/10) pagi ini juga  diisi dengan menyerahkan bantuan berupa alat tangkap dan mesin bagi masyarakat nelayan Desa Sejahtera ini.

“Nanti diharapkan Resort Tanjung Gunung ini bisa menjadi tempat bertanya, berdialog, bermusyawarah  bagi masyarakat bersama petugas  tentang permasalahan   maupun manfaat dan fungsi  kawasan Gunung Palung”jelas Dadang Wardhana.

Bntuan berupa alat tangkap dan mesin oleh pihak BTNGP dijelaskannya, merupakan bagian program pembinaan dari pihaknya yang diperuntuhkan kepada masyarakat di sekitar penyangga Gunung Palung.

“Harapannya bisa membantu masyarakat untuk meningkatkan  kesejahteraan masyarakat dibawah  kawasan penyangga yang sebagian besar masyarakat Dusun Tanjung Gunung  adalah nelayan,”sambungnya.

Kegiatan peresmian resort juga  diisi dengan pembibitan tanaman untuk hutan mangrove  bersama masyarakat sekitar daerah penyangga Gunung Palung.

“Di Resort Tanjung Gunung akan dibangun tanggul air asin yang diharapkan nanti kerusakan dari tanggul air asin dapat  direhabilitasi dengan mangrove dengan melibatkan masyarakat Tanjung Gunung,” katanya lagi.

Ketua Kelompok Petani Organik, Harman yang menghadiri kegiatan tersebut  mengucapkan terima kasih kepada Kepala Balai Taman Nasional karena telah peduli dan membantu masyarakat sekitar dari segala aspek yang ada. “Sangat bersyukur karena beliau peduli sama masyarakat Tanjung Gunung. Bantuan seperti ini bisa menjadi penyemangat bagi masyarakat,”ungkapnya.

Dirinya menceritakan, saat ini masyarakat setempat tidak lagi menjadi penebang liar yang sangat mengganggu ekosistem di kawasan Taman Nasional Gunung. Bahkan masyarakat menjadi pelopor penjaga gunung yang dinobatkan paru – paru dunia ini.

“Dulu mungkin semangatnya cuma 70 persen 80 persen tapi sekarang semangat masyarakat menjadi seratus persen,”ceritanya.

Terkait rehabilitasi hutan mangrove, dimana masyarakat Dusun Gunung Tujuh menjadi mitra, dikatakannya, masyarakat melalui kelompok masyarakat yang ada akan membantu  mensukseskan program dari BTNGP tersebut. 

“Mungkin untuk kedepannya bisa bergandengan tangan untuk menjaga dan melestarikan mangrove didekat pantai ini, sehingga kalau terjaga tanaman mangrove itu yang kami rasakan dari kelompok nelayan ini hasilnya makin berlipat ganda,"tutupnya. (dan)

Berita Terkait