Dipindah ke RSCM, KPK Resmi Tahan Setya Novanto

Dipindah ke RSCM, KPK Resmi Tahan Setya Novanto

  Jumat, 17 November 2017 22:36
Tersangka e KTP terbaring di ruang perawatan RS Medika Permata Hijau usai Toyota Fortuner yang dikendarainya menabrak tiang listrik. Novanto pun kini resmi ditahan. (istiewa)

Berita Terkait

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan secara resmi penahanan terhadap tersangka kasus korupsi e-KTP Setya Novanto. Kata juru bicara lembaga antirasuah, Febri Diansyah, hal itu dilakukan berdasarkan bukti yang cukup.

"Tersangka SN diduga keras melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan pihak lain dalam kasus KTP elektronik dan menahan selama 20 hari terhintung 17 November sampai 6 Desember di rutan negara kelas satu Jakarta Timur cabang KPK," ungkap Febri saat menggelar konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/11). 

Namun, surat perintah penahanan itu ditolak pihak Novanto. Itu terjadi ketika ketua DPR itu hendak dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dari RS Medika Permata Hijau. Tim penyidik KPK sebelumnya lebih dulu memperlihatkan surat itu di depan Novanto, tapi dia menolak untuk menandatanganinya. 

Sehingga berita acara ditangdatangani penyidik dan dua saksi dari RS Medika Permata Hijau. Berita acara perkara (BAP) penahanan tersebut pun diserahkan satu rangkap kepada istri Novanto, Deisti Tagor. 

"Akhirnya penyidik menyiapkan penolakan berita acara penahanan, yang ini ditandatangani penyidik dan saksi," jelas Febri. 

Begitu pun dengan pembantaran penahanan. Menurut hasil pemeriksan di RSCM, hingga hari ini masih dibutuhkan perwatan lebih lanjut atau rawat inap.

"Maka KPK melakukan pembantaran SN sehingga perawatan akan dilakukan di RSCM namun kuasa hukum menolak menandatangani berita acara pembantaran tersebut," tutur dia. 

Sehingga, lanjut Febri, penyidik menyiapkan berita acara penolakan pembataran penahanan. "Jadi baik berita acara penahanan maupun berita acara pembantaran tidak ditandatangani pihak SN. Sesuai KUHAP, maka penyidik membuat berita acara lanjutan," jelas Febri.

Mantan aktivis ICW itu menambahkan, selama masa pembataran penahanan itu SN akan berada dalam proses perawatan di RSCM dengan penjagaan tim KPK dan bantuan dari Polri. 

"Saat ini statusnya pembantaran penahanan dan dirwat di RSCM, update kesehatan, kami akan berkoordinasi dengan RSCM dan pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI)," paparnya.

(dna/JPC)

Berita Terkait