Dipilih karena Cerminkan Cita-Cita Gus Dur , Keluarga Inti Kali Pertama Sepanggung

Dipilih karena Cerminkan Cita-Cita Gus Dur , Keluarga Inti Kali Pertama Sepanggung

  Senin, 25 January 2016 09:30
GUSDUR AWARD: Shinta Nuriyah Wahid, istri dari Gusdur (kedua kanan) bersama anak-anaknya antara lain Yenny, Alisa, Anita, dan Inayah menyerahkan Gusudr Award kepada Gus Mus, Totok Mendut dan Ahok, kemarin. M ALI/JAWAPOS

JAKARTA – Penghargaan terhadap tiga tokoh menandai diresmikannya rumah pergerakan Griya Gus Dur di Jakarta kemarin (24/1). Tiga tokoh itu dianggap mencerminkan cita-cita mantan presiden Indonesia tersebut dari masing-masing bidang.

Mereka adalah ulama KH Mustofa Bisri, budayawan Tanto Mendut, dan Gubernur DKI Jakarta Basuki ”Ahok” Tjahaja Purnama. Pada momen peresmian rumah di Jalan Taman Amir Hamzah itu pula, keluarga inti Gus Dur (istri dan empat putri) tampil sepanggung berlima tanpa kehadiran orang lain. Itulah yang pertama sejak Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009.Putri kedua Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang lebih dikenal Yenny Wahid, menjelaskan bahwa tiga tokoh tersebut dipilih dari tiga unsur, yakni agama, sosial-budaya, dan pemerintah. Gus Mus ditabalkan sebagai tokoh agama karena mampu mengayomi umat dan menjaga toleransi.

”Beliau juga orang yang menolak posisi, di mana beliau pernah menolak menjadi rais am PB NU. Itu luar biasa bagi kami,” terangnya.Sementara itu, tokoh sosial-budaya dianugerahkan kepada Tanto Mendut. Sebab, selaku presiden Komunitas Lima Gunung, dia dinilai mampu menggerakkan komunitas masyarakat desa. Keberhasilan Tanto mengorganisasi warga desa membuat pertunjukan tahunan itu menjadi poin plus. Apalagi, hasil kerja kerasnya juga mendapat apresiasi internasional.

Lalu, Ahok mewakili unsur pemerintah. Ahok dianggap sebagai unsur pemerintah yang tegas, berani membela konstitusi, dan tidak gentar ancaman kelompok ekstrem. ’’Yang paling penting adalah mengedepankan birokrasi bersih,’’ lanjutnya.Griya Gus Dur akan difungsikan untuk banyak hal. Salah satunya, sebagai wadah advokasi bagi kaum minoritas. Selain itu, Griya Gus Dur dijadikan tempat untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.Semasa hidup, Gus Dur memang dikenal sebagai sosok demokratis, humanis, dan visioner. Mantan ketua umum PB NU itu selalu berada di baris terdepan dalam pembelaan kepada kalangan minoritas. (byu/c10/ttg)