Diperlukan Keterlibatan Pemerintah Cegah Kasus Pelecehan Anak

Diperlukan Keterlibatan Pemerintah Cegah Kasus Pelecehan Anak

  Selasa, 21 June 2016 08:54
ilustrasi. BARANEWS.CO

Berita Terkait

SUKADANA – Komisioner Bidang Pengaduan dan Fasilitasi Pelayanan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalimantan Barat, Hendrik Damanik, menilai, pelaku pelecehan seksual terhadap salah satu siswi di Kecamatan Pulau Maya, perlu diberikan sanksi setimpal. Selain itu, dia menambahkan, peran serta pemerintah dan keluarga sangat perlu untuk ditingkatkan.

 
“Mengenai kasus ini, sebenarnya bukan hanya terjadi di Kabupaten Kayong Utara. Termasuk di kabupaten atau kota lain juga ada, yang mengalami penigkatan kasus kejahatan seksual terhadap anak. Bahkan pelakunya bukan hanya dari pihak luar, dan itu dari internal sendiri. Yaitu, orang tua kandung, orang tua tiri, dan paman. Sementara untuk kasus ini, kasusunya sudah masuk pada tahap persidangan. Semoga saja untuk pelaku dapat diberikan sanksi yang setimpal,” terang Damanik, Jumat (17/6) ketika dihubungi melalui telepon genggamnya.  

Sementara itu, mengenai hal ini, dirinya sangat berharap peran serta pemerintah yang harus lebih ditingkatkan. Pemerintah, menurut dia, harus menjadi pemeran utama dalam menangani hal tersebut. Selain itu, sambung dia, pemerintah  harus sering melakukan pedekatan, melalui sosialisai, dengan memberikan penjelasan mengenai dampak dari kejadian itu sendiri. “Jangan sudah terjadi barulah kalang kabut,” kata dia.

Kalau hanya menyerahkan kasus serupa kepada KPAI ataupun kepolisian, dia yakin, tidak mugkin akan tertanggulangi. Maka, disarankan dia, jangka panjangnya ini akan kembali kepada pemerintah. “Apalagi ini merupakan aset bangsa loh, yang wajib kita lindungi dan kita jaga bersama-sama demi masa depan mereka (anak, Red),” ungkap Damanik.

Selain kepada pemerintah, dirinya menjelaskan peran serta keluarga, juga menjadi hal yang paling utama dalam pengawasan dan perlindungan terhadap anak sangat penting.  Untuk itu, dirinya mengajak kepada masyarakat agar dapat meningkatan pengawasan dan perlindungan anak. “Kalau dari pemerintah, tentunya melalui SKPD terkait, untuk dapat segera bertindak lebih dari sebelumnya. Untuk di lingkungan keluarga pun dapat terus mengawasi dan memberikan perlindungan terhadap anak,” sarannya.  

Mengenai hal ini, berdasarkan informasi yang dihimpun, untuk pelaku akan kembali mengikuti persidangan yang akan dilaksankan di Kejaksaan Ketapang, hari ini (21/6). Sedangkan untuk korban sendiri sejauh ini dipastikan berada dalam perlindungan keluarganya.

Terkait hal ini pula, ketua Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kayong Utara, Syaeful Hartadi, menuturkan jika pihaknya akan berusaha untuk melakukan pengawasan hingga tuntas. Pengawasan tersebut dilakukan mereka sampai benar-benar jatuhnya putusan hukuman yang harus diterima oleh ayah tiri korban. “Kami akan berusaha terus untuk melakukan pengawalan terhadap kasus ini, hingga jatuhnya putusan dari pengadilan,” terangnya, Senin (20/5) di Sukadana.

Mengenai hal ini pula, dirinya menjelaskan, selain dari pihak KPAD Kayong Utara, tentunya dari pihak keluarga sangat berharap untuk ayah tiri korban dapat diberikan sanksi yang seberat-beratnya. Pelaku, dalam sorotan dia, telah membuat korban harus putus sekolah dan dibuat malu terhadap teman-temannya.

“Sekarang dia (korban, Red) berada bersama bibinya di Ketapang. Dari pihak keluarga, bibinya menginginkan pelaku (ayah tiri, Red) dapat dihukum sebarat-beratnya, karena telah membuat malu,” terang Syaeful.

Mengenai kasus pelecehan seksual di Kayong Utara, jika berdasarkan data yang mereka kantongi, sejauh ini telah mencapai tiga kasus. “Termasuk  Pulau Maya itu, sudah kali ketiga terjadi di Kayong Utara,” jelasnya. (dan)

Berita Terkait