Dinsosnakertrans Siapkan 150 Unit Rumah

Dinsosnakertrans Siapkan 150 Unit Rumah

  Kamis, 23 June 2016 10:00
PERSAWAHAN: Hamparan persawahan di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana. Tidak lama lagi akan didatangkan warga baru untuk mengelola lahan yang tersedia di desa tersebut. DOKUMEN

Berita Terkait

 
Kabupaten Kayong Utara merupakan daerah baru yang pada 26 Juni mendatang baru genap berusia 9 tahun. Kabupaten yang terletak di wilayah selatan Kalbar ini masih membutuhkan banyak sumber daya manusia untuk mengembangkan potensi daerah. Melalui transmigrasi, Kabupaten Kayong Utara diharapkan dapat terus berkembang.

DANANG PRASETYO, Sukadana

PADA tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara kembali memasukkan warga luar melalui program transmigrasi. Mereka akan ditempatkan di wilayah Desa Simpang Tiga, Kecamatan Sukadana. Menurut kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kayong Utara, Untung Hidayat, sebanyak 150 rumah telah disiapkan mereka untuk warga transmigrasi di Desa Simpang Tiga.

“150 unit rumah dibangun dan 75 KK untuk warga pendatang dan 75 KK lagi untuk warga setempat. Dengan masuknya warga luar, diharapkan bisa berbagi ilmu dengan masyarakat setempat khususnya dalam bidang pertanian dan perkebunan,” ungkapnya.

Menurutnya, program transmigrasi pada masa pemerintahan saat ini bukan hanya sekadar memindahkan orang dari satu tempat ke tempat yang lain, tapi juga ada pembekalan keahlian bagi transmigran dan penduduk setempat untuk memanfaatkan potensi SDA yang ada. Ia pun menyadari, banyakanya persoalan di daerah transmigrasi, kebanyakan didominasi oleh benturan antara warga pendatang dan masyarakat asal di daerah setempat. “Kita bersukur di Kayong Utara, tidak ada masalah dengan program transmigrasi ini, warga Kayong Utara sangat terbuka untuk menerima warga pendatang yang benar-benar untuk sama-sama memajukan daerah ini,” katanya.

Oleh karenanya, sambung Untung, sebelum benar-benar menjalankan program transmigrasi, para transmigran dan masyarakat pribumi akan di mediasi agar tidak terjadi benturan kepentingan antara pendatang dan masyarakat asal.

“Ya nanti pemerintah akan fasilitasi, agar pendatang dan masyarakat pribumi bisa berbagi peran dalam memanfaatkan potensi SDA yang ada. Kalau semua masyarakat, baik pendatang maupun pribumi mempunyai kesadaran bersama untuk membangun daerah, saya kira program transmigrasi akan kembali bisa mencapai kesuksesan," paparnya.

Kesuksesan transmigrasi, dikatakannya pula, memang diperlukan satu pemahaman bersama antara masyarakat pendatang dan masyarakat pribumi. Terbukti, program transmigrasi yang dijalankan sejak masa pemerintahan Soeharto berhasil membentuk desa-desa baru.

Terpisah, pemuka masyarakat Desa Simpang Tiga, Doni Suprapto menilai, masyarakat Desa Simpang Tiga sangat menyambut baik hadirnya warga baru di desanya pada tahun ini. “Masuknya transmigrasi akan membawa dampak positif bagi daerah ini, masyarakat lokal bisa belajar sehingga hasilnya sama-sama sukses,” ucapnya.

Diakuinya pula bahwa sudah sejak lama warga Desa Simpang Tiga mengusulkan program transmigrasi. Karena memang, Desa Simpang Tiga masih memiliki lahan yang layak untuk digarap. Untuk menggarap lahan tersebut juga dibutuhkan orang-orang yang sungguh-sungguh dan ulet untuk mengelolanya. “Semoga saja, warga yang datang nanti benar-benar mau memaksimalkan program ini dan bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi desa ini,” doanya. (*)

Berita Terkait