Dinkes Kubu Raya dan PT Pertamina Gelar Pelatihan Kader Kesehatan

Dinkes Kubu Raya dan PT Pertamina Gelar Pelatihan Kader Kesehatan

  Selasa, 21 June 2016 09:54
HIDUP SEHAT: Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani berfoto bersama kader kesehatan usai menghadir pelatihan perilaku hidup sehat warga pedesaan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit kusta Ashrie/Pontianak Post

Berita Terkait

KUBU RAYA – Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani menyatakan dari empat kecamatan yang dilakukan pelatihan perilaku hidup sehat warga pedesaan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit kusta, Rasau Jaya dinilai menjadi salah satu kecamatan yang cukup banyak ditemukan penyakit kusta.

 
Seperti diketahui selain Kecamatan Rasau Jaya, Dinas Kesehatan bersama PT. Pertamina Persero melakukan pelatihan serupa di Kecamatan Sungai Raya, Sungai Kakap dan Sungai Ambawang.  “Dari tahun 2012 hingga 2016 total penemuan kasus kusta di Rasau Jaya sebanyak 12 kasus,” kata Berli Hamdani kepada Pontianak Post, Senin (20/6) usai memberikan materi pelatihan perilaku hidup sehat warga pedesaan untuk mencegah dan menanggulangi penyakit kusta di Aula Kantor Camat Rasau Jaya.

Kendati menilai cukup banyak ditemukan kusta di Kecamatan Rasau Jaya, namun kata Berli jumlah kasusnya setiap tahun cenderung menurun. “Selain dengan terus memberikan edukasi kemasyarakat melalui tenaga kesehatan yang adam saya berharap dengan adanya pelatihan bagi kader masyarakat dalam mencegah dan menanggulangi penyakit kusta ini juga menjadi salah satu wadah untuk menekan kasus kusta di Kubu Raya terutama di Kecamatan Rasau Jaya,” ungkapnya.

Dengan ditemukannya kasus kusta sedini mungkin, maka akan lebih mempermudah tenaga kesehatan melakukan penanganan dalam mengatasi kasus kusta. Agar optimalisasi pencegahan dan penanggulangan  kusta terealiasai kata Berli pihaknya juga akan merangkul pihak kecamatan, kepala desa, tokoh masyarakat setiap desa untuk turut melakukan penyuluhan bagi masyarakat mengenai kusta.

Sementara itu Kepala Puskesmas Kecamatan Rasau Jaya, Waluyo membenarkan jika sepanjang tahun 2012 hingga 2016 terdapat sekitar 12 kasus kusta yang telah ditangani pihaknya. “Di tahun 2016 ini ada lagi 1 kasus, itupun bukan warga asli Rasau Jaya, namun  warga luar yang kebetulan yang menetap sementara waktu di Rasau Jaya,” ucapnya.

Lantaran mengaku secara berksinambungan mengerahkan tenaga kesehatan yang dimiliki untuk terus memberikan  penyuluhan langsung ke lapangan, kata Waluyo secara umum hingga saat ini tingkat kesadaran masyarakat untuk turut melakukan pencegahan penyakita kusta. “Setidaknya sudah banyak warga yang secara sadar saat menemukan gejala kusta kemudian langsung menghubungi tenaga kesehatan terdekat sehingga bisa lebih cepat ditangani,” ungkapnya.  Mengingat cukup besarnya dampak positif dari pelatihan yang digelar, Waluyo berharap agar kegiatan serupa bisa kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya.

Saat disinggung mengenai program pelatihan kader kesehatan yang dilakukan bersama PT. Pertamina Persero, melalui CSR Pertamina Peduli, Kepala Dinas Kesehatan Kubu Raya, Berli Hamdani menyatakan sebelumnya pihaknya telah mengajukan sebanyak 6 kegiatan pelatihan kader kesehatan kepada PT. Pertamina. “Dari 6 proposal usulan kegiatan yang kami ajukan, sejak tahun 2015 hingga sekarang dua kegiatan sudah dilakukan yakni pelatihan kader pencegahan penyakit filariasis dan pelatihan kader pencegahan dan penanggulangan kusta,” ucapnya.

Jika tidak ada halangan kata Berli pada tahun 2017 mendatang, pihaknya akan kembali menggelar pelatihan pencegahan untuk menekan kematian ibu dan anak atau pelatihan kader yang berkaitan dengan isu lingkungan. (ash)

Berita Terkait