Dinkes Kalbar Siapkan 1 Juta Masker

Dinkes Kalbar Siapkan 1 Juta Masker

  Jumat, 26 Agustus 2016 10:14
MASKER: Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Subanri Mkes menunjukan stok masker guna menghadapi kondisi kabut asap di Kalbar.

Berita Terkait

MENGANTISIPASI kabut asap yang melanda akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Dinas Kesehatan Kalbar sudah mengantisipasi kasus ini dengan menyiapkan 1.049.100 masker.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Subanri Mkes, saat ditemui di ruang kerjanya.

Subanri mengatakan, persediaan masker yang ada di Dinas Kesehatan Kalbar akan disalurkan ke sejumlah kabupaten di Kalbar. Pendistribusian masker tersebut memang jumlahnya relatif  berbeda dimasing-masing kabupaten. Tergantung tingkat pencemaran udara yang melanda di kabupaten tersebut. “Kondisi kabut asap yang terjadi dari hasil pembakaran hutan dan lainnya kadang terjadi  selama memasuki musim kemarau. Makanya pihak kami mengantisipasi kondisi tersebut dengan menyiapkan persediaan masker,” terangnya.

Subanri menambahkan untuk mengatasi kualitas udara yang memburuk akibat kabut asap yang bisa menyebakan penyakit Infeksi Saluran Pernapas Akut (ISPA), Subanri menjelaskan kondisi tersebut  diakibatkan partikel sisa dari pembakaran hutan dan lahan yang terbawa udara. Sehingga  pemerintah melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar sudah menyiapkan masker, untuk dibagikan secara gratis kepada masyarakat bila kualitas udara di Kalbar memburuk dan membahayakan masyarakat. Persediaan masker ada yang sudah disebarkan ke sejumlah kabupaten yang mengalami kebakaran lahan dan hutan. Nantinya pihak Dinas Kesehatan yang berada di kabupaten akan menyalurkannya kembali. Bisa melalui Puskesmas dan organisasi masyarakat. Agar penyeberan masker tersebut lebih cepat menjangkau masyarakat. Tahun lalu saja masker yang disebarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar mencapai 677.850 masker, untuk kabupaten yang mengalami musibah kabut asap. Sedangkan untuk pengadaan masker tersebut direalisasikan melalui anggaran APBD dan APBN. “Saya berharap masker-masker yang dibagikan gratis untuk masyarakat ini tidak diselewengkan apalagi untuk diperjual belikan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, bahwa dibeberapa kabupaten di Kalbar kabut asap mulai terasa pada malam dan pagi hari, namun menurut Subanri belum mengganggu aktivitas warga, dia juga mengimbau kepada masyarakat agar saat keluar rumah selalu menggunakan masker. “Pada tahun lalu kita bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk membagikan masker langsung ke sekolah-sekolah di Kota Pontianak, hal ini kita lakukan agar para siswa tidak begitu terganggu saat melakukan proses belajar di kelas,” jelasnya.

Terakhir, Subanri mengingatkan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila terjadi bencana kabut asap. Hal tersebut untuk menghindari ISPA terutama pada Balita, anak-anak dan ibu hamil serta masyarakat yang memiliki penyakit sesak nafas. Jika ingin keluar ruangan dianjurkan menggunakan masker, agar partikel debu Karhutla tidak masuk kedalam saluran pernapasan,” pungkasnya.(yad)

Berita Terkait