Dinkes Gelar Survei Hepatitis Remaja , Ambil Sampel Darah 200 Siswa

Dinkes Gelar Survei Hepatitis Remaja , Ambil Sampel Darah 200 Siswa

  Senin, 7 December 2015 09:22
AMBIL SAMPEL: Petugas Dinas Kesehatan saat melakukan pengambilan sampel darah di SMA Negeri 1 Sukadana. SMA Negeri 1 Sukadana dipilih menjadi salah satu sekolah yang menjadi tempat pengambilan sampel darah di Sukadana. DANANG PRASETYO/PONTIANAK POST

Berita Terkait

 
SUKADANA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) dan Dinkes Kabupaten Kayong Utara mengadakan survei hepatitis tingkat remaja. Mereka mengambil sampel darah di berbagai sekolah di Sukadana, Senin (30/11) lalu. Adapun pengambilan sampel tersebut menyasar 200 siswa dari tiga sekolah, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, dan SMK Negeri 1 Sukadana.

Staf  Bidang Pemberantasan Penyakit Menular (P2M) Dinkes Kabupaten Kayong Utara, Ni Wayan Sri Styawanti, menjelaskan jika kegiatan yang mereka lakukan tersebut merupakan hal baru di Kayong Utara. Sementara mereka harus melakukannya lantaran hepatitis diakui sebagai suatu endemik yang telah terjadi di kabupaten lain. Untuk itulah mereka kemudian melakukan pemeriksaan. Kenapa lebih memilih kalangan remaja? Mereka beralasan karena hepatitis merupakan hal yang baru ditemukan di Kalbar, seperti juga di kabupaten lain.

“Pada tahun kemarin (2014, Red) telah dilakukan pada tingkat Provinsi. Selanjutnya tahun 2015 dilakukan diberbagi kabupaten, termasuklah Kabupaten Kayong Utara. Tujuannya agar dapat mengetahui seberapa beser penyebaran hepatitis di Kayong Utara. Jika memang ada ditemukan, kita akan segera memutuskan mata ratai penyakit tersebut (hepatitis, Red) secara bersama-sama,” terang Styawanti, Minggu (6/12).

Untuk kabupaten lain, menurut dia, yang telah ditemukannya hepatitis tersebut salah satunya dari MCK mereka. Dia mengingatkan jika penyebaran hepatitis ini ternyata sangat berbahaya jika dibanding dengan HIV/AIDS.  Karena, lanjut dia, untuk HIV sendiri memakan rentang waktu hingga lima tahun, sementara hepatitis begitu dengan cepat menular.

“Misalnya, salah satu contoh, jika seseorang (pengidap hepatitis, Red) saat membuag air, dan tidak bersih menyiramnya, maka penyakit itu dapat langsung menyerang orang yang tadinya membuang air di tolilet atau kamar mandi yang sama. Sama halnya jika membuang air di sungai, hal ini juga sangat berbahaya,” tuturnya. Sementara itu, mengenai gejalanya jika seseorang terserang hepatitis, disebutkan dia jika daya tahan tubuhnya menurun, mengalami demam tinggi, warna kulitnya menguning, matanya kuning, terasa mual, serta nafsu makan akan mengalami penurunan.

“Untuk seseorang terkena hepatitis ini, cenderung menguning pada bagin tubuhnya. Mengenai hal ini, tentunya kita semua berharap di Kayong Utara  tidak ditemukannya gejala hepatitis. Untuk itu, mari kita bersama-sama menjaga kebersihan liungkungan, agar dapat terhindar dari penyaki itu (hepatitis, Red),” harapnya.

Terpisah, kepala SMA Negeri 1 Sukadana, Isjuandi, mengungkapkan jika dia sangat menyabut baik kegiatan pengambilan sampel darah tersebut.  Karena, menurut dia, melakukan pemeriksaan di kalangan remaja dapat sedini mungkin untuk melakukan pencegahan, jika memang terjadinya penyebaran penyakit tersebut di kabupaten ini. “Semoga saja, di sini (Kayong Utara, Red) tidak terdapat penyebaran penyakit tersebut. Yang telah melakukan pengambilan sampel darah di tiga sekolah yang ada di Sukadana ini,” harap Isjuandi. (dan)

 

Berita Terkait