Dilarang Jual Rokok Kepada Anak

Dilarang Jual Rokok Kepada Anak

  Jumat, 14 Oktober 2016 09:30

Berita Terkait

SINGKAWANG - Pemerintah daerah mengimbau kepada produsen tembakau baik partai besar maupun kecil di tingkat pengecer sepeti toko agar menaati peraturan tentang larangan menjual rokok kepada anak-anak di bawah umur dan ibu hamil di lingkungan masyarakat Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Larang ini sesuai dengan arahan dan peraturan pemerintah pusat. Supaya pemilik tokoh tidak menjual rokok kepada anak-anak. Hal ini demi menciptakan kesehatan generasi muda lebih baik agar terbebas dari pengaruh rokok di lingkungan masyarakat.

“Peraturan pemerintah tentang larangan menjual tembakau maupun rokok kepada anak-anak dibawah umur dan ibu hamil ini sangat baik dan perlu dipatuhi bersama. Jangan sampai peraturan yang telah dibuat itu tidak dilaksanakan dilapangan,” ucap kadis kesehatan kota singkawang akhmad kismed, kamis (13/10) kepada media ini.

Dia mengatakan larangan menjual rokok maupun tembakau ini harus disosialisasikan kepada khalayak ramai. Supaya pihak produsen dapat mengetahui dan menjalankan aturan tersebut. Sehingga tidak ada lagi anak-anak maupun ibu hamil membeli rokok kepada produsen di tingkat pengecer.

Ia menuturkan dengan adanya peraturan tentang larangan menjual tembakau maupun rokok. Pihak masyarakat maupun orangtua anak tidak lagi menyuruh anaknya pergi ke tokoh hanya untuk membeli rokok. Hal tersebut sudah ada himbuan tentang peraturan pemerintah nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan.

“Kami ingin peraturan tentang adanya larangan menjual tembakau rokok kepada anak-anak dibawah umur maupun kepada ibu hamil dapat dilaksanakan. Supaya lingkungan masyarakat terbebas dari pengaruh zat adiktif berupa produk tembakau seperti rokok yang bisa merugikan kesehatan,” paparnya.

Sementara Pemilik Tokoh Hesti (34) mengakui kurang mendapat sosialisasi terkait peraturan pemerintah nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. Sehingga pihaknya belum mengetahui tentang adanya larangan menjual rokok kepada anak-anak bawah umur dan ibu hamil di lingkungan masyarakat.

“Saya baru ini mendapat informasi tentang adanya larangan menjual rokok kepada anak-anak dibawah umur dan ibu hamil. Jika ada perarutan ini akan lebih baik agar para orangtua yang perokok tidak lagi menyuruh anak-anaknya ketokoh untuk membeli rokok,” terangnya juga sebagai ibu rumah tangga.

Dia menyampaikan tentang adanya larangan menjual rokok kepada anak-anak di bawah umur maupun ibu hamil mungkin hanya diketahui oleh pihak produsen rokok partai besar. Sedangkan produsen tingkat pengecer tidak semua mengetahui hal tersebut. Sehingga perlu adanya sosialisasi dari pemerintah agar mengimbau kepada khalayak ramai agar tidak menjual rokok kepada anak-anak maupun ibu hamil di Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan peraturan pemerintah nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan. Ini perlu disampaikan kepada khalayak ramai agar peraturan pemerintah tersebut dapat berjalan efektif sesuai dengan harapan.

“Saya akan menjual rokok kepada orang dewasa. Jika ada anak-anak yang membeli rokok tidak ada dijual. Kalau orangtuanya perokok silakan beli sendiri di tokoh. Jangan hanya bisa menyuruh anaknya ketokoh membeli rokok,” tutup Hesti Warga Kecamatan Singkawang Barat. (irn)

 

 

 

 

 

Berita Terkait