Dilarang Jual Beli Darah

Dilarang Jual Beli Darah

  Selasa, 5 April 2016 09:25
PMI: Gubernur Kalbar Cornelis didampingi Ketua PMI Kalbar, Frederika Cornelis, dan Johny F. Mahmudi, Karo Perencanaan Penelitian dan Pengembangan PMI Pusat. IST

Berita Terkait

PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Cornelis meminta anggota Palang Merah Indonesia di seluruh Kalbar tak mengomersilkan darah dari pendonor. 

“Donor darah itu perbuatan mulia. Mentalnya harus direvolusi. Jangan lagi ada komersialisasi darah di PMI. Jangan kalau sudah ada uang baru bilang ada stok darah di PMI,”  ujar Cornelis ketika menghadiri Pelatihan Perencanaan Monitoring Evaluasi dan Pelaporan PMI Provinsi Kalbar di Haris Hotel, Senin (4/4).

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan mulai 3 hingga 8 April dan diikuti pengurus PMI kabupaten kota di Kalimantan Barat, kecuali Kayong Utara. Perwakilan dari Kayong Utara tak hadir karena keterbatasan anggaran.

Cornelis menuturkan Henry Dunant adalah pengusaha dan aktivis sosial Swiss. Ketika melakukan perjalanan untuk urusan bisnis pada 1859, dia menyaksikan akibat-akibat dari Pertempuran Solferino. Lokasi yang merupakan bagian Italia. Kenangan dan pengalamannya itu dituliskan dalam buku dengan judul A Memory of Solferino (Kenangan Solferino). Ini menginspirasi pembentukan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada 1863. Di Indonesia menjadi Palang Merah Indonesia. 

“PMI ini menolong orang tanpa melihat suku agama atau bangsa apa,” kata Cornelis.  

Saat ini PMI harus siap dengan berbagai bencana yang belakangan ini muncul. Ada banjir, tanah longsor dan bencana lainnya. Cornelis meminta PMI Kalimantan Barat mencatat rapi bantuan yang diperoleh agar dapat dipertanggungjawabkan. “Jangan sampai menolong orang lalu berurusan dengan aparat hukum karena ketidaktelitian pengadministrasian,” ungkap Cornelis.

Ia menambahkan PMI juga harus gencar menyosialisasikan dan mengajak masyarakat mendonorkan darahnya. Kegiatan kemanusiaan ini banyak manfaatnya. “Satu kantong darah bisa menyelamatkan nyawa orang lain,” tutur mantan Bupati Landak itu.

Karo Perencanaan Penelitian dan Pengembangan PMI Pusat, Johny F Mahmudi mengatakan pelatihan bagi anggota PMI diperlukan untuk meningkatkan kemampuan staf dan kualitas organisasi. Anggota PMI harus bisa membuat perencanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan dengan baik.

Ketua PMI Provinsi Kalimantan Barat, Frederika Cornelis berharap pelatihan yang diberikan kepada anggota PMI dapat menguatkan manajemen PMI ke arah yang lebih baik.

“Pelatihan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Mudah mudahan bisa memberikan kontribusi yang besar untuk organisasi,” ujar Frederika. (uni)

Berita Terkait