Dikontrak Label Mayor, Makin Semangat Berkarya

Dikontrak Label Mayor, Makin Semangat Berkarya

  Selasa, 22 December 2015 08:18

Berita Terkait

MENJADI salah satu di antara delapan musisi yang di-sign dengan label adalah satu kebanggan bagi Wai Rejected (WR). Yup, band satu ini berhasil mengharumkan nama Pontianak dan Kalimantan Barat dalam ajang Meet The Labels 2015 yang diadakan di Semarang, 12 Desember lalu. Bagaimana tidak, dari sekitar 1400 musisi yang mendaftar, Wai Rejected berhasil mendapatkan kontrak (signed) dengan salah satu label mayor. Mau tahu kisah lengkapnya? Let’s dig in! By: Fiqrie Yudhistira

Band yang digawangi Galih (Vokal), Edho (Bass), Dhika (Drum), Theo (Synth), John (Gitar) dan Gilang (Gitar) ini mengaku bangga bisa dikontrak dengan Seven Music Indonesia, salah satu label mayor yang menjadi juri di ajang Meet The Labels (MTL). “Alhamdulillah banget bisa signed. Padahal nggak nyangka lho bisa sampe sejauh ini, dikontrak lagi,” ujar Galih. FYI guys, awalnya WR nggak mempunyai persiapan khusus lho saat apply ke ajang ini.

Setelah upload video ke official website MTL, mereka let it flow aja dan nggak mengambil tindak lanjut setelah proses pengunggahan. “Malahan kita tahunya lolos 250 besar itu dari pihak EO lokal Meet The Labels. Setelah itu kita lolos 50 besar karena dibantu votes dari budak-budak Pontianak. Dihubungi lagi oleh pihak Meet The Labels untuk berangkat ke Semarang karena lolos 20 besar, dan akhirnya bisa signed. Pokoknya bener-bener di luar dugaan deh,” lanjut sang frontman.

Band dengan genre garage rock ini mengaku beruntung bisa bekerjasama dengan Seven Music Indonesia. “Mereka fleksibel, nggak membatasi idealisme kita dalam bermusik. Itu salah satu keuntungan juga, jadi kita nggak perlu mencari ‘jati diri’ baru. Kita akan tetap mempertahankan ‘rasa’ Wai Rejected yang lama. Walaupun nantinya memang ada yang harus dikemas ulang,” jelas Edho. Well, seperti yang kita tahu guys, garage rock memang bukan genre baru di Indonesia, tapi untuk label mayor, genre ini memang jarang ditemui. Ini juga yang menjadi salah satu tantangan besar WR ketika signed dengan label mayor. “Dulu sebelum dinaungi label, kita bermusik sesuai keinginan kita. No rules. Nah, setelah dikontrak, ini menjadi PR buat kita. Dimana kita harus menjalin kerjasama yang baik dan harus bersinergi dengan pihak label. Yang penting kita tetap dengan visi utama kita, yaitu pencapaian karya,” jelas Dhika.

Ditanya soal next project, WR menjelaskan akan menggarap single di bawah label Seven Music Indonesia. “Kita sudah mengirimkan materi ke pihak label, tinggal menunggu approval saja. Kita juga sudah menyusun planning untuk mengadakan tur dan penggarapan album,” ujar John. Selain penggarapan musik, WR juga akan mengadakan gigs bertajuk “Reason To Fight” tanggal 27 Desember nanti. “Acara selamatan dan ucapan terima kasih ke budak-budak Pontianak karena sudah mendukung kami sampe bisa akhirnya signed dengan label. Detail acaranya bisa di-kepo-in di instagram kita di @wairejected hehe,” Sahut Theo. Wah, jadi nggak sabar ya guys!

Selain fokus bermusik, WR juga masih sering sharing sesama musisi lokal. Dan beberapa dari musisi tersebut juga menjadi inspirasi mereka dalam bermusik. “Saya dan temen-temen salut sama Puck Mude. Dia soloist, bermodalkan band additional saja bisa menelurkan 4 album. Bahkan beberapa pihak label saat MTL kemarin juga sudah mengenal nama Puck Mude. Pokoknya salut deh!” ujar Galih dengan penuh semangat. Ternyata semangat dari musisi lokal juga lah yang mendorong band ini untuk mengikuti ajang Meet The Labels. Padahal, pada tahun 2008, band ini juga pernah mengikuti ajang serupa. “Sempat disindir juga pas disana, ‘Kenapa ikut lagi? Kan sudah pernah?’ kata mereka. Ya, kita jujur aja kepengen seneng-seneng sebenernya. Karena itu tadi, kita memang nggak ada persiapan khusus, dan kita kepengen berkarya. Eh, nggak tahyunya lolos dan sampe pada tahap ini,” lanjut Galih.

Wai Rejected menyampaikan harapannya terhadap perkembangan musik lokal. “Dengan kita signed ke label, kita berusaha agar industri musik lokal Pontianak bisa lebih dikenal luas. Kita kepengen Pontianak juga jadi kota seni. Jadi musisi-musisi keren nggak cuma ada di Jogjakarta, Jakarta, Bali, atau kota-kota besar aja. Kepengennya ketika orang menyebutkan nama ‘Puck Mude’, orang bisa langsung tahu ‘Pontianak’. Ketika menyebutkan ‘Lost At Sea!’, orang juga tahu ‘Pontianak’. Simple-nya sih seperti itu,” jelas Edho. Wah, pokoknya semangat deh buat Wai Rejected! Tim X doain deh, semoga proses penggarapan lancar dan sukses setelah signed. And once again, congrats! **

Berita Terkait