Dikira Buaya, Ternyata Kakap Putih Raksasa

Dikira Buaya, Ternyata Kakap Putih Raksasa

  Sabtu, 23 April 2016 15:09
BESAR: Ikan kakap putih berbobot 10 kg yang didapat warga di sungai Mempawah.

Berita Terkait

MEMPAWAH- Hari sudah mulai senja. Cahaya matahari yang terang, kini mulai redup tenggelam di ufuk barat Sungai Mempawah. Sejak pagi hari, Safe’i, 26 dan saudaranya, Kani, 32 warga Rt 01 Rw 01 Kelurahan Tengah mengayuh sampan menyusuri tepian sungai seribu keramba itu.
Berbekal jala (alat tangkap ikan), Safe’i mencoba mengais rezeki di pinggiran sungai Mempawah. Dia tampak selalu mengawasi aliran sungai yang dilewati, sembari menenteng jala yang telah diayamnya sendiri sejak satu bulan lamanya. Sementara itu, Kani dengan sisa-sisa tenaganya terus mengayuh sampan menuju pulang kerumah.
Rasanya sudah tak sabar ingin tiba dirumah, merebahkan badan yang sudah dihampiri penat dan lelah setelah seharian mengitari sungai mempawah dibawah terik matahari yang membakar kulit kepala. Bekal makanan dan minuman yang sudah sirna, membuat mereka sesekali menelan ludah.
Tak terasa, sampan yang ditunggangi Safe’i dan Kani tiba di lubuk palembang. Jaraknya sekitar 15 menit dari alur sungai tempat mereka menambatkan sampan. Seketika, Safe’i pun meminta abangnya berhenti mengayuh dan mencoba keberuntungannya. Safe’i pun berdiri sembari melihat-lihat target lemparan jala dengan harapan bisa mendapatkan tambahan rupiah.
Jala pun dilempar. Perlahan dengan penuh pengharapan, Safe’i menarik jala dengan tangan kekarnya. Ada yang berbeda memang dari biasanya. Tarikan jala terasa lebih berat dari biasanya. Namun, Safe’i tak menghiraukanya dan fokus saja menaikan jala dari dalam sungai.
Hingga mendekati permukaan air, Safe’i terhentak melihat isi jala nya. Seekor makhluk penghuni sungai berwarna putih dengan bobot kurang lebih 10 kilogram terperangkap didalam jala miliknya. Dengan penuh penasaran dan sedikit rasa takut, dia terus berusaha menaikan makhluk sungai itu kedalam sampan.
“Baru pertama kali ini saya melihat dan mendapatkan ikan kakap sebesar itu. Kalau yang ukurang dua kilogram sudah sering. Awalnya saya kira anak buaya yang tersangkut didalam jala, ternyata ikan ‘raksasa’ sungai mempawah,” kelakar Safe’i penuh senyum, Rabu (21/4) malam dirumahnya.
Mendapatkan rezeki yang tak disangka-sangka, dia dan saudaranya pun memutuskan untuk bergegas pulang kerumah. Kani yang sejak awal bertugas mengayuh sampan, harus mengeluarkan tenaga ekstra. Sebab, bobot sampan semakin bertambah dengan tangkapan ikan kakap seberat 10 kilogram tersebut.
“Bahkan, sampan pun seperti mau tenggelam karena tambahan ikan yang cukup berat. Namun, kami sangat bersemangat untuk segera tiba dirumah dan menjual hasil tangkapan ini,” ujarnya.
Setibanya dirumah, Safe’i dan Kani pun penuh sumringah menunjukan hasil tangkapannya. Sebab, mereka tidak hanya pulang membawa ikan kakap putih dengan bobot 10 kilogram melainkan juga udang galah seberat 5 kilogram. Rezeki memang rahasia Allah, siapa menyangka hari itu Safe’i dan Kani mendapatkan berkah dari mengais rupiah di Sungai Mempawah.
Hasil tangkapan yang tidak biasa itupun menarik perhatian warga disekitar tempat tinggalnya di Rt 01 Rw 01 Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. Informasi tangkapan ikan kakap putih seberat 10 kilogram itu menjadi magnet bagi para tetangganya untuk datang dan melihat langsung wujud ikan yang cukup langka itu.
“Tidak sia-sia kerja keras mengayam jala hampir satu bulan lamanya. Alhamdulillah, bisa mendapatkan rezeki yang tidak disangka-sangka,” ucapnya penuh syukur.
Tak perlu waktu lama bagi Safe’i menjual hasil tangkapannya itu. Ikan kakap dengan berat 10 kilogram itu dibeli salah seorang warga dengan mahar Rp 345 ribu. Uang penjualan itupun dibagi dengan saudaranya Kani dan dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari. “Kami semakin bersemangat untuk mencari ikan di sungai. Mudah-mudahan besok bisa dapat yang lebih besar lagi,” harapnya mengakhiri.(wah)
 

 

Berita Terkait